Kamis, 28 Mei 2020
Cafe Wulungan di Bandung. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
22 Desember 2019 08:49 WIB

Pertama di Indonesia: Cafe di Tengah Sungai

Asli keren banget sih ini cafe, bikin betah
Bagikan :


Bandung, era.id - Sungai dengan air jernih dan tidak berbau memang menjadi dambaan masyarakat perkotaan. Namun hal ini bukan sekadar harapan semata, Kota Bandung telah memilikinya. Bahkan sungai itu kini disulap menjadi kafe eksotis nan asri.

Kendati lokasinya yang membelah pemukiman padat penduduk, tepatnya berada di samping Pasar Ulekan, Sungai saluran sungai Babakan Irigasi, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanayar tetap hadir dengan airnya yang jernih dan tidak berbau. 

Saking jernihnya aliran air di sungai ini, banyak anak-anak yang ingin berenang di area sungai. Padahal tempat yang 'disulap' oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan bekerja sama dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) ini diresmikan pada Sabtu (21/12) kemarin.

DPU juga menbuat area sungai dengan dasar batuan, kemudian ditempatkan tiga set kursi. Walhasil aliran sungai Babakan Irigasi ini pun tampak menjadi sebuah cafe yang berada di atas permukaan sungai (walungan).


Baca Juga : Socotra, Pulau 'Alien' di Samudera Hindia



Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat mencoba cafe Walungan. (Foto : Humas Pemkot Bandung)

"Kita lihat airnya ini jernih memang bakterinya belum selesai tapi secara kualitas air enggak bau dan jernih," ucap Yana Mulyana, Wakil Wali Kota Bandung saat mencoba cafe Walungan.

Yana berharap, keberadaan cafe Walungan bisa bertambah. Karena dia melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan dengan mendandani daerah aliran sungai, baik menjadi destinasi wisata ataupun pusat kegiatan masyarakat.

Sebab, sambung Yana, di samping air yang jernih, tim dari DPKP juga turut rancangan taman dan area daerah pinggiran sungai sehingga tampak menarik. Sejumlah tanaman bunga, rumuput dan tempat duduk-duduk menjadi fasilitas masyarakat untuk bersosialisasi.



"Mudah-mudahan bisa hadir di beberapa tempat dan bisa jadi destinasi wisata yang baru," harapnya.

Aliran air yang jernih di sungai babakan irigasi ini merupakan hasil penyaringan menggunakan Biocord. Yakni sebuah teknologi instalasi yang didatangkan dari Jepang untuk mengubah air sungai kotor dan berbau.

Instalasi Biocord dipasang di bagian hulu sepanjang 15 meter. Kemudian air sungai yang jernih mengaliri area buatan DPU sepanjang 42 meter yang terdiri dari kolam cetek setinggi betis orang dewasa.

"Jadi namanya itu Biocord, teknologi dari Jepang. Itu kaya rumah mikroba kena air ditambah udara aktif, nanti aktifnya itu tiga Minggu," ucap Kepala DPU Kota Bandung, Didi Ruswandi.

Pembangunan kawasan tersebut seluruh menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung. Untuk Biocord sekiytar Rp196 juta, pembangunan Walungan Cafe Rp195 juta. Sedangkan tamannya sekitar Rp146 juta. Total mencapai Rp550 juta.

Bagikan :
Topik :

Reporter : Arie Nugraha
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nusantara
28 Mei 2020 10:14 WIB

Boleh New Normal Asal Jangan Kurangi Kewaspadaan COVID-19

Jabar klaim berhasil kendalikan korona
 
Nasional
28 Mei 2020 08:15 WIB

Gelaran Pilkada Serentak di Era New Normal

Tetap digelar Desember
 
Teknologi
28 Mei 2020 07:56 WIB

Peluncuran Roket NASA-SpaceX Terhalang Badai

Ditunda hingga Sabtu