Jumat, 21 Februari 2020
Rapat paripurna DPRD DKI Jakarta (Diah/era.id)
12 September 2019 09:27 WIB

Anggota Dewan Jakarta yang Ingin Rapat Pakai e-Notulen

Jadi enggak capek-capek lagi ya nyatet~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Anggota DPRD DKI periode 2019-2024 ingin menambahkan sentuhan teknologi modern dalam bekerja. Mereka berencana mengadakan sistem e-Notulen dalam setiap kegiatan rapat.

Buat yang belum tahu, e-Notulen yang diusulkan ini adalah perangkat digital yang membantu merekam data notulensi dan merangkum hasil rapat jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Wakil Ketua DPRD DKI sementara, Syarif, bilang bahwa aplikasi e-Notulen mampu mengefisiensi proses pelaporan hasil rapat. Dengan aplikasi ini pihak sekretariat tak perlu melakukan pengetikan manual.

"Kalau pakai e-Notulen, otomatis menjadi format dokumen. Hasilnya akan langsung bisa dicetak dan secara paralel tersimpan pada database, sehingga seluruh peserta rapat dapat mengakses dokumen hasil notulensi rapat secara langsung saat itu juga," kata Syarif di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (11/9).


Baca Juga : Etika Meributkan Anggaran Janggal di Luar Parlemen

Tapi, anggota parlemen DKI ini mesti sabar menunggu. Syarif bilang, landasan hukum penyediaan e-Notulen baru bisa dimasukkan dalam tata tertib (tatib) pada pertengahan tahun 2020.

Mengingat, saat ini program tersebut masih dalam tahap penyempurnaan. Memang sih sudah dua bulan lalu dicoba-coba, namun notulen "robot" ini masih sering salah pengetikan.

"e-Notulen ini sudah berjalan dua bulan, tapi masih dalam percobaan, trial and error. Jadi, belum bisa masuk tatib sekarang karena harus diperbaiki dulu sistemnya. Misalnya, kayak kemarin ucapan saya di komisi A, bahasa lisan saya ketika ditranskrip ada perbedaan sedikit," tutur Syarif.

Untuk diketahui, e-Notulen akan dimasukkan dalam Pasal 144 Tatib DPRD DKI 2019-2024 pada Ayat (1) yang berbunyi "Dalam setiap rapat DPRD dibuat catatan rapat dan laporan singkat yang ditandatangani oleh pimpinan rapat yang bersangkutan".

Kemudian, di Ayat (2) ditegaskan bahwa catatan rapat memuat pokok pembicaraan, kesimpulan, dan atau keputusan yang dihasilkan dalam rapat sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). Serta, dilengkapi dengan catatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143, jika rapat itu dilakukan secara tertutup.

Sebagai informasi, DPRD DKI bukan yang pertama kali merencanakan e-Notulensi bagi rapat para dewan. Salah satu dewan daerah yang memelopori e-Notulen adalah DPRD Kota Surakarta.

Dalam laman dprd.surakarta.go.id, DPRD Surakarta sudah mengunakan teknologi e-Notulen sejak 2017, tertuang dalam Surat Keputusan Sekretaris DPRD Kota Surakarta Nomor 834/004/I/2017 tentang penerapan dan implementasi system digital parlement Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surakarta.

Bahkan, beberapa DPRD Kota lainnya sudah melirik dan melakukan studi banding soal e-Notulen ke Surakarta, seperti DPRD kota Lamongan, DPRD Kota Kupang, serta DPRD Kabupaten Sidoarjo.
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Februari 2020 22:22 WIB

What's On Today, 20 Februari 2020

Podcast berita Indonesia terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Nusantara
20 Februari 2020 21:08 WIB

Tak Bisa ke Indonesia, Mahasiswa Unpad Asal China Kuliah Online

Gara-gara COVID-19
Lifestyle
20 Februari 2020 20:32 WIB

Riki Rhino, Film Animasi Karya Anak Bangsa

Ridwan Kamil 'jadi' Elang Jawa
Lifestyle
20 Februari 2020 19:38 WIB

Eddies Adelia yang Belum Siap Berhijab Syar'i

Yang penting tertutup dulu