Kamis, 24 Januari 2019
Ilustrasi (Pixabay)
11 Januari 2019 09:31 WIB

Bisa Retas WhatsApp dan iMessage, Hadiah Rp14 M Menanti

Ini kompetisi serius buat mencari celah keamanan pada WhatsApp loh
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kalian sudah tahu belum, kalau platform pesan instan WhatsApp terkenal memiliki sistem keamanan enkripsi end-to-end yang sangat canggih, bahkan diklaim kebal hacker. Nah saking amannya, ada kompetisi berhadiah puluhan juta buat kalian yang bisa membobol WhatsApp.

Ya, kompetisi ini diinisiasi oleh Zerodium, perusahaan startup digital yang bekerja untuk mencari celah keamanan bagi pemerintahan di seluruh dunia. Startup ini menawarkan hadiah sebesar 1 juta dolar AS atau setara Rp14,1 miliar bagi siapa pun yang bisa menemukan celah keamanan di WhatsApp, iMessage, SMS/MMS, dan aplikasi pesan lainnya untuk semua sistem operasi smartphone.

“Aplikasi pesan instan umumnya dan khususnya WhatsApp memang sulit untuk dijebol, sebab platform ini menerapkan enkripsi end-to-end. Ini membuat susah pemerintahan kita untuk mengintersepsi komunikasi jenis ini," ujar pendiri Zerodium, Chaouki Bekrar, seperti dikutip Motherboard, Kamis (10/1).
 

Dengan kemampuan enkripsi canggih yang dimiliki WhatsApp saat ini, akan sangat sulit bagi seseorang untuk bisa membobol aplikasi pesan instan itu tanpa merusak smartphone.

Sebelum ini, Zerodium pernah menawarkan hadiah sebesar 500 ribu dolar AS bagi siapapun yang mampu membajak WhatsApp. Namun melihat tingkat kesulitannya, perusahaan rela menambah hadiah hingga dua kali lipatnya.


Baca Juga : Ratusan Data Pribadi Politisi Jerman Diretas

Menurut Maor Shwartz, seorang hacker sekaligus pencari bug atau celah keamanan yang bekerja untuk pemerintah AS. Hadiah 1 juta dolar AS sangat pantas diberikan bagi mereka yang bisa menemukan celah keamanan pada sistem WhatsApp maupun iMessage.

Shwartz bahkan memperkirakan, tawaran hadiah itu bisa kembali naik hingga 4 juta dolar AS atau sekitar Rp14,1 miliar sampai Rp56,4 miliar, tergantung situasi dan seberapa mendesaknya pemerintah mengincar targetnya.

"Eksploitasi itu sangat susah, butuh waktu, tapi banyak peneliti yang mencarinya dan tujuan kami meningkatkan harga adalah untuk melanjutkan momentum ini dan mendorong peneliti untuk terus mencari eksploitasi," jelas Bekrar.

Sayembara semacam ini juga pernah dilakukan oleh beberapa perusahaan teknologi dunia. Hal ini dilakukan agar mereka bisa mengetahui celah keamanan yang mungkin suatu saat akan membahayakan perusahaan dan penggunanya.

Google adalah salah satu contohnya. Raksasa internet itu pernah menawarkan program berhadiah bagi siapa pun yang berhasil menemukan bug di layanan Google pada 2017 lalu.
 
Bagikan :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
24 Januari 2019 09:51 WIB

Ahok di Balik Jeruji: Membaca Sampai Membuat Buku

Bukunya berjudul Kebijakan Ahok dan diluncurkan pada Agustus 2018
Teknologi
24 Januari 2019 09:14 WIB

Ahok Bebas, Subscriber Youtube BTP Meroket Dalam Semalam

Apakah ini artinya BTP akan menjadi seorang Youtuber?
Nusantara
24 Januari 2019 09:12 WIB

Asyik, Kirim Buku ke Seluruh Indonesia Gratis

 Kebijakan ini berlaku kalau ngirim lewat Pos Indonesia, di tanggal 17 setiap…
Nasional
24 Januari 2019 09:10 WIB

VIDEO: Penantian Ahokers Hingga Menginap di Mako Brimob

Selain bernyanyi mereka juga berdoa untuk Ahok
Nasional
24 Januari 2019 08:41 WIB

Mencari Tahu Makanan Kesukaan Ahok

Pisang, ayam ketumbar, dan mie goreng seafood Bangka adalah makanan favorit…