Jumat, 21 Februari 2020
Para pemudik Tahun Baru Imlek mengenakan masker dalam perjalanan dengan menggunakan subway dari Stasiun Dongzhimen. (Foto: Antara)
23 Januari 2020 15:57 WIB

Isu Pegawai Huawei Kena Virus Korona, Pekerja Bank BRI Pakai Masker

Waspada penyebaran virus korona
Bagikan :


Jakarta, era.id - Beredar kabar yang menyebutkan ada salah satu karyawan swasta yang terjangkit virus korona Wuhan di Gedung BRI, Jakarta. Karyawan tersebut bekerja di perusahaan telekomunikasi asal China, Huawei. Saat ini ia telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Pekerja Huawei yang demam telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis serta diagnosa kebenaran terkena Virus Corona," ujar Corporate Secretary Bank BRI, Hari Purnomo lewat pesan singkat, Kamis (23/1/2020).

Menurutnya, Bank BRI selalu mengedepankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Perkantoran bagi para pekerja BRI sebagaimana yang tercantum pada peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 48 Tahun 2016. "Saat ini BRI telah melakukan pengendalian risiko keselamatan bagi para pekerja BRI dengan memberikan masker bagi seluruh pekerja Kantor Pusat Bank BRI," ucapnya.

Namun, menurut informasi yang diterima era.id, pegawai tersebut hanya demam biasa.


Baca Juga : VIDEO: Penampakan Paru-Paru Pasien Terinfeksi Virus Korona

Sementara di Wuhan, Pemerintah China mengkarantina 11 juta warga di wilayah pandemik virus korona baru (2019-nCoV) itu. Tercatat sudah ada 17 orang meninggal dan 600 kasus penyebaran virus yang tadinya disebut sebagai pneumonia misterius itu.

Pemerintah China menghentikan layanan transportasi dari dan ke Wuhan untuk mengurangi penyebaran wabah ke luar daerah. Bandara dan stasiun kereta api juga ditutup untuk penumpang yang hendak meninggalkan Wuhan. Pemerintah China juga meminta warga untuk tidak meninggalkan Wuhan kecuali jika ada keadaan darurat.

Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang, mendesak warga untuk tidak meninggalkan kota dan tidak mengunjungi Wuhan sehingga kemungkinan penularan dapat dikurangi.

"Jika tidak perlu, kami sarankan agar orang tidak datang ke Wuhan," kata Zhou seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/1/2020). 
 
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
21 Februari 2020 21:07 WIB

Kim Go Eun Sumbang Rp1,1 Miliar untuk Wabah COVID-19

Sudah cantik, baik lagi
Lifestyle
21 Februari 2020 20:58 WIB

Podcast Eradotid x Wregas Bhanuteja

Wregas Bhanuteja bocorkan pengalaman dan proyek film yang masih tertunda
Lifestyle
21 Februari 2020 20:02 WIB

Seungri Tetapkan Tanggal Wajib Militer

Hal ini karena persidangan jangka panjang di pengadilan bisa menghambat wajib militer
Nusantara
21 Februari 2020 19:24 WIB

Enam Anggota Pramuka Hanyut Saat Banjir

Empat korban sudah ditemukan
megapolitan
21 Februari 2020 18:57 WIB

Arkeolog Tolak Gelaran Formula E di Monas

Karena cagar budaya