Kamis, 04 Juni 2020
Erick Thohir (situs Oxford United)
02 Desember 2019 18:17 WIB

Nasib Super Holding BUMN di Tangan Erick Thohir

Ganti menteri, ganti kebijakan lagi
Bagikan :


Jakarta, era.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nampaknya konstisten untuk merombak kementerian yang ia pimpin. Setelah membongkar jajaran direksi dan memangkas eselon I, Erick berencana akan merombak konsep super holding perusahan pelat merah hasil gagasan pendahulunya, Rini Soemarno.

Erick menilai, model bisnis BUMN memang harus diubah dan akan lebih fokus pada kegiatan unit usaha masing-masing.

"Ini Bisnis model harus diperbaiki supaya bisa bagus. Jadi nanti saya rasa urusan super holding kita ubah konsepnya, sub holding yang fokus pada masing masing kegiatan unit usaha," papar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/11/2019).

Erick lantas mencontohkan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang saat ini memiliki empat anak perusahaan yang bisa saja ke depannya akan berubah fungsi.


Baca Juga : Selain Orang Miskin, Pemerintah Juga Kasih Bantuan Rp52 Triliun untuk BUMN

"Contoh apakah ke depan Pelindo bisa (tetap) jadi Pelindo I, II, III, IV atau Pelindo kita ubah sesuai fungsinya itu Pelindo peti kemas, pelabuhan curah cair. Jadi tidak berdasarkan sub regionnya yang akhirnya terjadi kanibal, tidak pasti di antara mereka. Hal-hal ini yang mau kita lakukan," papar Erick.

Hal yang sama juga berlaku dengan bisnis yang dirasa tidak cocok di BUMN tertentu, salah satunya adalah di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan bisnis Gapura Anagkasa.

"Gapura yang namanya manajemennya handling itu enggak usah di Garuda. Lebih baik di Angkasa Pura saja yang manage itu. Kenapa harus ada overlapping yang akhirnya kontraproduktif," katanya.

Gapura merupakan perusahaan bersama yang didirikan pada 26 Januari 1998 oleh tiga BUMN yaitu Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero), yang bergerak di bidang usaha jasa ground handling dan kegiatan usaha lainnya yang menunjang usaha penerbangan di bandar udara.

Erick Bingung Banyak Bisnis Hotel di BUMN

Alasan lain Erick ingin merapikan bisnis di perusahaan milik BUMN adalah adanya fenomena banyak perusahan pelat merah yang memiliki bisnis hotel. Hal ini sedikit membingungkannya.

Oleh karena itu Erick ingin mengembalikan ke inti bisnis masing-masing perusahaan pelat merah. "Semua BUMN nih punya bisnis hotel. Nah ini kenapa kira harus konsolidasi semua sesuai dengan core bisnisnya," katanya.

Contohnya PT PANN Multi Finance. Pada dasarnya perusahaan ini bergerak di bisnis pembiayaan kapal, namun kini mereka juga memiliki bisnis pembiayaan pesawat dan dua bisnis hotel.

Namun Erick tak mau menyalahkan direksi PT PANN yang saat ini menjabat. Pasalnya, sejak awal memang sudah ada core bisnis yang sangat tidak fokus.

"Kita perbaiki bisnis model daripada masing-masing perusahaan. Contoh konkret yang tadi, mohon maaf saya juga baru kenal dengan direksi tadi, mengenai perusahaan leasing kapal, bagaimana perusahaan leasing kapal ini bisa hidup kalau sejarahnya ada leasing pesawat terbang, apalagi mohon maaf tiba-tiba ada bisnis hotel," pungkasnya.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Gabriella Thesa Widiari
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
04 Juni 2020 14:01 WIB

Mulai 5 Juni Pemkot Depok Izinkan Warga Kembali Salat Jumat

Tapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat ya!
Lifestyle
04 Juni 2020 13:37 WIB

Buntut Panjang Penemuan HiddenCam di Gedung KBS

Ada di toilet wanita
Nusantara
04 Juni 2020 13:31 WIB

Mau Rapid Test, Warga Bandung Bisa ke Puskesmas

11 ribu orang sudah dites
 
Nusantara
04 Juni 2020 13:28 WIB

Satu Ruko dan Kantor Mukim Rusak Berat Pascagempa Aceh

Gempa M 4,8 guncang Aceh
 
Nasional
04 Juni 2020 13:11 WIB

Target 20 Ribu Spesimen Virus Korona yang Harus Terpenuhi

Target 10 ribu sudah terpenuhi