Jumat, 13 Desember 2019
Ilustrasi (Marcel Gnauk/Pixabay)
20 November 2019 11:17 WIB

Hai Anak Muda! Kurangi Makan Fast Food untuk Hindari Diabetes dan Hipertensi

Hipertensi dan diabetes bukan cuma karena faktor keturunan, melainkan gaya hidup
Bagikan :


Bandung, era.id - Penyakit kencing manis (diabetes) dan darah tinggi (hipertensi) di tengah masyarakat terus mengalami peningkatan. Sasaran penyakit yang berkontribusi pada serangan jantung ini tidak hanya diidap kalangan tua atau usia 50 tahun ke atas, melainkan juga anak muda.

Spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dr Rubin S Gondodiputro SpPD-KGH mengatakan, penyakit diabetes dan hipertensi sebenarnya bisa dicegah. Caranya dengan pengendalian gaya hidup terutama dalam memilih makanan.

Hanya saja pengendalian gaya hidup ini tidaklah mudah. Apalagi sekarang zaman sudah berubah. Kita bisa memesan makanan melalui aplikasi di handphone.

"Karena kemajuan zaman gaya hidup orang juga berubah," kata dokter dr Rubin, saat berbincang dengan era.id, baru-baru ini.


Baca Juga : Stevia, Tanaman Pengganti Gula yang Ternyata Obat Diabetes


Ilustrasi (Mohamed Hassan/Pixabay)

Perlu diingat, makanan enak belum tentu sehat. Makanan mengandung banyak lemak, asin, gurih, gula dan seterusnya itu semua enak-enak. Banyak sekali fast food yang menggoda selera. Dan itu dikonsumsi setiap hari. Namun di balik itu, penyakit seperti diabetes dan darah tinggi mengintai.

Penyakit diabetes selama ini memang dikenal sebagai penyakit keturunan. Tapi Rubin bilang, kini banyak orang yang terjangkit penyakit itu meski tak punya keturunan riwayat diabetes. Gaya hidup yang tak sehat menjadi kambing hitam.

"Karena mengonsumsi makanan-makanan yang tidak baik, terlalu manis atau terlalu asin itu tidak boleh," terangnya.

Perubahan dan kemajuan zaman membuat orang lupa pada pola makan tradisional yang alami. Misalnya, mengonsumsi sayuran dan buah-buahan segar. Pola makan ini sebenarnya yang dianjurkan para ahli gizi. Perubahan dan kemajuan zaman justru mendorong kita untuk terus mengonsumsi. Sementara para ahli gizi mengingatkan agar kita tidak berlebihan dalam konsumsi.

"Jadi jangan makan karbohidrat yang terlalu tinggi, nasi, daging, berlebihan. Kita perlu makan itu, tapi tidak boleh berlebihan. Berlebihan itu, jadi menu sehari-hari," terangnya.

Coba bayangkan, apa jadinya jika makanan-makanan yang tidak sehat itu dikonsumsi sejak usia anak-anak setiap harinya. Sementara untuk berolahraga kita mungkin malas dan tidak ada waktu.


Ilustrasi (Gerhard Gellinger/Pixabay)

Rubin menyoroti produksi makanan olahan yang kini melimpah ruah. Makanan-makanan yang bersifat instan ditawarkan lewat iklan di televisi maupun internet. "Makanya banyak anak muda yang diabetes dan darah tinggi, karena sejak kecil tidak baik gaya hidupnya," katanya.

Selain itu, ada paradigma bahwa ciri anak sehat adalah anak yang memiliki berat badan lebih atau gemuk. Padahal paradigma ini tidak sepenuhnya benar. Dengan paradigma ini, orang tua mendorong anak-anaknya agar gemuk. Mereka justru khawatir dan malu karena punya anak yang tidak gemuk.

"Jadi ada perasaan malu (anaknya tidak gemuk), jadi dijejali segala macam agar gemuk. Sehingga saat dia dewasa memicu diabetes dan darah tinggi. Jadi jangan paksakan anak jadi gemuk pada waktu kecil, itu bisa memicu diabetes dan darah tinggi di masa depannya," terangnya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Iman Herdiana
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
12 Desember 2019 21:58 WIB

What's On Today, 12 Desember 2019

Siapkan earphone kamu dan rasakan sensasi baru menikmati berita.
megapolitan
12 Desember 2019 21:05 WIB

Bandar Heroin Asal Pakistan Tewas Didor Polisi

Penembakan dilakukan karena pelaku berusaha melarikan diri dan merebut senjata polisi
Ekonomi
12 Desember 2019 20:18 WIB

Pertamina BUMN Paling 'Kencang' Setor Pemasukan Negara

Salah satu kasir paling besar ke Kementerian BUMN
Lifestyle
12 Desember 2019 20:07 WIB

Cek Toko Sebelah The Series Season 2 Segera Tayang

Pada musim kedua ini, CTS menampilkan pemain baru seperti Morgan dan Soleh Solihun
megapolitan
12 Desember 2019 19:28 WIB

Luthfi si Anak STM Didakwa Serang Polisi

Enggak terbalik pak?