Selasa, 17 September 2019
Ketua KPU Arief Budiman (Diah/era.id)
13 Juni 2019 13:46 WIB

Santainya Ketua KPU Menghadapi Olok-olok Warganet

Karena ku selow sungguh selow, santai, santai~~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman bercerita soal serangan di media sosial yang dia terima setiap hari. Tak tanggung-tanggung, ribuan olok-olok menerpa dirinya di dunia maya. Kata dia, serangan ini sama seperti yang dia rasakan pada Pemilu 2014, tapi kali ini lebih masif. 

"Tiap hari bukan hanya ratusan, tapi mungkin bisa ribuan yang keberatan, mencaci-maki, mengolok-olok. Secara kualitas tekanan, serangan nya sih sama dengan 2014, tapi kan media sosial sekarang lebih masif, jadi serangannya lebih banyak," kata Arief kepada wartawan, Kamis (13/5/2019).

Arief sih santai menghadapi serangan macam begitu. Lagian, kalau ditanggapi terus yang ada jadi beban sendiri bagi batin Arief. Ia cukup menjadikan bahan olokan tersebut sebagai sarana introspeksi diri. 

Untungnya, masih ada juga masyarakat yang membela Arief dengan mengucapkan terima kasih atas kinerjanya. Tapi, ia tak ingin jadi tinggi atas sanjungan tersebut. Sebab, dia takut malah jadi lupa diri. 


Baca Juga : KPU Pertimbangkan Hadirkan Saksi Hadapi Gugatan Pileg

"Untuk yang menyanjung juga saya anggap biasa saja. Itu justru membuat saya harus lebih waspada dan tidak terbuai dengan sanjungan tersebut. Intinya, saya tidak menyikapi dua sisi itu secara berlebihan," kata dia. 

Kenapa Arief bisa tenang menghadapi tekanan di samping beban kerja yang sedang ia rasakan ini? Karena Arief merasa tak pernah berniat buruk menyelenggarakan pemilu sejak dalam pikiran. 

"Kalau benar ya katakan benar, kalau salah ya katakan salah, saya ingin membuat pemilu ini berkualitas. 2019 menjadi tonggak atau sejarah penting dalam pemilu di indonesia, maka dia akan menjadi cermin, menjadi model untuk pemilu-pemilu berikutnya," jelas dia. 

Lagi pula, namanya juga kontestasi politik, pasti ada yang menang dan kalah. Semua hal yang terjadi dalam sistem demokrasi memungkinkan semua orang kecewa, marah, kemudian mengajukan sengketa yang sudah disediakan. 

Persoalan administrasi calon, baik pilpres maupun pileg, silakan bawa ke Bawaslu. Kalau menduga KPU melanggar kode etik dan tidak independen, silakan bawa ke DKPP. Kalau tidak percaya dengan hasil pemilu, silakan bawa ke MK. 

"Karena ruangnya sudah disediakan oleh UU, maka saya ingin mengingatkan, jangan lagi menyelesaikan persoalan di jalanan. Menurut saya itu tidak menyelesaikan persoalan. Dia tidak akan mengubah apa pun, karena menyelesaikan persolan hakikatnya diselesaikan di ruang-ruang tadi, " tutup dia. 
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
17 September 2019 19:43 WIB

Klaim Pembahasan RUU KPK yang Tak Buru-Buru

Kata mereka yang buat, ini bukan barang baru karena sudah lama dibahas
Nasional
17 September 2019 19:28 WIB

Pengesahan RUU KPK di Tengah Derasnya Arus Penolakan

Tok! DPR resmi sahkan RUU KPK yang dianggap melemahkan pemberantasan korupsi
Internasional
17 September 2019 19:02 WIB

Kisah Penyintas Kanker Pecahkan Rekor Renang di Inggris

Setahun lalu, ia menderita kanker. Hari ini ia jadi salah satu perenang terkuat di bumi
Internasional
17 September 2019 19:01 WIB

Vladimir Putin Kutip Ayat Alquran Serukan Perdamaian di Yaman

Karena berdamai itu indah mblo~
Nasional
17 September 2019 17:56 WIB

Dewan Pengawas KPK di Tangan Presiden

Presiden akan segera membentuk panitia seleksi untuk mencari anggota Dewan Pengawas