Rabu, 22 Mei 2019
Microsoft HoloLens (Foto: James Martin/CNET)
29 November 2018 16:43 WIB

Microsoft Suplai Kacamata HoloLens ke Militer AS

Total kontraknya senilai Rp6,8 triliun loh
Bagikan :


Jakarta, era.id - Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) baru-baru ini dikabarkan telah menandatangani kontrak besar dengan Microsoft. Kontrak senilai 480 juta dolar AS atau setara dengan Rp6,8 triliun itu untuk menyuplai setidaknya 100 ribu headset HoloLens yang tengah dikembangkan Microsfoft.

Dilansir The Verge, Kamis (29/11/2018) nantinya HoloLens buatan Microsoft itu akan dipakai untuk kepentingan latihan militer. Sebab HoloLens yang dipesan US Army itu bukan perangkat augmented reality (AR) yang biasa dijual ke publik, melainkan perangkat yang telah di upgrade dengan berbagai fitur tambahan seperti pemindai panas dan night vision.

"Teknologi augmented reality akan memberikan informasi lebih banyak dan lebih baik bagi para prajurit yang berguna ketika akan mengambil keputusan," ujar juru bicara Microsoft dalam pernyataan tertulisnya.

Ini merupakan kolaborasi terbesar antara Microsoft dengan militer AS. Di mana nantinya selama dua tahun pertamanya, Microsoft diharuskan bisa mengirimkan 2500 unit headset HoloLens ke US Army.
 

Kerja sama antara perusahaan teknologi dan militer AS memang cukup sering terjadi dalam beberapa tahun belakangan. 


Baca Juga : Huawei yang Kehilangan Aksesnya di Amerika

Sebelum ini Google juga pernah menandatangani kontrak lelang teknologi untuk Departemen Pertahanan AS. Hanya saja, langkah tersebut harus terhenti karena banyak diprotes oleh karyawannya. 
Bagikan :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
22 Mei 2019 12:36 WIB

Corey Taylor Bicara Soal Medsos dan Meme

Katanya, ini ada hubungannya sama album baru Slipknot
megapolitan
22 Mei 2019 12:15 WIB

TNI-Polri Sterilkan Kawasan KS Tubun-Petamburan

Titik ini jadi lokasi pedemo sejak pagi tadi
Peristiwa
22 Mei 2019 11:58 WIB

KPU: Cari Keadilan Bukan di Jalan Tapi Lewat MK

Karena lewat jalur ini, dugaan kecurangan bisa dibuktikan
Ekonomi
22 Mei 2019 11:55 WIB

Maaf, Layanan Penukaran Uang Dihentikan Dulu

Soalnya Jakarta lagi gak asyik