Selasa, 10 Desember 2019
Sebuah tragedi yang juga jadi aib besar bagi bangsa Indonesia
19 November 2019 11:49 WIB

Tragedi Santa Cruz: Pembantaian Berdarah Dingin di Timor Timur

Sebuah tragedi yang juga jadi aib besar bagi bangsa Indonesia
Bagikan :


Jakarta, era.id - Bulan November adalah puluhan hari yang mencatat banyak sejarah bagi Indonesia. Epos perjuangan di Surabaya yang mengharumkan nama bangsa, hingga kisah pembantaian di Timor Timur yang mencoreng nama Indonesia. Ini dia kisah pembantaian berdarah dingin di Timor Timur.

Tanggal 12 November 1991, ketegangan pecah ketika para mahasiswa dan pemuda di Santa Cruz, Dili, Timor Timur melakukan demonstrasi. Mereka menuntut pertanggung jawaban pemerintah Indonesia atas tewasnya rekan mereka, Sebastiao Gomes.

Demonstrasi kala itu dilakukan di pemakaman Santiao. Massa demo yang juga pro-gerakan separatis itu ditembaki oleh militer. Akibatnya, tragedi. 271 orang tewas, 382 terluka, dan 250 lainnya menghilang.

Saat peristiwa terjadi, dua jurnalis Amerika Serikat, Amy Goodman dan Allan Nairn lagi ada di tanah yang kini bernama Timor Leste. Peristiwa itu pun diabadikan lewat rekaman video.


Baca Juga : Mengetahui Asal Mula Penamaan Tangkuban Parahu Lewat Toponimi

In cold blood, the massacre of East Timor

Peristiwa itu belakangan jadi aib bagi pemerintah Indonesia ketika gambar pembantaian tersiar ke seluruh dunia. Goodman dan Nairn berhasil menyelundupkan rekaman keluar dari Timor Timur.

Rekaman itu pun ditayangkan di ITV di Britania dengan judul liputan In Cold Blood, The Masssacre of East Timor pada Januari 1992. Mata dunia pun tertuju pada pemerintah Indonesia.

Kejadian ini turut berbuntut pada merenggangnya hubungan antara Indonesia dan Australia. Pemerintah dan warga Australia yang saat itu setia mendukung rezim Soeharto kecewa. Australia yang terlibat dalam pendudukan Timor Timur melihat pembantaian Santa Cruz sebagai pengkhianatan pemerintah Indonesia terhadap dukungan mereka.

Tragedi Santa Cruz juga jadi pemantik perhatian dunia internasional untuk lebih memperhatikan nasib Timor Timur. PBB pun turun langsung ke Timor Timur untuk lebih mengintensifkan negosiasi. Tragedi Santa Cruz kini diperingati setiap 12 November sebagai Hari Pemuda oleh rakyat Timor Leste.
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
10 Desember 2019 09:32 WIB

Rusia Dilarang Tampil Dalam Event Olahraga 4 Tahun Kedepan

Gara-gara doping
Internasional
10 Desember 2019 08:18 WIB

Arab Saudi yang Makin Longgar Soal Pemisahan Gender

Pintu masuk cafe dan restoran tak lagi dipisah
Nusantara
10 Desember 2019 07:07 WIB

Pemprov Aceh Beli 4 Pesawat Nurtanio

Untuk pesawat perintis, evakuasi medis dan kargo
megapolitan
10 Desember 2019 05:50 WIB

Nasib PKL di Jakarta: di Sana Boleh Jualan, di Sini Digusur

Akhirnya para pedagang, bingung
 
Nasional
09 Desember 2019 21:00 WIB

Polri Sebut Punya Bukti Baru Soal Kasus Novel Baswedan

"Tidak akan berapa lama lagi, Insyaallah tidak akan sampai berbulan-bulan"