Minggu, 21 Oktober 2018
Yusuf Supendi (Foto: Istimewa)
05 Agustus 2018 16:35 WIB

Alasan Spiritual Yusuf Supendi Gabung PDIP Terungkap

Sebelum meninggal, dalam wawancara bersama sebuah stasiun televisi swasta, Yusuf bercerita
Bagikan :
Jakarta, era.id - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga calon legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan meninggal dunia pada Jumat, 3 Agustus 2018 lalu. Belakangan, sebuah hal terungkap. Dalam sebuah wawancara bersama sebuah stasiun televisi nasional, Yusuf disebut-sebut sempat bertutur soal kebaikan di alam akhirat.

Hal itu dikatakan Yusuf ketika menceritakan soal hasil ijtihad politiknya yang dianggap melawan arus. Iya, melawan arus, dari jalur politik keislaman ke jalur nasionalis. Kata Yusuf, melawan arus adalah sebuah keniscayaan. “Tapi jangan asal melawan arus, tentu demi kebaikan. Dalam hal ini kebaikan dunia dan akhirat,” kata Yusuf dalam tayangan yang kami akses di akun Youtube ‘TalkZShow by Zelda Savitri, Sabtu (4/8).

“Justru dalam melawan arus itu dalam rangka pengristalan. Mana yang baik, mana yang buruk, gitu kan? Namun bagi saya sih ini bukan (sekadar) urusan melawan arus, tapi ini merupakan isi hati nurani,” tambah Yusuf.

Menanggapi jawaban Yusuf itu, Zelda Savitri, jurnalis yang jadi presenter acara tersebut melontarkan pertanyaan pada Yusuf: "Apa yang dikatakan nurani Anda saat memutuskan ini (jalur nasionalis)?”

Yusuf pun mengutip potongan kitab dari Imam Qurtubi yang sering dia baca: “Maka, ketika menjelaskan surat Ali Imran ayat 79, Alladzi Ajma’ul Illa ‘Ilmi Al Bashara Bi Siyasiatih, yaitu mumpuni dalam ilmu pengetahuan dan mapan dalam perpolitikan. Seorang hamba Allah, hamba Tuhan, politik itu bukan ala kadarnya sebagai pekerja politik ya. Harus menguasai perpolitikan itu,” tegas Yusuf.

Lebih lanjut, Yusuf menyebut keputusannya bergabung dengan PDIP telah melewati proses kajian panjang dan pemetaan politik sebelum dan sesudah Pilkada 2018. "Banyak teman teman yang mendorong saya bahwa Pak Yusuf itu harus aktif kembali di politik,” ujarnya.

“Tentu, melihat pilihan ini kalau dalam bahasa Islam itu ‘ijtihad’. Setelah mendapatkan doa restu dari ibu dan didukung dengan keluarga maka saya Bismillah Tawakkaltu’alallah, saya menentukan pilihan itu ke PDI Perjuangan, last minute. Tanggal 9 Juli 2018,” tambahnya.
 



Pribadi Sederhana

Dari wawancara terakhir itu, Zelda Savitri mengaku terkesan dengan kesahajaan Yusuf Supendi. Saat memenuhi undangan wawancara itu, kata Zelda, Yusuf datang bersama anaknya, Ayub. “Waktu itu dari subuh beliau sudah melayani wawancara beberapa TV," tutur Zelda Savitra mengenang.

"Waktu giliran kita mau wawancara ada wartawan yang datang habis ngikutin dia, lalu dia bilang ‘tunggu ya nggak apa-apa kan saya wawancara sama dia dulu sebentar aja, kasihan dia udah nungguin saya dari pagi’,” tambah.

Saat mulai diwawancari Zelda, Yusuf juga sangat ramah dan berusaha untuk mengingat semua nama kru, “Orangnya sederhana, kalau menjelaskan sesuatu itu runut. Jadi sama dia ga dibuat ribet. Tutur katanya pun halus, dan dia bena-benar niat mau jelasin,” ujar Zelda.

Saking niatnya menjelaskan sesuatu, kata Zelda, bahkan Yusuf sempat menitipkan sejumlah buku kepadanya untuk dijadikan bahan referensi. “Supaya bisa disampaikan ke publik,” ujar mantan presenter Metro TV ini.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
21 Oktober 2018 12:03 WIB

Panduan Menghayati Hari Santri buat Milenial

Hari Santri punya makna mendalam soal perjuangan dan persatuan bangsa, gimana ceritanya?
Lifestyle
21 Oktober 2018 11:23 WIB

Melihat Lebih Dekat Produksi FTV Azab

Dari aktor yang lupa nama karakter sendiri hingga mengorek pandangan sang sutradara
Lifestyle
21 Oktober 2018 11:03 WIB

Mimpi Dwi Sasono Ajak Keluarga Keliling Jawa

Mobil, Pulau Jawa, pemandangan, dan budaya Indonesia
Olahraga
21 Oktober 2018 10:07 WIB

Alhamdulilah, Pecah Juga 'Telur' Salah

Dalam laga lawan Huddersfield Town, salah akhiri paceklik gol di empat laga berturut
Lifestyle
21 Oktober 2018 09:34 WIB

Zayn Malik Luncurkan Single Kelima

Album kedua tinggal menghitung hari