Kamis, 23 Januari 2020
Konferensi pers Gerakan Suluh Kebangsaan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. (Wardhany/era.id)
23 Agustus 2019 18:15 WIB

Banyak Masalah Kesenjangan di Papua yang Ditutupi

"Ada kesenjangan ekonomi, HAM, dan keamanan yang harus kita evaluasi"
Bagikan :


Jakarta, era.id - Tokoh asli Papua, Simon Patrice Morin angkat bicara soal kerusuhan yang terjadi di Papua baru-baru ini. Menurut dia, konflik tersebut merupakan puncak dari permasalahan di bumi cenderawasih yang selama ini ditutupi.

"Ini suatu ekspresi keterbukaan yang terjadi di Papua. Apa yang terjadi di Surabaya, Malang telah men-trigger masalah Papua yang disembunyikan di bawah karpet," kata Simon dalam konferensi pers Gerakan Suluh Kebangsaan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019).

"Ada kesenjangan ekonomi, HAM, dan keamanan yang harus kita evaluasi dan diperbaiki," tambahnya.

Dia mengakui, semua permasalahan yang ada di Papua memang tak bisa semudah itu diselesaikan oleh pemerintah. Tapi, pemerintah memang harus membuka dialog agar permasalah bisa diselesaikan sedikit demi sedikit.


Baca Juga : TNI Tak Tambah Pasukan di Papua

"Harus ada dialog yang membangun kepercayaan kita dalam satu bangsa. Kejadian ini merupakan trigger untuk Papua bangkit punya dignity (martabat) dan harus diperlakukan dengan baik," tegas Simon.

Quraish Shihab yang juga tokoh dalam Gerakan Suluh Kebangsaan juga mengatakan, agar semua pihak bisa segera berdamai terkait konflik yang terjadi di Papua. Apalagi, konflik ini terjadi akibat tindakan rasisme yang diterima oleh mahasiswa Papua di Kota Surabaya dan Kota Malang beberapa waktu lalu. 

Selain itu, dia juga menegaskan siapa pun yang memicu tindakan rasisme ini harus kemudian ditindak tegas oleh aparat penegak hukum. 

"Jangan beranggapan minta maaf yang bersalah. Karena kalau kita lihat, kita bisa bagi dua. Ada yang salah paham kemudian tersinggung dan ada pemicu kesalahpahaman dan ketersinggungan. Hendaknya, kedua pihak ini saling bermaaf-maafan," ungkap Quraish.

Pada kesempatan itu, istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid menegaskan, lewat Gerakan Suluh Kebangsaan, pihaknya meminta agar negara hadir dan bersikap serius dalam melindungi masyarakat Papua termasuk menuntaskan tindak rasisme. 

"Saya masih ingat amanat Gus Dur yang menyatakan Papua adalah bagian dari Bangsa Indonesia yang harus setara dengan warga lain," tegas Sinta.

"Papua jangan hanya dipandang dengan melihat kekayaannya saja, tetapi pandangan manusianya harus sama dengan perlakuan dengan manusia-manusia lain yang ada di Indonesia," tutup dia.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
22 Januari 2020 21:10 WIB

JKT48 Akhirnya Punya Lagu Sendiri

Lifestyle
22 Januari 2020 20:24 WIB

Main di KKN: di Desa Penari, Tissa Biani Belajar Budaya Jawa

Mulai dari dialek sampai tari
Nasional
22 Januari 2020 20:09 WIB

What's On Today, 22 Januari 2020

Podcast berita terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Nusantara
22 Januari 2020 19:12 WIB

Kisruh Wyata Guna Bakal Sampai ke Presiden

KSP janji bahas tuntutan difabel netra ke Presiden