Selasa, 19 Februari 2019
Menteri LHK Siti Nurbaya
26 Mei 2018 14:25 WIB

KLHK Libatkan Pemulung Kelola Kebijakan Sampah

Jangan alergi dengan kehadiran pemulung
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan melibatkan komunitas pemulung untuk menyusun kebijakan tata kelola sampah. 

Supaya kamu tahu, saat ini ada dua organisasi masyarakat yang mewadahi pemulung. Yang pertama Asosiasi Pemulung dan Pelapak Indonesia (APPI) serta Ikatan Pemulung Indonesia (IPI).

''Saya akan undang mereka untuk finalisasi Peraturan Menteri (Permen) gerakan kelola sampah. Kemarin sudah saya sampaikan langsung pada Bung Poly (Ketua IPI) usai acara diskusi dan buka puasa bersama,'' kata Menteri LHK Siti Nurbaya, Sabtu (26/5/2018).

Sesuai dengan Peraturan Presiden No 97 Tahun 2017, pemerintah membutuhkan dukungan dari banyak pihak, seperti pengusaha, Pemda, pengelola Bank Sampah, komunitas peduli lingkungan, hingga komunitas pemulung untuk mencapai target 30% pengurangan sampah dan 70% penanganan sampai tahun 2025.


Baca Juga : Menyulap Limbah Popok jadi Pupuk

"Karena kekuatan utama pengelolaan sampah ada pada masyarakat," kata Siti.

KLHK memaparkan, ada sekitar lima juta pemulung yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia. Kontribusi pemulung di TPST Bantar Gebang, contohnya, mengambil kembali sampah yang dapat didaur ulang sebanyak 420 ton/hari.

''Kita harus mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pemulung yang sudah membantu kerja pemerintah,'' kata Siti. 

Selain itu, ia juga mengapresiasi semakin berkembangnya Bank Sampah di masyarakat yang dapat menumbuhkan ekonomi sirkular.

Ada 5.244 bank sampah di 31 provinsi dan 218 kabupaten/kota di Indonesia. Jumlah pelibatan masyarakat di Bank Sampah mencapai 174.904 orang. Bank sampah berkontribusi mengurangi sampah nasional sebesar 1,7%.

Saat ini juga terdapat 722 komunitas gerakan masyarakat yang peduli terhadap pengelolaan sampah, dan jumlahnya terus meningkat.

Ketua Ikatan Pemulung Indonesia, Polly Lengkong mengatakan, saat ini ada sekitar 6 ribu pemulung di Bantar Gebang. Jika tidak ada mereka, 20-30% sampah tidak akan terangkut. Ia berharap nantinya pemulung tidak lagi tinggal di gubuk. Malah bisa mendirikan kawasan industri pengelolaan sampah dan menjadi anggota BPJS.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Yohanes Sebastian
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
19 Februari 2019 15:12 WIB

Mercedes Khawatir Terganggu Brexit

Pabrik dan fasilitas operasi mesin Mercedes ada di Inggris
Suara-Milenials
19 Februari 2019 15:05 WIB

VIDEO: Jelang Pilres Pelajar di Jakarta Utara Rekam e-KTP

Pelaksanaan pencetakan e-KTP dilakukan bagi para pelajar SMA yang sudah berusia 17 tahun
Peristiwa
19 Februari 2019 14:37 WIB

Jokowi Dilaporkan Lagi ke Bawaslu

Kali ini pakai pasal KUHP
Olahraga
19 Februari 2019 14:34 WIB

Indonesia Resmi Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 

Proses pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032 akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada 2024
Peristiwa
19 Februari 2019 14:09 WIB

Ma'ruf: Mereka Kebanyakan Nonton Mission Impossible

Ini terkait meme perlengkapan canggih yang disebut akan digunakan Ma'ruf saat debat 
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR