Jumat, 22 November 2019
Marion Jola dalam pidato kemenangan AMI Awards 2018 (Instagram/marionjola)
11 Oktober 2019 21:18 WIB

Simbiosis Menahun AMI Awards dan RCTI yang 'Oke'

AMI Awards dan RCTI memelihara simbiosis. Seperti apa? Bagaimana dampak pada industri?
Bagikan :

Jakarta, era.id - Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards kembali. Apresiasi tertinggi bagi para pelaku industri musik dalam negeri itu kembali dengan wajah yang tak banyak berubah. Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat televisi, terutama RCTI masih mendominasi nominasi. Sebuah simbiosis menahun yang terpelihara apik, meski tak menjamin hasil yang baik.

AMI Awards 2019 akan dihelat pada 28 November 2019 mendatang. Tahun ini, penyelenggara menetapkan tema menarik: Musik Bahasa Dunia. Tema ini dipilih untuk menggambarkan kemajuan industri musik Indonesia saat ini. Perkembangan teknologi memungkinkan distribusi karya musisi lokal dilakukan lebih luas.

Penikmat karya musisi lokal pun tak hanya pendengar di dalam negeri, tapi juga mancanegara. Harapan AMI Awards besar dengan banyaknya apresiasi yang diberikan masyarakat kepada musisi lokal. Tidak hanya tema baru, AMI Awards lebih meningkatkan pemilihan sistem voting melalui online guna membuat akses lebih efektif.

Selain tema dan sistem voting, tak banyak pembaruan yang memperlihatkan progresivitas AMI Awards sebagai barometer perkembangan musik lokal. Kami berfokus menyoroti unsur terpenting dalam perkara ini, yakni daftar nominasi. Mereka, calon raja-raja dan ratu malam penghargaan.


Konferensi pers AMI Awards di Gedung Sarinah (Tarida/era.id)


Melihat daftar nominasi tahun ini, ada pola yang mirip seperti tahun-tahun sebelumnya. Merujuk pada penyelenggaraan tahun lalu, misalnya. Tahun ini, nominasi AMI Awards kembali didominasi oleh talenta-talenta ajang pencarian bakat. Ada Lesty, juara D'Academy 2014 (Indosiar) yang menempati daftar nominasi Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Kontemporer Terbaik.

Ada juga nama Andmesh Kamaleng, juara Rising Star musim 2016 dan Marion Jola, jebolan Indonesia Idol tahun 2018. Keduanya sama-sama jebolan ajang pencarian bakat yang diselenggarakan RCTI. Andmesh maupun Marion juga sama-sama menempati daftar nominasi penting: Artis Solo Pop Pria Terbaik dan Artis Solo Pop Wanita Terbaik.

Selain Lesty, Andmesh, dan Marion, kami telah menyusun daftar nama nominasi AMI Awards 2019 lain yang berasal dari kontes menyanyi. Daftar ini kami himpun dari sebelas nominasi, mulai dari Pendatang Terbaru Terbaik hingga Album Terbaik dan Duo/Grup Pop Terbaik.


1. Pendatang Baru Terbaik: 
Yotari - JOOX Karaoke Superstar 2018 - Juara

2. Artis Solo Pria/Wanita Soul RnB Terbaik:
Gloria Jessica - The Voice 2016 - Semi Final (8 Besar)
Rinni Wulandari - Indonesian Idol 2007 - Juara
Teza Sumendra - Indonesian Idol 2006 - Semi Final (10 Besar)

3. Karya Produksi Kolaborasi Terbaik:
Marion Jola - Indonesian Idol 2018 - 6 Besar
Mikha Angelo (The Overtunes) - The X Factor 2012 - 4 Besar
Monita Tahalea - Indonesian Idol 2005 - 4 Besar

4. Artis Solo Pop Pria Terbaik:
Andmesh Kamaleng - Rising Star Indonesia 2016 - Winner
Judika - Indonesian Idol 2005 - Runner Up
Kunto Aji - Indonesian Idol 2008 - 4 Besar

5. Album Terbaik:
Kunto Aji - Indonesian Idol 2008 - 4 Besar
Mikha Angelo (The Overtunes) - The X Factor 2012 - 4 Besar

6. Artis Solo Wanita Pop Terbaik:
Brisia Jodie - Indonesian Idol 2018 - 7 Besar
Fatin - The X Factor 2012 - Juara
Hanin Dhiya - Rising Star Indonesia 2014 - Runner Up
Marion Jola - Indonesian Idol 2018 - 6 Besar

7. Artis Solo Pria/Wanita Urban Terbaik:
Marion Jola - Indonesian Idol 2018 - 6 Besar

8. Karya Produksi Terbaik Terbaik:
Mikha Angelo (The Overtunes) - The X Factor 2012 - 4 Besar
Monita Tahalea - Indonesian Idol 2005 - 4 Besar
Andmesh Kamaleng - Rising Star Indonesia 2016 - Juara
Marion Jola - Indonesian Idol 2018 - 6 Besar

9. Duo/Group Pop Terbaik:
Regina Poetiray (Geisha) - The Voice Indonesia 2016 - Gugur episode 13
Mikha Angelo (The Overtunes) - The X Factor 2012 - 4 Besar

