Kamis, 20 Juni 2019
Alat peraga kampanye di Taman Tebet, Jakarta Selatan. (Irfan/era.id)
15 April 2019 16:54 WIB

Ke Mana APK Setelah Diturunkan di Masa Tenang?

Dibuang jadi sampah, disimpan nyempit-nyempitin, dikiloin enggak laku, enaknya diapain ya?
Bagikan :


Jakarta, era.id - Masa kampanye Pemilu 2019 telah berakhir dan kini memasuki masa tenang. Akhirnya dalam waktu tersisa sampai pencoblosan 17 April 2019 nanti, mata kita kembali dijernihkan dari pandangan ratusan ribu alat peraga kampanye (APK) yang terpampang di ruang publik.

Penurunan APK di hari pertama saja, Minggu (14/4), Bawaslu DKI Jakarta bersama Satpol PP DKI berhasil mengumpulkan 195.669 APK seperti spanduk, baliho, dan umbul-umbul yang bertebaran. Bawaslu menargetkan penertiban APK rampung sehari sebelum pemungutan suara berlangsung. 

Anggota Bawaslu DKI Puadi mengakui, jangka waktu sehari tak cukup untuk membersihkan alat publikasi peserta pemilu. Sebab, ada beberapa APK yang dipasang di tempat terisolir seperti di atas pohon dan di gang-gang sempit. 




Baca Juga : Tiga 'Biang Kerok' Merosotnya Suara Demokrat

"Jadi ada beberapa titik lokasi yang memang alat peraganya mudah diambil tapi akses menuju ke situ (menjadi kendala). Kendaraannya susah buat ngakses ke tempat itu, itu salah satu kendalanya," ujar Puadi kepada era.id, Senin (15/4/2019).

Ke mana perginya APK usai diturunkan? 

Puadi menjelaskan, APK yang telah ditertibkan akan disimpan di gudang penyimpanan Satpol PP setempat di tiap enam kota administratif di DKI. 

"Kesepakatan antara Bawaslu dengan wali kota, Satpol PP, kesbang, dan peserta pemilu, penertiban itu disimpan di gudang Satpol PP DKI maupun enam kabupaten kota," ungkap dia. 

Kemudian, sesuai kesepakatan, Bawaslu DKI memberikan kesempatan bagi peserta pemilu yang ingin mengambil APK tak terpakai itu, terserah mau diapain. Didaur ulang juga boleh, asalkan jangan dipasang lagi di jalanan. 

"Kalau ada peserta pemilu yang mau ambil APK-nya, diberikan waktu sampai seminggu setelah pencoblosan, mau ambil APK-nya silakan, sesuai kesepakatannya," ujar Puadi. 



"Kalau lewat dari satu minggu, APK-nya mau tetap disimpan di gudang atau digunakan untuk apa, itu menjadi ranahya Satpol PP. Kalau kita hanya pada tahap penertiban bagaimana Jakarta ini agar bisa ditertibkan dengan bersih, tidak ada alat peraga," tambahnya. 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
20 Juni 2019 19:23 WIB

Jelang HUT DKI Jakarta, Sejumlah Lalin Bakal Dialihkan

Jangan sampai salah jalan ya sobatque~
Nasional
20 Juni 2019 17:28 WIB

Ribut-Ribut soal Temuan Amplop Saksi Paslon 02

"Tanya saksi Anda saja, bos," jawab Komisioner KPU
Nasional
20 Juni 2019 16:49 WIB

Ternyata, Situng KPU Masih Punya Kelemahan

Kelemahannya adalah belum ada pemisahan data yang valid dan invalid
Nasional
20 Juni 2019 16:14 WIB

Kubu Jokowi Tak Akan Bawa Banyak Saksi ke MK

"Untuk apa kami menghadirkan saksi lagi," ucap Yusril
Nasional
20 Juni 2019 15:54 WIB

Ketika Rommy Jadi Tempat Berkeluh Kesah Para Napi

Tapi keluh kesahnya seputar fasilitas rutan~