Jumat, 21 Februari 2020
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Twitter @PutinRF )
17 September 2019 19:01 WIB

Vladimir Putin Kutip Ayat Alquran Serukan Perdamaian di Yaman

Karena berdamai itu indah mblo~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Aksi Presiden Rusia Vladimir Vladimirovich Putin menyita perhatian dunia. Pria yang belum lama ini genap berusia 66 tahun itu mengutip ayat dalam Alquran untuk menyerukan perdamaian di Yaman.

Dalam sebuah pertemuannya di Ankara dengan Presiden Turki Recep Tayyi Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani, Putin menandai garis tertentu dari kitab suci Alquran yakni surat Alimran ayat 103.

"Dan ingat akan nikmat Allah kepada kalian, ketika kalian dahulu (pada masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati dan jadilah kalian, karena Allah, kamu menjadi saudara," ucap Putin seperti dikutip Russian Times, Selasa (17/9/2019).

Referensi dari Putin tentang ayat suci Alquran itu kemudian dijadikan persetujuan antara Turki dan Iran --di mana masing-masing menganut Islam Sunni dan Syiah. Kedua pemimpin negara itu mengecam invansi yang dilakukan pemimpin Saudi ke Yaman, yang menyebabkan perang kemanusiaan dan menghancurkan negara di ujung Selatan Semenanjung Arab itu.


Baca Juga : Ucapan Terima Kasih Putin untuk Trump

Perang sipil di Yaman memuncak usai kelompok pemberontak Houthi dan pemerintah, yang didukung oleh koalisi Saudi dengan bantuan Amerika Serikat meluncurkan misil dan menginvansi darat secara penuh pada 2015. 

Dampaknya warga sipil kerap terjebak dalam serangan udara, darat, bahkan terkena rentetan tembakan. Dalam tiga tahun, sedikitnya 10 ribu orang tewas dan jutaan lainnya telah mengungsi. Kehancuran akibat perang menyebabkan wabah kolera meluas, dan bertambah buruk karena fasilitas medis dihancurkan oleh serangan udara. 

Laporan PBB pada Okrober 2018, sekitar 12 hingga 13 juta orang berada di ambang kematian akibat kelaparan. Sementara itu, Save The Children menyebutkan sekitar 85 ribu anak-anak di bawah usia lima tahun telah tewas karena malnutrisi berat sejak Merat 2015 hingga Oktober 2018. 

Amerika Serikat kemudian menghentikan bantuan terhadap Arab Saudi usai warganya, Jamal Khashoggi, seorang kolumnis untuk Washington Post tewas dibunuh di dalam gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Kematian Khashoggi memicu kecaman dunia internasional terhadap AS dan Arab Saudi.

Koalisi Arab Saudi sampai saat ini belum bisa mengalahkan kelompok militan selama lebih dari empat tahun. Laporan terbaru mengungkapkan tempat produksi minyak terbesar milik Saudi Aramco diserang pesawat nirawak atau drone pada pekan lalu.
Bagikan :

Reporter : Noor Pratiwi
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 Februari 2020 22:22 WIB

What's On Today, 20 Februari 2020

Podcast berita Indonesia terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Nusantara
20 Februari 2020 21:08 WIB

Tak Bisa ke Indonesia, Mahasiswa Unpad Asal China Kuliah Online

Gara-gara COVID-19
Lifestyle
20 Februari 2020 20:32 WIB

Riki Rhino, Film Animasi Karya Anak Bangsa

Ridwan Kamil 'jadi' Elang Jawa
Lifestyle
20 Februari 2020 19:38 WIB

Eddies Adelia yang Belum Siap Berhijab Syar'i

Yang penting tertutup dulu