10. Artis Solo Pria/Wanita Alternatif:
Kunto Aji - Indonesian Idol 2008 - 4 Besar
Monita Tahalea - Indonesian Idol 2005 - 4 Besar

11. Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Kontemporer Terbaik:
Lesty - D’Academy 2014 - Juara
 



RCTI oke

Sebuah prestasi yang sangat oke bagi RCTI dan Indonesian Idol terutama. Indonesian Idol adalah program pencarian bakat spin-off dari Pop Idol asal Inggris. Memulai musim pertamanya di tahun 2004, Indonesian Idol menjadi salah satu acara dengan rating tertinggi dan ditunggu penonton. Setiap musim, Indonesian Idol selalu mengorbitkan banyak penyanyi. Sebut saja mendiang Mike Mohede, Judika Sihotang, Citra Scholastika, dan Marion barangkali yang terpopuler dan terhangat hari ini.

Kemunculan Marion di Indonesian Idol memang istimewa. Marion masuk di tahun 2018, musim emas bagi Indonesian Idol setelah vakum selama tiga tahun. Musim itu, Indonesian Idol kembali dengan tema “Idol is Back!” Meski hanya sampai babak delapan besar, eksposur Marion di Indonesian Idol jadi modal penting bagi injakan kaki pertamanya di industri musik.

Di AMI Awards, prestasi Marion tak bisa dibilang kacangan. Tahun lalu, ia menyabet penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik lewat lagunya Jangan. Selain itu, kolaborasinya bersama Rayi Putra (RAN) itu juga menempatkan Marion sebagai nominasi di tiga kategori lainnya: Karya Produksi Kolaborasi Terbaik, Karya Produksi Terbaik, dan Duo/Grup Terbaik.

Menurut jurnalis musik senior, Denny MR, kerja sama RCTI dan AMI bukan tabir. Simbiosis keduanya terjadi secara terang benderang. “Kerja sama RCTI dengan AMI Awards selama ini bersifat simbiosis. Televisi itu pasti memiliki kepentingan bisnis. Kalau share-nya besar, maka dia akan memengaruhi acara live-nya nanti. Misalnya, mereka bisa memasukkan artis-artisnya sebagai pengisi acara walaupun di luar konsep yang dibuat project director” kata Denny kepada era.id beberapa waktu lalu.


Marion Jola di AMI Awards 2018 (Instagram/marionjola)


Bagi AMI, ajang pencarian bakat di televisi, terutama RCTI sangat membantu tim penilai untuk mencari bakat-bakat untuk kemudian dijadikan nominasi. Bukan tanpa alasan. Ajang pencarian bakat biar bagaimanapun memiliki sistem solid untuk memonitor kemampuan teknis bakat-bakatnya. Sederhananya, AMI tak perlu repot-repot mengukur kualitas musisi jebolan ajang pencarian bakat karena bagian itu telah dikerjakan oleh penyelenggara kontes tersebut.

“Lembaga yang menyelenggarakan awarding di mana pun di dunia punya semacam pertanggungjawaban secara teknis. Artinya, pemenang sebuah kontes sudah dipastikan adalah mereka yang unggul dalam penguasaan teknis, kemampuan olah vokal, dan lain-lain. Penguasaan teknis menjadi acuan dasar dalam menentukan para nominator. Saya tahu persis hal ini karena pernah beberapa kali menjadi juri AMI Awards, bahkan sejak ajang ini masih bernama BASF Awards,” tutur Denny.

Meski RCTI dan AMI memiliki keterikatan kuat. Sejatinya simbiosis ini tak serta merta jadi penentu kesuksesan seorang penyanyi secara komersial. Sederhana saja. AMI Awards tak mungkin dapat mewakili telinga masyarakat luas. Jadi, apapun hasil yang ditetapkan tim penilai, juri sesungguhnya adalah masyarakat luas. Semua kembali ke telinga masyarakat. Artinya, semua juga kembali pada kualitas para musisi.

“Peserta yang masuk nominasi otomatis memperoleh popularitas, Minimal eksistensinya diperhitungkan. Tapi ini tidak menjamin keberhasilan secara komersial. Karena keberhasilan komersial lebih ditentukan oleh konumen musik langsung (pendengar),” Denny, menutup sesi wawancara.

Bagikan :

Reporter : Tarida Angelina
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
Lifestyle
Rabu, 09 Oktober 2019 WIB

Melihat AMI Awards 2019 Bekerja

GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
22 November 2019 20:50 WIB

KPK yang Masih Bingung dengan Status Stafsus Milenial Jokowi

Mereka masuk kategori penyelenggara negara atau tidak?
 
Nasional
22 November 2019 20:15 WIB

Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8 Miliar untuk Tiga WNI yang Disandera

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina
Lifestyle
22 November 2019 20:02 WIB

Belajar Mencintai Diri dari Pengalaman Buruk Edsa Estella

Sebuah perlawanan terhadap bullying ala Edsa Estella
Nasional
22 November 2019 19:27 WIB

Kala BUMN dan PDIP Rebutan Ahok

Menteri BUMN minta Ahok lepas status kader parpol, PDIP ogah Ahok pergi
Ekonomi
22 November 2019 18:35 WIB

Misi Utama Ahok di Pertamina: Dobrak Impor Migas

Impor minyak membengkak terus