Senin, 16 Desember 2019
Aldi Novel Adilang saat terombang-ambing di laut (Foto: Facebook KJRI Osaka)
23 September 2018 10:11 WIB

Dramatisnya Kisah Aldi Novel yang Hanyut 49 Hari di Lautan

Ini kisah nyata, bukan dalam film Life of Pi
Bagikan :


Jakarta, era.id - Pepatah mengatakan dalam sebuah lagu rakyat: 'Nenek moyangku seorang pelaut.' Tapi, bagaimana rasanya jika terombang-ambing di tengah lautan selama hampir dua bulan. Tanpa makanan, tanpa air bersih, dan terancam oleh serangan ikan hiu? Berikut kisahnya.

Sebelumnya kami coba kasih bocoran. Ini bukan cerita dalam film Life of Pi. Tapi kisah nyata yang menimpa pemuda asal Wori, Minahasa, Sulawesi Utara berusia 19 tahun, Aldi Novel Adilang, yang hanyut di lautan selama 49 hari sebelum akhirnya ditemukan kapal berbendera Panama.

Dikutip dari akun Twitter @naztaaa, pada 14 Juli 2018, penjaga lampu di rompong (rumah rakit di lautan), Aldi baru saja selesai menangkap ikan di Pulau Doi, Ternate. Karena anginnya sangat kencang, tali rakitnya lepas hingga terbawa arus sampai perairan Guam. Ya, mata pencaharian sebagian penduduk Minahasa Utara adalah nelayan, karena selain dekat dengan laut di sana banyak keturunan Sangihe yang terkenal sebagai pelaut. 

Di dalam rumah rakit ini sebenarnya juga sudah ada perlengkapan untuk bertahan hidup seperti generator, radio Handy Talky (HT), beras, baju, dan kelengkapan dapur lainnya. Tapi yang namanya hanyut, tentu saja di luar dugaan dan bikin panik. Apalagi, masih menurut akun Twitter bernama Natanel Anatasye, Aldi tidak bisa membaca koordinat dan tidak memiliki kompas. 


Baca Juga : Cinta Luar Biasa 'Rajai' Penelusuran Google Indonesia Sepanjang 2019

Meski sempat menghubungi temannya via HT dan beberapa kapal penangkap ikan langsung melakukan pencarian, mereka tidak bisa menemukan Aldi. Segala upaya pun dilakukan Aldi, termasuk mencoba menghentikan kapal yang melintas. Tapi, mereka tidak menggubris atau bahkan tak melihat rakit Aldi yang terlalu kecil.

Persediaan makanan menipis, air minum habis. Aldi pun mencoba bertahan hidup dengan cara makan ikan mentah dan minum air laut. Tapi masalah tidak selesai sampai di situ. Ibarat dalam film, aroma ketakutan Aldi mulai tercium ikan hiu yang serta merta mengitari rakitnya selama sehari penuh. Lalu, sebuah ikan raksasa pun muncul di sisi kanan rakitnya. Bayangkan!


Aldi saat ditemukan kapal berbendera Panama (Foto: Facebook KJRI Osaka)

Setelah berada di tengah lautan selama sekitar satu setengah bulan, Aldi akhirnya ditemukan oleh kapal berbendera Panama, M.V. Arpeggio pada 31 Agustus 2018 ketika tengah berada di perairan berjarak 125 km dari pesisir utara Manado. Sebuah 'sinyal' kecil yang dikirimkan Aldi melalui HT terbaca kapten kapal yang lantas melakukan pertolongan.


Aldi saat dicek kesehatannya oleh tim medis Jepang (Foto: Facebook KJRI Osaka)

Setelah kapal bersandar untuk memastikan kondisi Aldi, sang kapten menghubungi kedutaan Indonesia terdekat. Pada 6 September Aldi dijemput oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka Tokuyama, Prefektur Yamaguchi, Jepang. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Aldi, mereka mengawal Aldi hingga mendapat izin kepulangan ke Indonesia dari otoritas imigrasi Jepang.


Aldi bersama kapten kapal yang menyelamatkannya (Foto: Facebook KJRI Osaka)

Berdasarkan keterangan yang dilansir dari lama Facebook KJRI Osaka, berselang dua hari, KJRI Osaka mendampingi kepulangan Aldi ke Manado dengan pesawat Garuda Indonesia melalui Tokyo. Saat ini Aldi telah berkumpul dengan keluarganya di Wori, Manado, dan dalam keadaan sehat. Ia bahkan sudah kembali melaut dan--seperti sebelumnya--baru kembali ke pantai setiap 2-3 hari kemudian.

"Angin bertiup layar terkembang, ombak berdebur di tepi pantai, pemuda berani bangkit sekarang, ke laut kita beramai-ramai."


Aldi bersama keluarganya saat tiba di Wori (Facebook KJRI Osaka)

Baca Juga : Pencarian Turis Korsel yang Tenggelam di Gili Trawangan Diperpanjang
Bagikan :
Topik :

Reporter : Riki Noviana
Editor : Riki Noviana
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nusantara
16 Desember 2019 08:48 WIB

Nasib Anak Sekolah Korban Gusuran Tamansari Yang Tak Dipikirkan

Mana lagi di tengah semester
Nasional
16 Desember 2019 08:06 WIB

Gara-Gara Putung Rokok, Gudang Mabel di Jaktim Terbakar

Makanya kalo ngerokok jangan sembarang
megapolitan
16 Desember 2019 08:02 WIB

Pemprov DKI Jakarta Yang Makin 'Maksiat Friendly'

Kata FPI lho pak Anies..
Olahraga
16 Desember 2019 06:29 WIB

Akhir Damai Atlet Senam Pelatnas SEA Games dan Pelatih

Enggak bisa ikut SEA Games karena dituduh tidak perawan

Lifestyle
15 Desember 2019 15:23 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film James Bond 007: No Time to Die dan Wonder Woman 2