Senin, 14 Oktober 2019
Wajib kemas minyak goreng Indonesia bebas dari minyak goreng curah. (Dok. Kemendag)
09 Oktober 2019 13:43 WIB

Tarik Ulur Pelarangan Minyak Goreng Curah

Enggak jadi dilarang, tapi..
Bagikan :
Jakarta, era.id - Menteri Perdagangan (Kemendag) Enggartiasto Lukita menggulirkan kebijakan melarang peredaran minyak goreng tanpa kemasan atau minyak goreng curah. Alasannya, karena dari sisi kesehatan minyak goreng curah tidak terjamin.

Mulai Januari 2020 pemerintah mewajibkan pengunaan minyak goreng kemasan, untuk menggantikan minyak goreng curah. Bahkan Kemendag telah meluncurkan kampanye Wajib Kemas Minyak Goreng Indonesia Bebas Dari Minyak Goreng Curah saat Car Free Day (CFD) di Jakarta, Minggu lalu.

"Satu program yang sudah dicanangkan beberapa waktu lalu. Ini dimulai Januari 2020. Wajib minyak goreng dalam kemasan. Kita harus tidak boleh lagi ada peredaran minyak curah. Pemerintah berkewajiban memastikan kesehatan masyarakat," ujar Mendag pada acara launching Wajib Kemas Minyak Goreng Indonesia Bebas Dari Minyak Goreng Curah, di Parkiran Sarinah, Minggu (6/8). 

Selain soal kesehatan, sering kali minyak goreng curah dijual dengan harga lebih mahal dibandingkan minyak goreng kemasan dan sering melebihi harga eceran tertinggi (HET). 

"Padahal, faktanya minyak curah di pasar juga harganya tinggi. Kalau minyak kemasan tidak bisa, karena kita mengontrol. Tapi terpenting, dari sisi kesehatan tidak ada jaminan bahwa itu sehat. Itu minyak goreng bekas, diolah sedemikian rupa. Dari restoran, dari hotel," jelasnya. 


Wajib Kemas Minyak Goreng Indonesia Bebas Dari Minyak Goreng Curah (Dok. Kemendag)

Data dari Kemendag, total produksi minyak goreng sawit nasional per tahun berjumlah sekitar 14 juta ton. Dari jumlah itu, alokasi pemenuhan kebutuhan di dalam negeri sekitar 5,1 juta ton dan sisanya untuk kebutuhan pasar luar negeri. Dari total kebutuhan dalam negeri, setengahnya adalah produk minyak tanpa kemasan.

Kebijakan tersebut menjadi kontroversi. Pedagang gorengan sebagai salah satu konsumen minyak goreng terbesar menolak kebijakan tersebut. Alasannya apalagi kalau bukan dari sisi harga. "Harga minyak kemasan lebih mahal dari curah. Bisa beda Rp3.000-an," kata Adrian, salah seorang pedagang gorengan di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).

Namun ia mengakui jika kualitas minyak kemasan lebih baik daripada minyak curah. "Tapi kalau pakai (minyak) kemasan enggak bikin gosong," sambungnya.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun juga menolak kebijakan itu. "Sebelum diberlakukan peraturan itu harus dibatalkan karena akan menambah beban berat usaha PKL, UMKM dan pedagang pasar tradisional," ujar Ali Mahsun lewat pesan singkat.

Namun dari sisi kesehatan, kebijakan tersebut harus didukung. Menurut Dokter Spesialis Gizi di Klinik RSCM, dr. Inge Permadhi MS, SpGK (K) penggunaan minyak goreng curah bisa menyebabkan banyak penyakit. Mulai dari naiknya kadar kolesterol sampai kanker.

"Kan minyak curah biasanya (dicurigai) dari minyak yang (sebelumnya) buat menggoreng berkali-kali. Berarti selain dia mengandung zat yang tidak layak dimakan, dia sudah rusak karena pemakaiannya berulang," kata Inge saat dihubungi, Selasa (8/10/2019).

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan, penggunaan minyak goreng bekas secara berulang-ulang bisa membuat makanan yang masuk ke dalam tubuh terpapar zat radikal bebas dan berbahaya bagi kesehatan. "Dia (minyak curah) kan sudah rusak, belum lagi ada efek radikal bebas. Efeknya bisa merusak tubuh," tegasnya.

Baca Juga: VIDEO: 2020 Tak Ada Lagi Minyak Goreng Curah

Akhirnya Mendag menganulir pelarangan minyak curah. Ia menegaskan tidak akan ada penarikan minyak curah dari pasaran. "Tidak ditarik (keberadaan minyak goreng curah di pasaran). Jadi, pertanggal 1 Januari (2020) harus ada minyak goreng kemasan di setiap warung, juga sampai di pelosok-pelosok Desa,” katanya lewat pesan singkat, Selasa malam. 

Mendag malah menekankan bagi para pengusaha agar segera mengisi pasar dengan minyak goreng kemasan.

"Konsumen  harus terlindungi. Dan, harus tersedia produk yang dipastikan higienis dan halal. Pemerintah masih tetap memberikan kesempatan untuk penggunaan minyak goreng curah, juga mempersilahkan bagi masyarakat yang masih mempergunakan minyak goreng curah. Namun, bagi para industriawan, pemerintah ingin  agar mereka segera mengisi pasar dengan kemasan sederhana dan mematuhi HET 11.000 per liter," ucapnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Internasional
14 Oktober 2019 13:11 WIB

Mereka yang Tergerak Usai Jepang Dihabisi Topan Hagibis

Hats off to all volunteers!
Lifestyle
14 Oktober 2019 13:03 WIB

Melihat Gaya Alay Lora Fadil dan 3 Istrinya Main Tik Tok

Jangan bilang habis ini mau jadi YouTuber ya Mas
megapolitan
14 Oktober 2019 12:41 WIB

Hari Ini, Pengamanan di Sekitar Kompleks Parlemen Menurun

Tapi jalanan di depan kompleks parlemen, ditutup
Lifestyle
14 Oktober 2019 12:27 WIB

Mengenal Somantri Ahmad, Bapak-bapak dengan Lawakan yang Khas

Lawakannya sempat viral di sejumlah media sosial
Internasional
14 Oktober 2019 12:05 WIB

Mal di Hong Kong Jadi Arena Bentrokan Aparat Vs Demonstran

Orang-orang yang sedang berbelanja berteriak-teriak ketakutan dan beberapa luka-luka