Senin, 09 Desember 2019
Ilustrasi (Pixabay)
15 April 2019 18:42 WIB

7 Ton Gading Disita Aparat China

Padahal, China lagi gencar-gencarnya kampanye terhadap perdagangan satwa liar ilegal
Bagikan :


Hong Kong, era.id - Pihak berwenang China menyita 7,48 ton gading selundupan selama bulan lalu. Ini adalah penyitaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, Beijing sedang meningkatkan kampanye terhadap perdagangan satwa liar ilegal.

Dilansir Antara, Senin (15/4/2019), penyitaan tersebut terjadi selama operasi memerangi geng kriminal internasional yang telah lama mengkhususkan diri dalam penyelundupan gading. 

China, importir terbesar di dunia sekaligus pengguna terakhir gading gajah, melarang penjualan gading di negara tersebut sejak 2017.

Permintaan gading dari sejumlah negara Asia seperti China dan Vietnam, tempat gading disulap menjadi perhiasan dan ornamen, menyebabkan lonjakan perburuan liar di seluruh Afrika.


Baca Juga : Penyelundupan 5,26 Ton Sisik Trenggiling Terungkap di Vietnam

Sejak Januari, China telah menyita 8,48 ton gading dan produk yang terbuat dari gading serta lebih dari 500 ton spesies yang terancam punah.

Sejumlah kelompok lingkungan mendesak pihak berwenang untuk melakukan lebih banyak penyitaan produk hewan dan menuntut jaringan kriminal satwa liar.
Bagikan :

Reporter : Bagus Santosa
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
08 Desember 2019 19:22 WIB

Mengapa Mahasiswa Mudah Depresi dan Rentan Bunuh Diri?

Mari simak penjelasannya lewat artikel ini
megapolitan
08 Desember 2019 18:41 WIB

Menapaki Jejak Kenangan di Lima Stasiun Ibu Kota

Kami ikut walking tour bertajuk 'Jelajah Stasiun Kereta Legendaris',…
Lifestyle
08 Desember 2019 17:07 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film Cats dan Dignitate
Nasional
08 Desember 2019 16:01 WIB

Kontingen Indonesia di Sea Games 2019 Penuhi Target Jokowi

Sebelumnya Jokowi menargetkan perolehan 60 medali emas pada ajang ini
Nusantara
08 Desember 2019 15:11 WIB

Alami Serangan Jantung, Pendaki Gunung Prau Meninggal Dunia

Pendaki tersebut diketahui berasal dari Depok, Jawa Barat