Kamis, 02 April 2020
ilustrasi (pixabay)
11 November 2019 18:12 WIB

Harbolnas, Dari Hari Jomblo ke Hari Promo

Udah pada beli apa aja guys?
Bagikan :


Jakarta, era.id - Promo diskon yang ditawarkan oleh berbagai situs e-commerce hari ini sebenarnya kurang pas kalau disebut Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Usut punya usut, Harbolnas berasal dari kebalikan dari hari Valentine, yakni Hari Jomblo (Single Day).

Seperti dinukil investopedia, diskon besar-besaran hari ini sebenarnya adalah hari untuk memperingati orang yang masih jomblo di China. Mereka yang mungkin merasa kesepian akan bisa menghibur dirinya dengan memanjakan diri dengan hadiah-hadiah yang mereka peroleh dari diskon. Dari situ-lah akhirnya tiap perayaan Hari single menjadi hari belanja online terbesar di dunia. 

Mengapa Hari Jomblo jatuh pada 11 November adalah karena tanggal 11/11 merepresentasikan empat angka satu, atau empat orang yang hidup sendiri (lajang), berdiri bersama. Secara harfiah dapat juga diartikan sebagai "liburan satu batang atau single sticks holiday".

Awalnya Hari Jomblo ini disebut sebagai Hari Sarjana. Pertama kali perayaan hari itu dihelat oleh mahasiswa Universitas Nanjing China sekitar tahun 1993 sebagai hari anti-Valentine. Teori yang paling banyak disepakati adalah ada empat mahasiswa asrama Mingcaowuzhu (asrama itu isinya semua pria lajang) Universitas Nanjing mendiskusikan bagaimana mereka bisa "sembuh" dari kesulitan mencari pasangan. Mereka sepakat pada hari itu 11 November akan menjadi hari perayaan untuk menghormati para lajang. Kegiatan ini lantas menyebar dari universitas ke universitas dan terus meluas ke seluruh China.


Baca Juga : VIDEO: Bos Bukalapak, Achmad Zaky Mundur

Menariknya di China, Hari Jomblo ini membuka kesempatan bagi orang lajang untuk 'kopdar' dalam pesta atau sebuah event khusus. Pada hari ini, media China juga membahas dan meliput masalah yang berhubungan dengan cinta dan topik mengenai hubungan. Sejak itu Hari Jomblo sudah mulai dikenal di negara lain bahkan hampir di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia.

Meskipun perayaan Hari Jomblo bukan hari libur nasional di China, namun hari ini telah menjadi hari belanja daring terbesar di dunia. Yang pertama kali membuat acara diskon gila-gilaan pada Hari Jomblo adalah raksasa e-commerce asal China yakni Alibaba. Perusahaan besutan Jack Ma itu memberikan promo diskon pada platformnya khusus seharian pada tanggal ini.

Sejak saat itu, Hari Jomblo menjadi salah satu hari belanja terbesar, mirip dengan Hari Jumat Hitam (Black Friday) dan Cyber Monday di Amerika Serikat.

Sementara itu di Indonesia, kita juga punya hari belanja daring terbesar yakni Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Event ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan bersama oleh berbagai e-commerce di Indonesia pada 12 Desember 2018 dengan dukungan dari beberapa mitra seperti industri telekomunikasi, perbankan, logistik, hingga media.

Harbolnas sendiri pertama kali pada tahun 2012 melalui inisiatif dari berbagai platform belanja online. Sejak saat itu tiap tahun, banjir promo hadir khusus tanggal 11 November. Dan yang paling fenomenal adalah ketika pada 2018 silam, seorang pria berhasil mebeli satu unit Mini Cooper hanya seharga Rp12.000 saat Harbolnas.

Namun tak semua platform e-commerce setuju dengan Harbolnas, salah satu aplikasi e-commerce bilang, Harbolnas tak mendongkrak omzet secara signifikan dan kalah dengan penjualan menjelang Lebaran.
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Ramdan Febrian Arifin
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Ekonomi
02 April 2020 10:02 WIB

Token Listrik Gratis untuk Pelanggan Prabayar

Token Listrik Gratis untuk Pelanggan Prabayar
Nusantara
02 April 2020 09:24 WIB

Hasil Rapid Test di Jabar Catat 409 Orang Positif Korona

Datanya belum masuk di pemerintah pusat
Internasional
02 April 2020 08:33 WIB

Prancis Negara Keempat dengan Kematian Lampaui 4.000 akibat COVID-19

Untuk rekor satu ini semoga tidak dicontoh negara lain
Nasional
02 April 2020 08:24 WIB

Panjangnya Birokrasi Pembatasan Sosial Berskala Besar

Harus disetujui Menkes dengan segala pertimbangannya