Rabu, 26 Juni 2019
Pencoblosan surat suara (Anto/era.id)
13 Juni 2019 16:50 WIB

TKN Minta Pembuktian Selisih Suara Pilpres Prabowo-Sandi

Hitung-hitungannya bagaimana ya~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Tim hukum Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin Ace Hasan Syadzily meyakini pihaknya telah memiliki kesamaan data dengan hasil penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kita punya ballroom yang isinya data-data C1 seluruh TPS. Itu harusnya jadi bukti dan dijadikan argumentasi untuk tunjukan memang tidak ada dispute suara dari data yang dimiliki TKN dengan hasil yang diumumkan KPU, itu jelas memiliki kesamaan,” katanya, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (13/6/2019).

Ace juga menantang, agar tim hukum Prabowo-Sandi dapat membuktikan selisih suara antara pihaknya dan pihak pasangan calon nomor urut 02.

“Ingat bahwa slisih suara sangat jauh, 16,9 juta. Artinya kalaupun mereka ajukan gugatan, maka sebaiknya buktikan pada kami slisih 16,9 juta itu. Ada bukti-bukti penggelembungan suara, pada titik ini kami optimis akan menang di persidangan MK,” tuturnya.


Baca Juga : TKN Pertanyakan Statement BW soal Jokowi Sumbang Dana Kampanye

Sementara itu, Anggota Tim Hukum Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani mengatakan, dalam tataran teknis, MK boleh bicara membahas soal kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam sengketa pilpres, boleh, tapi ujungnya soal perhitungan suara.

Namun, Arsul menjelaskan, pihak yang menggugat terkait TSM ini harus menjelaskan dengan bukti selisih suara di tiap TPS yang dianggap bermasalah.

“Harus ditunjukkan selisih suaranya itu, misalnya 16 juta atau 17 juta, maka minimal dia harus membuktikan 8,5 juta suara yang di paslon 01, harusnya suara 02. Kalau hanya ngomongin TSM TSM tok, tidak ada tabulasi rekapitulasi hasil suara mereka yang dicurangi bukan merupakan kompetensi absolut atau kewenangan MK,” ujar Arsul.

Apalagi, kata Arsul, saat pembahasan rancangan Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu semua sudah sepakat tidak pakai voting. Menurut dia, di dalam pembahasan ini juga melibatkan fraksi pendukung pasangan nomor urut 01 maupun 02.

“Mereka (pihak 02) sudah paham betul mestinya, bahwa hukum kepemiluan kita membedakan antara sengketa proses dan sengketa hasil,” katanya.
Bagikan :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
25 Juni 2019 21:57 WIB

Mungkin ini Penyebab LRT Velodrome-Kelapa Gading Belum Beroperasi

Ada bau yang tak sedap sepertinya...
 
Nasional
25 Juni 2019 19:15 WIB

TKN Gelar Nobar Putusan Sidang Gugatan Prabowo

Daripada turun ke jalanan dan demo mending nonton di TV
Nasional
25 Juni 2019 18:48 WIB

Bakal Ada Demo di MK, Wiranto: Apa yang Diperjuangkan?

Apa yang kalian cari, wahai ferguso?
Nasional
25 Juni 2019 18:10 WIB

Ahok yang Terseret Kala Denny Indrayana Sindir Eddy Hiariej

Semua karena Ahok....
Nasional
25 Juni 2019 18:05 WIB

VIDEO: Palsukan Ijazah, Pelawak Qomar Ditahan

Qomar telah ditahan sejak Senin malam