Jumat, 21 Februari 2020
Peresmian TPA Manggar (Dok. Biro Pers Setpres)
18 Desember 2019 19:35 WIB

TPA Sampah Terbaik di Indonesia Ada di Balikpapan

Pakai teknologi sanitary landfill
Bagikan :


Jakarta, era.id - Presiden Joko Widodo meresmikan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Manggar di Kota Balikpapan, Rabu (18/12/2019). Presiden mengatakan, sejauh ini TPA Manggar merupakan yang paling baik di Indonesia.

"Saya lihat di kota-kota lain, saya kira ini adalah pemrosesan akhir sampah yang paling baik di Indonesia. Hijau, tidak bau, bersih, dan pembangunan yang dilakukan juga saya melihat tidak memakan biaya yang begitu banyak. Ini berapa kemarin? Rp160 miliar," kata Presiden kepada awak media seusai acara peresmian.

TPA Sampah Manggar merupakan TPA yang menggunakan teknologi sanitary landfill dalam pengurugan sampahnya. Pemrosesan sampah sendiri telah dimulai sejak dari rumah sebelum sampai ke TPA Manggar.

"Saya kira urusan sampah ini bukan urusan yang sepele. Tapi saya kira Balikpapan sudah memiliki TPA akhir di Manggar ini sangat bagus. Dan bagusnya di Balikpapan ini pemrosesannya dimulai dari rumah, tidak semuanya dibuang di TPA Manggar ini, tapi dikurangi kurang lebih 20-an persen sudah dicegah dulu di rumah, sudah banyak," ujarnya.


Baca Juga : Wajah Jokowi dan Susi Pudjiastuti di New York Fashion Week

Menurut Presiden, pemerintah tengah memberikan prioritas kepada 10 kota dalam menyelesaikan persoalan sampah. Rata-rata semua kota tersebut ingin mengolah sampah untuk dijadikan listrik. Sayangnya, hingga saat ini Presiden mengaku belum melihat hal tersebut.

"Kita kan memberikan prioritas pada 10 kota, kemarin, dalam menyelesaikan persoalan sampah, 10 kota. Rata-rata memang semuanya menjadikan sampah menjadi listrik, tapi sampai sekarang belum ada yang selesai jadi saya belum bisa bercerita banyak. Tapi mungkin akhir tahun depan sudah ada yang selesai," jelasnya.

TPA Sampah Manggar memiliki unit sel landfill seluas 9,1 hektare dengan kapasitas unit pengolahan air lindi sebanyak 1,5 liter per detik. Teknologi yang digunakan untuk pengolahan air lindi adalah dengan proses biologis upflow anaerobic sludge blanket (UASB) dan proses kimia. Dengan fasilitas itu, TPA Sampah Manggar memiliki kapasitas pemrosesan akhir seberat 420 ton per hari.

TPA Sampah Manggar juga berpotensi mengurangi emisi gas metana hingga 27,5 kiloton dan memiliki potensi penurunan emisi rumah kaca hingga 580 kiloton karbondioksida.

Selain meresmikan TPA Sampah Manggar, pada kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo juga meresmikan Bendungan Teritip dan Instalasi Pengolahan Air Teritip. Keduanya diharapkan bisa menjadi sumber air baku untuk Kota Balikpapan.

"Ini sudah dikerjakan 3 tahun yang lalu juga sudah selesai. Itu juga akan menjadi sumber air baku bagi Kota Balikpapan," kata Kepala Negara.
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
21 Februari 2020 21:07 WIB

Kim Go Eun Sumbang Rp1,1 Miliar untuk Wabah COVID-19

Sudah cantik, baik lagi
Lifestyle
21 Februari 2020 20:58 WIB

Podcast Eradotid x Wregas Bhanuteja

Wregas Bhanuteja bocorkan pengalaman dan proyek film yang masih tertunda
Lifestyle
21 Februari 2020 20:02 WIB

Seungri Tetapkan Tanggal Wajib Militer

Hal ini karena persidangan jangka panjang di pengadilan bisa menghambat wajib militer
Nusantara
21 Februari 2020 19:24 WIB

Enam Anggota Pramuka Hanyut Saat Banjir

Empat korban sudah ditemukan
megapolitan
21 Februari 2020 18:57 WIB

Arkeolog Tolak Gelaran Formula E di Monas

Karena cagar budaya