Senin, 16 September 2019
Salah satu peserta aksi di Bawaslu (Irfan/era.id)
21 Mei 2019 15:41 WIB

Demo yang Tak Bisa Ubah Hasil Pilpres

Daripada demo, mending ajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sejumlah orang yang menilai Pemilu 2019 banyak kecurangan, menggelar demonstrasi di depan kantor Bawaslu. Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi saran, daripada menggelar aksi, lebih baik mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Massa yang menggelar aksi menolak kecurangan pemilu ini datang dari berbagai titik di sekitaran kawasan Thamrin. Mereka mendapat pengawalan ketat polisi. Sama seperti Gedung Bawaslu yang juga mendapat pengamanan berlapis. Peserta aksi banyak dari laki-laki. Namun ada juga kaum ibu-ibu yang hadir dan berada di posisi depan.

Buat Jusuf Kalla, membludaknya jumlah massa yang datang tak akan bisa mengubah hasil rekapitulasi nasional yang sudah diumumkan KPU tengah malam tadi. Jika para peserta aksi ini merasa ada kecurangan dalam pemilu, silakan menggugat melalui MK.

"Yang mengubah hanya apabila ada suatu laporan yang terbukti, yaitu ke MK," kata Jusuf Kalla.


Baca Juga : Politik di Antara Gerindra dan PPP

Unjuk rasa memang tidak dilarang untuk dilakukan sebagai bentuk protes terhadap keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun dia mewanti-wanti supaya demonstrasi dilakukan dengan tertib dan tidak melanggar peraturan yang berlaku.

"Boleh saja tentu berpendapat atau mengeluarkan pandangan dalam bentuk demonstrasi, tapi harus juga teratur sesuai prosedur. Sabar, karena dalam kontestasi ini ada yang harus kecewa. Kekecewaan paslon 02 tidak mengubah keputusan," jelasnya.


Pengamanan ketat di gedung Bawaslu (Irfan/era.id)


Peserta aksi di Bawaslu (Irfan/era.id)


Dari hasil rekapitulasi suara nasional di 34 Provinsi dan pemilihan luar negeri, Joko Widodo-Ma'ruf Amin keluar sebagai pemenang Pilpres 2019. KPU menyatakan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 85.607.362 suara atau 55,50 persen suara. Sedangkan, Prabowo-Sandiaga mendapat 68.650.239 suara atau 44,50 persen.

Jika dipetakan tiap provinsi di Indonesia, Jokowi-Ma'ruf menang di Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, D.I Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Papua Barat, Sumatra Utara, Maluku, dan Papua.

Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga hanya berhasil meraih kemenangan di 13 provinsi, seperti Bengkulu, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Banten, NTB, Aceh, Jawa Barat, Sumatra Selatan, dan Riau. Prabowo-Sandiaga juga unggul di 15 wilayah pemilihan di luar negeri. 

MK membuka kemungkinan bagi pihak yang tidak terima terhadap hasil keputusan KPU melalui penyelesaian sengketa Pilpres 2019. Pendaftaran sengketa Pilpres 2019 mulai dibuka Rabu (22/5) dan ditutup pada Jumat (24/5) pukul 23.59 WIB. Apabila ada pengajuan sengketa Pilpres, maka penetapan capres dan cawapres terpilih oleh KPU akan dilakukan setelah sengketa tersebut selesai diputus MK pada 28 Juni.

Kubu Prabowo-Sandiaga dipastikan akan mengajukan gugatan ke MK sebelum batas waktu berakhir. Padahal sebelumnya mereka pernah sesumbar kalau tak mau melayangkan gugatan karena tak percaya.


Salah satu peserta aksi di Bawaslu (Irfan/era.id)
Bagikan :
Topik :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Moksa Hutasoit
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
15 September 2019 20:31 WIB

Wawancara: Masa Depan Perjuangan Habibie Center

Bagaimana Habibie Center melanjutkan perjuangan selepas kepergian Habibie?
Internasional
15 September 2019 19:44 WIB

Wabah Ebola Seret Menteri Kesehatan Kongo ke Penjara

Kini sang menteri harus bertanggung jawab atas perbuatannya
Nasional
15 September 2019 16:39 WIB

Habibie: Bapak Teknologi Penggila Diskusi

Wawancara kami dengan Wakil Ketua Habibie Center
Lifestyle
15 September 2019 14:49 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film Gemini Man dan SIN: Saat Kekasihmu adalah Kakakmu Sendiri
Lifestyle
15 September 2019 13:49 WIB

Berprakarya dengan Limbah Daur Ulang Styrofoam

Manfaatkan limbah plastik jadi karya seni~