Kamis, 21 November 2019
Ilustrasi (Pixabay)
09 November 2019 12:15 WIB

Tips Bagi Para Pekerja yang Punya Hewan Peliharaan

Sibuk sama pekerjaan, bukan berarti lupa sama hewan peliharaan~
Bagikan :
Jakarta, era.id - Bagi para pekerja, mempunyai hewan peliharaan bisa menjadi stress healing tapi sekaligus juga menjadi tantangan tersendiri. Sebab, memelihara hewan di tengah-tengah kesibukan pada pekerjaan bukanlah hal yang mudah. 

Hewan peliharaan sama seperti kita manusia yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang, bukan hanya dikasih makan dan dikurung saat kita kerja. Lalu bagaimana caranya agar hewan peliharaan tetap bahagia di saat kita sibuk dengan rutinitas sehari-hari?

Dokter hewan Drh. Novi Wulandari berbagi tips bagi para pekerja yang ingin atau sudah memelihara hewan di rumah. Menuurtnya, tipe seorang pekerja biasanya jarang di rumah, sehingga harus memastikan apakah ada orang lain di rumah atau tidak.

"Kalau ternyata tinggal sendiri pastikan lingkungannya itu aman, nyaman dan dia (hewan peliharaan) ditinggal sendiri aman," ujar Novi, dikutip Antara.

Keamanan juga harus benar-benar diperhatikan, tidak hanya untuk hewan peliharaan, tetapi juga untuk lingkungan di sekitar rumah. Hal lain yang harus diperhatikan adalah pengaturan suplai makanan. Para pekerja harus sedikit ekstra mengeluarkan usaha untuk membeli peralatan yang mampu mengakomodir akses makanan.

"Dia harus punya dispenser makanan yang bisa dibuka jam tertentu, jadi kucingnya bisa makan atau yang dispenser yang makanan diambil dia turun. Minuman juga otomatis harus tersedia," kata Novi.

Perempuan yang menjabat sebagai Corporate Affairs Manager Royal Canin Indonesia itu juga menekankan pentingnya komitmen pemilik dalam memerlihara hewan peliharaannya.

Selain komitmen biaya, komitmen waktu menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja karena tetap harus menyediakan waktu untuk bermain bersama agar hewan peliharaan tidak stres. Komitmen waktu dan biaya juga termasuk membawa hewan peliharaan ke dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan rutin kesehatan hewan peliharaan.



Baca Juga: Makanan Ini Efektif Buang Racun di Tubuh Akibat Rokok

Dokter hewan drh. Novi Wulandari menyebut lima parameter hewan peliharaan bisa dikatakan sejahtera, salah satunya adalah tidak boleh malnutrisi. "Pertama, mereka bebas akses untuk nutrisi dan minuman, termasuk kita jangan anthropomorphism, memanusiakan hewan, jadi mereka membutuhkan nutrisi yang berbeda dari manusia," ujar Novi.

Kedua, hewan peliharaan dapat dikatakan sejahtera ketika mereka bebas dari rasa sakit dan penyakit. Hal ini berarti mereka harus memiliki akses ke dokter hewan. Jadi pemiliknya harus rutin membawa ke dokter hewan.

Parmeter ketiga adanya rasa nyaman. Menurut Novi, hewan peliharaan dapat dikatakan sejahtera jika mereka memiliki tempat tinggal yang baik. "Kalau kandang, kandangnya juga animal welfare, jadi dia punya tempat tinggal yang baik agar tidak stres," ujar dia.

Stres menjadi parameter keempat. Hewan bisa disebut sejahtera jika mereka bebas dari stres yang dapat datang dari lingkungan di sekitarnya, termasuk keberadaan hewan lain.

Pemilik hewan harus benar-benar mempertimbangkan keberadaan hewan peliharaan yang telah ada sebelum memutuskan untuk mengadopsi hewan peliharaan lain, sebab hal tersebut dapat memicu stres.

"Mungkin sama-sama kucing, tapi kucingnya yang datang atau kucingnya yang sudah lama itu salah satunya alfa, alfa itu dominan, nah itu mereka harus pisahkan, karena kucing itu teritorial," kata Novi.

Terakhir, hewan dikatakan sejahtera jika mereka bisa mengekspresikan natural behavior atau tingkah laku alami mereka. Misalnya, anjing harus rutin diajak bermain atau dibawa jalan karena tingkah laku alami mereka. "Kucing apalagi, karena dia tiga dimensi, manjat-manjat, stres dia karena dia biasa melihat dari atas," kata dia.

Oleh karena itu, menurut Novi, diperlukan komitmen dari pemilik untuk memelihara hewan peliharaan. "Komitmen waktu untuk mengajak bermain, dan komitmen biaya karena mereka suka lupa memeilihara hewan itu jangka panjang, harus milir buat sepuluh tahun, 15 tahun ke depan, sanggup tidak?" ujar Novi.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Noor Pratiwi
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Ekonomi
21 November 2019 12:12 WIB

Kursi Buat Ahok di BUMN: 'Dikepret' Rizal Ramli, Dibela Menteri

"Kayanya hidup gue ditolak melulu,"
Nusantara
21 November 2019 11:43 WIB

Menyegarkan Kembali Ingatan Anak Muda Tentang Pembunuhan Munir

"Munir-Munir itu ada, dan Munir itu kalian,"
Internasional
21 November 2019 10:38 WIB

Rumah Kelahiran Hitler 'Disulap' Jadi Kantor Polisi

Cara pemerintah Austria cegah ziarah kelompok Neo-Nazi
megapolitan
21 November 2019 10:08 WIB

Mahasiswa BEM SI Geruduk Kantor Kemenkes Siang Ini

Tolak kenaikan iuran BPJS
megapolitan
21 November 2019 09:10 WIB

Teka-Teki Penyebab Kopilot Wings Air Bunuh Diri

Diduga karena depresi kena…