Senin, 16 September 2019
Konferensi pers Gerakan Suluh Kebangsaan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. (Wardhany/era.id)
23 Agustus 2019 18:15 WIB

Banyak Masalah Kesenjangan di Papua yang Ditutupi

"Ada kesenjangan ekonomi, HAM, dan keamanan yang harus kita evaluasi"
Bagikan :


Jakarta, era.id - Tokoh asli Papua, Simon Patrice Morin angkat bicara soal kerusuhan yang terjadi di Papua baru-baru ini. Menurut dia, konflik tersebut merupakan puncak dari permasalahan di bumi cenderawasih yang selama ini ditutupi.

"Ini suatu ekspresi keterbukaan yang terjadi di Papua. Apa yang terjadi di Surabaya, Malang telah men-trigger masalah Papua yang disembunyikan di bawah karpet," kata Simon dalam konferensi pers Gerakan Suluh Kebangsaan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019).

"Ada kesenjangan ekonomi, HAM, dan keamanan yang harus kita evaluasi dan diperbaiki," tambahnya.

Dia mengakui, semua permasalahan yang ada di Papua memang tak bisa semudah itu diselesaikan oleh pemerintah. Tapi, pemerintah memang harus membuka dialog agar permasalah bisa diselesaikan sedikit demi sedikit.


Baca Juga : Melebur Mahasiswa Rantau dalam Satu Atap

"Harus ada dialog yang membangun kepercayaan kita dalam satu bangsa. Kejadian ini merupakan trigger untuk Papua bangkit punya dignity (martabat) dan harus diperlakukan dengan baik," tegas Simon.

Quraish Shihab yang juga tokoh dalam Gerakan Suluh Kebangsaan juga mengatakan, agar semua pihak bisa segera berdamai terkait konflik yang terjadi di Papua. Apalagi, konflik ini terjadi akibat tindakan rasisme yang diterima oleh mahasiswa Papua di Kota Surabaya dan Kota Malang beberapa waktu lalu. 

Selain itu, dia juga menegaskan siapa pun yang memicu tindakan rasisme ini harus kemudian ditindak tegas oleh aparat penegak hukum. 

"Jangan beranggapan minta maaf yang bersalah. Karena kalau kita lihat, kita bisa bagi dua. Ada yang salah paham kemudian tersinggung dan ada pemicu kesalahpahaman dan ketersinggungan. Hendaknya, kedua pihak ini saling bermaaf-maafan," ungkap Quraish.

Pada kesempatan itu, istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid menegaskan, lewat Gerakan Suluh Kebangsaan, pihaknya meminta agar negara hadir dan bersikap serius dalam melindungi masyarakat Papua termasuk menuntaskan tindak rasisme. 

"Saya masih ingat amanat Gus Dur yang menyatakan Papua adalah bagian dari Bangsa Indonesia yang harus setara dengan warga lain," tegas Sinta.

"Papua jangan hanya dipandang dengan melihat kekayaannya saja, tetapi pandangan manusianya harus sama dengan perlakuan dengan manusia-manusia lain yang ada di Indonesia," tutup dia.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
15 September 2019 20:31 WIB

Wawancara: Masa Depan Perjuangan Habibie Center

Bagaimana Habibie Center melanjutkan perjuangan selepas kepergian Habibie?
Internasional
15 September 2019 19:44 WIB

Wabah Ebola Seret Menteri Kesehatan Kongo ke Penjara

Kini sang menteri harus bertanggung jawab atas perbuatannya
Nasional
15 September 2019 16:39 WIB

Habibie: Bapak Teknologi Penggila Diskusi

Wawancara kami dengan Wakil Ketua Habibie Center
Lifestyle
15 September 2019 14:49 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film Gemini Man dan SIN: Saat Kekasihmu adalah Kakakmu Sendiri
Lifestyle
15 September 2019 13:49 WIB

Berprakarya dengan Limbah Daur Ulang Styrofoam

Manfaatkan limbah plastik jadi karya seni~