Kamis, 21 November 2019
Menkumham Yasonna Laoly (Foto: era.id)
27 Juni 2018 13:30 WIB

Yasonna Pulang Kampung Demi Nyoblos Pilkada Sumut

Yasonna aja bela-belain demi ikut pilkada serentak. Kalau kamu?
Bagikan :


Medan, era.id - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menggunakan hak pilihnya di Pilkada Sumatera Utara (Sumut), Rabu (27/6/2018). Yasonna datang ke tempat pemungutan suara bersama istri, anak, dan menantunya.

Setibanya di TPS di Medan Selayang, Kota Medan, Sumut, Yasonna langsung duduk di kursi antrean pemilih sampai panitia pemilihan memanggilnya masuk ke bilik suara. Yasonna yang mengenakan topi vedora nampak bersemangat memasukkan surat suaranya dan mencelupkan jarinya ke botol tinta.

Supaya kamu tahu, Yasonna sengaja pulang kampun ke Medan. Dia tidak ingin melewatkan berpartisipasi memberikan hak pilihnya di Pilkada Sumut.

"Saya sengaja pulang kampung demi berpartisipasi dalam pilkada. Ini bukti demokrasi Indonesia sudah semakin maju," kata Yasonna, di Medan.


Baca Juga : 'Meneladani' Kemandirian dan Keteguhan Edy Rahmayadi

Ia berharap, pemilihan kepala daerah berlangsung aman dan menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan harapan rakyat.

Yasonna menyebut, Pilkada 2018 harus berjalan demokratis dan menjadi pesta demokrasi yang menyenangkan. Katanya, suasana politik yang kondusif akan berbanding lurus dengan lancarnya program pemerintah meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sebagai anak bangsa, kita jangan terpisah-pisah hanya karena alur pilihan pilkada yang berbeda. Jangan sampai pilkada hanya dijadikan alat untuk berkuasa,” ujarnya.

Dia meyakini, kesuksesan pelaksanaan Pilkada 2018 akan menjadi modal penting untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019. Iklim politik nasional yang bersahabat, kata Yasonna, akan mengundang investor dan selanjutnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Sapa Warga, Sihar Optimis Menangkan Pilkada Sumut

Selain itu, terkait pelaksanaan pilkada, Yasonna meminta aparatur sipil Negara (ASN) menjaga netralitasnya. Ia menegaskan, netralitas ASN merupakan amanat Undang-Undang ASN Nomor 5 Tahun 2014.

"Sebagai aparatur sipil negara, Saudara harus menjaga netralitas, dan bebas dari paham politik manapun," tandasnya.
 
Bagikan :

Reporter : Fitria Chusna Farisa
Editor : Fitria Chusna Farisa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 November 2019 22:45 WIB

What's On Today, 20 November 2019

Nikmatilah sensasi baru menikmati berita
Nasional
20 November 2019 20:03 WIB

Eks Napi Korupsi Masih Dilarang Ikut Pilkada 2020, KPU?

Larangan eks napi Korupsi ikut Pilkada dianggap kuno oleh Mendagri
megapolitan
20 November 2019 19:35 WIB

Kartu Pedagang, Solusi Tekan Harga Beras ala Pemprov DKI

Naik Transjakarta dan MRT gratis, pedagang jangan naikkin harga lagi ya..
Nasional
20 November 2019 19:07 WIB

Jadi Ketua KPK, Irjen Firli Tetap Pakai 'Seragam' Polisi

Tak harus resign, cuma lepaskan jabatan
Nusantara
20 November 2019 18:53 WIB

Warga Ternate Tinggalkan Tenda Pengungsian Pascagempa M 7,1

39 rumah mengalami rusak ringan