Jumat, 21 Februari 2020
Prakarya Siswa SD Taruna Bakti Bandung (Lui/era.id)
15 September 2019 13:49 WIB

Berprakarya dengan Limbah Daur Ulang Styrofoam

Manfaatkan limbah plastik jadi karya seni~
Bagikan :


Bandung, era.id - Permasalahan sampah plastik masih jadi perhatian serius banyak orang, karena membutuhkan solusi yang tepat. Salah satunya memanfaatkan limbah daur ulang menjadi prakarya seni.

Dalam sebuah kegiatan edukasi dan seni, para siswa SD Taruna Bakti, Kota Bandung membuat prakarya dari limbah daur ulang plastik styrofoam. Mereka diajarkan langsung oleh seniman styrofoam, Eko Harry Waluya menggunakan sampah plastik berjenis polisterin untuk membuat berbagai karya seni.

"Karya seni itu sangat beragam, kita semua bisa memanfaatkan segala macam bahan dasar untuk menciptakan sebuah karya mozaik, salah satunya memanfaatkan dan mendaur ulang styrofoam sebagai bahan utama," ungkap Eko saat berbincang dengan era.id.

Menyulap styrofoam atau limbah daur ulang plastik menjadi karya seni, terbilang cukup mudah. Eko menjelaskan limbah plastik seperti styrofoam cukup direndam dengan cairan bensin agar mudah dihancurkan dan diolah menjadi bentuk lain. 


Baca Juga : Meredefinisi Makna Pelabuhan Lewat H(ART)BOUR Festival 2020



Karya seni yang terbuat dari styrofoam terbilang mudah diolah menjadi bentuk lain. Eko bisa membuat dari daur ulang styrofoam jadi lukisan mozaik, miniatur kapal atau karya seni timbul lainnya.

"Membuat karya dari daur ulang styrofoam sangat mudah, dulu pas belum ada styrofoam saya membuat karya dengan menggunakan koran dan kerta bekas, karena keberadaannya makin berkurang, saya mengganti dengan styrofoam sifatnya lebih tahan lama, warna yang digunakan tidak muda pudar sehingga bisa menjadi karya seni nan cantik," paparnya.

Anak-anak yang mengkuti kelas prakarya menggunakan daur ulang styrofoam bisa dengan mudahnya mengimajinasikan karya seni yang akan mereka buat dengan memanfaatkan sampah anorganik. Mereka dengan antusias menempelkan adonan styrofoam ke pola gambar yang telah disediakan. 



Setelah mengering, gambar atau lukisan yang tertempel styrofoam akan memberikan efek 3 dimensi, seolah gambar itu timbul. Anak-anak juga dibebaskan untuk berkreasi dengan menambahkan warna pada styrofoam yang sudah mengering. 

"Ini merupakan seni rupa baru yang musti dikenalkan kepada generasi masa kini agar bisa memanfaatkan limbah plastik," ungkap Eko.
Bagikan :

Reporter : Lui Mufaza
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Februari 2020 22:22 WIB

What's On Today, 20 Februari 2020

Podcast berita Indonesia terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Nusantara
20 Februari 2020 21:08 WIB

Tak Bisa ke Indonesia, Mahasiswa Unpad Asal China Kuliah Online

Gara-gara COVID-19
Lifestyle
20 Februari 2020 20:32 WIB

Riki Rhino, Film Animasi Karya Anak Bangsa

Ridwan Kamil 'jadi' Elang Jawa
Lifestyle
20 Februari 2020 19:38 WIB

Eddies Adelia yang Belum Siap Berhijab Syar'i

Yang penting tertutup dulu