Selasa, 25 Juni 2019
Mendur bersaudara bersama rekan kantor berita foto IPPHOS. (Foto: Istimewa/IPPHOS)
09 Februari 2018 06:08 WIB

Mendur Brothers, Maestro Pewarta Foto Indonesia

Aksi heroik di balik foto bersejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Bagikan :


Jakarta, era.id - Indonesia patut bersyukur dengan kakak beradik Frans Soemarto Mendur dan Alex Impurung Mendur. Berkat kegigihan keduanya, rakyat Indonesia hingga kini bisa menikmati foto proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan Soekarno-Hatta, 17 Agustus 1945. 

Tidak seperti hari ini, seseorang bisa dengan mudah membekukan gambar dan mengunggahnya ke media sosial. Dahulu, Mendur bersaudara harus berjibaku dengan hunusan laras panjang militer Jepang saat hendak mengabadikan momen sakral tersebut.

Saat itu, kabar Indonesia Merdeka belum menyebar luas karena keterbatasan media dikendalikan Jepang. Radio masih disegel Jepang dan bendera Hinomaru masih berkibar di mana-mana. Saat itu patroli Jepang pun masih berkeliaran di kota-kota besar di Indonesia.

Mendur bersuadara berhasil menyelinap ke kediaman sang proklamator di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Cikini, Jakarta, sikitar pukul 05.00 pagi.


Baca Juga : Gak Usah Sotoy Nyebut Intimidasi Risiko Pekerjaan Jurnalis


Soekarno saat membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia (Frans Mendur/Istimewa)


Banyak yang menyebut foto proklamasi kemerdekaan Indonesia diabadikan oleh Frans. Ia menggunakan kamera merek Leica berukuran kecil yang digunakan wartawan foto pada era 1937. Kamera tersebut merupakan kamera mutakhir yang biasa digunakan jurnalis Eropa.

Diburu Tentara Jepang

Usai meninggalkan kediaman Soekarno, tentara Jepang memburu keduanya. Alex Mendur tertangkap. Foto-foto yang baru saja dibuat dimusnahkan dan disita Jepang.

Sementara itu, Frans Mendur berhasil melarikan diri. Negatif fotonya dikubur di tanah dekat pohon di halaman kantor harian Asia Raya. Tak lama tentara Jepang mendatanginya, tapi Frans mengaku negatif foto sudah diambil Barisan Pelopor.


Pengibaran bendera Merah-Putih pertama. (Frans Mendur/Istimewa)

Kendati negatif fotonya selamat, perlu perjuangan untuk mencuci dan mencetaknya. Frans harus mengendap-endap agar sampai di kantor Domei (sekarang kantor berita Antara).

Proklamasi kemerdekaan Indonesia hanya diberitakan singkat di harian Asia Raya, 18 Agustus 1945, tanpa foto karena telah disensor Jepang. Baru pada 1 Oktober 1945, BM Diah bersama wartawan eks harian Asia Raya merebut percetakan De Unie dan mendirikan Harian Merdeka.

Alex Mendur pun pindah ke Harian Merdeka. Foto bersejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia karya Frans Mendur tersebut baru bisa dipublikasikan pertama kali pada 20 Februari 1946 di halaman muka Harian Merdeka.
Bagikan :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
24 Juni 2019 22:23 WIB

Tak Ada Politik Gratis, Pun untuk NU

Nehi, nehi..
megapolitan
24 Juni 2019 21:10 WIB

Bisa Jadi Gugatan Prabowo Dikabulkan MK, Asal . . .

Biar paham dengerin aja podcast kita
Nasional
24 Juni 2019 19:58 WIB

Kalau Bisa Nobar Putusan MK, Kenapa Harus Demo?

Daripada panas-panasan di jalanan, mending duduk anteng di rumah
Nasional
24 Juni 2019 18:38 WIB

Putusan MK Dipercepat, Semua Pihak Manut

Putusan sembilan orang itu bersifat final dan mengikat