Rabu, 20 Maret 2019
Ilustrasi (Pixabay)
11 Januari 2019 09:31 WIB

Bisa Retas WhatsApp dan iMessage, Hadiah Rp14 M Menanti

Ini kompetisi serius buat mencari celah keamanan pada WhatsApp loh
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kalian sudah tahu belum, kalau platform pesan instan WhatsApp terkenal memiliki sistem keamanan enkripsi end-to-end yang sangat canggih, bahkan diklaim kebal hacker. Nah saking amannya, ada kompetisi berhadiah puluhan juta buat kalian yang bisa membobol WhatsApp.

Ya, kompetisi ini diinisiasi oleh Zerodium, perusahaan startup digital yang bekerja untuk mencari celah keamanan bagi pemerintahan di seluruh dunia. Startup ini menawarkan hadiah sebesar 1 juta dolar AS atau setara Rp14,1 miliar bagi siapa pun yang bisa menemukan celah keamanan di WhatsApp, iMessage, SMS/MMS, dan aplikasi pesan lainnya untuk semua sistem operasi smartphone.

“Aplikasi pesan instan umumnya dan khususnya WhatsApp memang sulit untuk dijebol, sebab platform ini menerapkan enkripsi end-to-end. Ini membuat susah pemerintahan kita untuk mengintersepsi komunikasi jenis ini," ujar pendiri Zerodium, Chaouki Bekrar, seperti dikutip Motherboard, Kamis (10/1).
 

Dengan kemampuan enkripsi canggih yang dimiliki WhatsApp saat ini, akan sangat sulit bagi seseorang untuk bisa membobol aplikasi pesan instan itu tanpa merusak smartphone.

Sebelum ini, Zerodium pernah menawarkan hadiah sebesar 500 ribu dolar AS bagi siapapun yang mampu membajak WhatsApp. Namun melihat tingkat kesulitannya, perusahaan rela menambah hadiah hingga dua kali lipatnya.


Baca Juga : 13 Juta Akun Bukalapak Diretas, Kurang Penetration Test?

Menurut Maor Shwartz, seorang hacker sekaligus pencari bug atau celah keamanan yang bekerja untuk pemerintah AS. Hadiah 1 juta dolar AS sangat pantas diberikan bagi mereka yang bisa menemukan celah keamanan pada sistem WhatsApp maupun iMessage.

Shwartz bahkan memperkirakan, tawaran hadiah itu bisa kembali naik hingga 4 juta dolar AS atau sekitar Rp14,1 miliar sampai Rp56,4 miliar, tergantung situasi dan seberapa mendesaknya pemerintah mengincar targetnya.

"Eksploitasi itu sangat susah, butuh waktu, tapi banyak peneliti yang mencarinya dan tujuan kami meningkatkan harga adalah untuk melanjutkan momentum ini dan mendorong peneliti untuk terus mencari eksploitasi," jelas Bekrar.

Sayembara semacam ini juga pernah dilakukan oleh beberapa perusahaan teknologi dunia. Hal ini dilakukan agar mereka bisa mengetahui celah keamanan yang mungkin suatu saat akan membahayakan perusahaan dan penggunanya.

Google adalah salah satu contohnya. Raksasa internet itu pernah menawarkan program berhadiah bagi siapa pun yang berhasil menemukan bug di layanan Google pada 2017 lalu.
 
Bagikan :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
20 Maret 2019 16:27 WIB

Konser Eks Vokalis Pantera di Selandia Baru Dibatalkan

Ini terkait salam Nazi dan supremasi kulit putih sang vokalis
Suara-Milenials
20 Maret 2019 16:17 WIB

Kampanye Rapat Umum Pemilu 2019 Dipastikan Aman

Selain ada ratusan ribu personel yang bersiaga, masyarakat juga diminta membantunya
Nusantara
20 Maret 2019 16:05 WIB

Siklon Tropis Veronika Berdampak pada Yogyakarta

Warga Yogyakarta, bersiap!
Internasional
20 Maret 2019 15:36 WIB

Konvoi Truk Pengangkut Uranium Diserang di Brazil

Macam di film-film
Lifestyle
20 Maret 2019 15:18 WIB

Greta Van Fleet dan Robert Plant Sepanggung di Woodstock 50

Ketika 'ori' dan 'KW' tampil bareng