Selasa, 19 Februari 2019
01 Oktober 2018 16:02 WIB

Pemerintah Dianggap Belum Siap Hadapi Gempa Palu-Donggala

Kebijakan 'menjarah' tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apapun
Bagikan :


Jakarta, era.id - Setelah gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, tepatnya di kota Palu dan Donggala, pemerintah membolehkan masyarakat mengambil barang logistik di minimarket setempat.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mudjahid menilai jika 'penjarahan' tersebut dilakukan warga atas 'rekomendasi' pejabat pemerintah bukan langkah yang tepat.

"Penjarahan terjadi setelah seorang pejabat memberikan angin kepada masyarakat untuk melakukannya," katanya, di Gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (1/10/2018).

Menurut Sodik, 'rekomendasi' itu tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apapun. Dia menilai, terdapat ketidaksiapan pemerintah dalam mengirimkan bantuan logistik korban gempa dan tsunami di Palu hingga mengeluarkan kebijakan tersebut.


Baca Juga : Jepang Komitmen Hibah Pembangunan Jembatan di Palu

Lebih lanjut, politikus Partai Gerindra ini menilai, seharusnya pemerintah mengambil langkah lain, bukan malah mengizinkan masyarakat mengambil segala kebutuhan pokoknya yang terkesan membolehkan menjarah di minimarket dan swalayan.

"Sangat memalukan, karena merupakan sebuah edukasi yang buruk. Kondisi darurat bukan alasan untuk memberikan angin kepada penjarahan. Angin atau arahan tersebut juga menunjukkan ketidaksiapan pemerintah melakukan suplai logistik kepada korban," kata dia.

Sekedar informasi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sempat memperbolehkan masyarakat korban gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah untuk mengambil barang logistik yang ada di minimarket. Barang-barang itu nantinya akan dibayar oleh pemerintah. 

"Dalam rapat saya minta pemda untuk memfasilitasi beli minuman dan makanan di toko yang jual, berikan dulu kepada pengungsi dan yang dirawat di rumah sakit. Cari yang punya toko, dibeli dulu, dan saya minta pengawalan Satpol PP dan polisi, kemudian dibagikan makanan tersebut," kata Tjahjo seperti dikutip dari Antara, Minggu (30/9/2018).

Keputusan ini diambil, setelah adanya kejadian penjarahan yang terjadi di berbagai lokasi di Palu dan Donggala, pasca gempa yang mengguncang pada Jumat (28/9) sore. 

"Bandara kondisi runtuh, tidak ada yang menunggu, listrik mati. Halaman Bandara buat pengungsi. Ada toko di Bandara yang rusak akibat gempa, makanan dan minuman berhamburan kemudian diambil masyarakat. Jadi bukan penjarahan, saya melihat kejadian itu," kata dia.

Belakangan, Tjahjo merivisi pernyataannya. Dia bilang, aparat di daerah bergotong royong untuk membantu kebutuhan logistik masyarakat di sana. Caranya dengan membeli kebutuhan tersebut, dan nanti akan diganti pemerintah. 

"Kondisi darurat makan minum belum masuk. Ya bantu masyarakat yang perlu makan minum. Dan saya minta langsung ke Gubernur untuk beli minuman dari toko yang tutup uang gotong royong. Mendagri ikut beli juga," kata dia.
Bagikan :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
19 Februari 2019 15:55 WIB

Karhutla Masih Terjadi, Tapi Asapnya Sudah Jauh Berkurang

Datanya enggak bohong kok
Internasional
19 Februari 2019 15:45 WIB

Bebas Berkunjung Plus Mantai di St Kitts dan Nevis

Kini, WNI bebas berlibur ke St Kitts dan Nevis. Yuk cari tahu, ada apa saja di sana?
Internasional
19 Februari 2019 15:31 WIB

Palestina-Jordania Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel

Penutupan itu dilakukan Israel dengan menggunakan rantai dan gembok
Olahraga
19 Februari 2019 15:12 WIB

Mercedes Khawatir Terganggu Brexit

Soalnya, pabrik dan fasilitas operasi mesin Mercedes ada di Inggris
Suara-Milenials
19 Februari 2019 15:05 WIB

VIDEO: Jelang Pilres Pelajar di Jakarta Utara Rekam e-KTP

Pelaksanaan pencetakan e-KTP dilakukan bagi para pelajar SMA yang sudah berusia 17 tahun
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR