Senin, 25 Maret 2019
Rio Dewanto (Sumber: Instagram/@riodewanto)
25 Agustus 2018 20:41 WIB

Belajar Bisnis dari Filosofi Kopi Rio Dewanto

Sikat langsung saja sudah ilmunya!
Bagikan :


Jakarta, era.id - Membuat fiksi menjadi fakta adalah cara termudah untuk memulai sebuah bisnis usaha. Setidaknya itu yang dilakukan Rio Dewanto saat merintis bisnis kedai kopi modernnya, Filosofi Kopi.

Rio menceritakan, di luar negeri, metode bisnis seperti Filosofi Kopi sudah banyak. Dia mempermisalkan bagaimana Marvel selain memiliki studio juga memiliki komik, novel, museum bahkan kafe. Begitupun yang dilakukan oleh Star Wars. Hal-hal inilah yang belum terjadi di Indonesia.

Berdasarkan pengamatannya, selama ini bisnis di Indonesia masih sebatas novel yang di filmkan, belum menyentuh pada hal-hal yang penonton bisa merasakan langsung apa yang mereka tonton. Titik inilah yang coba Rio berikan kepada para penggemar film dan novel Filosofi Kopi karangan Dewi Lestari.

"Ketika orang datang ke Filosofi Kopi berasa mereka sedang berada di museum Filosofi Kopi," kata Rio dalam acara seminar Young On Top di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (25/8/2018).

Rio menegaskan para pengunjung tidak akan mendapatkan WiFi gratis selama berada di kafe tersebut. Bukan tidak mampu. Filosofi Kopi memang ingin menciptakan adanya interaksi di kafe tersebut.

Seperti di dalam film, kafe Filosofi Kopi berisi percakapan-percakapan antara para pemeran, tidak ada aktifitas main gawai ataupun membuka laptop. Rio mau fungsi kafe kembali pada zaman dulu, ketika digunakan untuk tempat berdiskusi dan bertukaran ide. Konsep inilah yang bisa ditiru oleh pebisnis pemula jika mereka teliti.

"Jadi kalau lu ke Filosofi Kopi jangan harap ada WiFi. Karena kita mau ada interaksi," tuturnya.


Rio Dewanto saat berbicara di event Young On Top (FOTO: Leo/era.id)

Rio membeberkan terjunnya dia ke dunia bisnis dari dunia hiburan, karea dia memiliki kekhawatiran terhadap dunia perfilman layar lebar, yang menurutnya kalah bersaing dengan film luar negeri.

Film luar negeri yang berani menggelontorkan dana besar cenderung menggilas perfilman dalam negeri yang biasanya hanya berputar pada konteks percintaan dan misteri. Oleh karena itu, Rio memilih untuk fokus di dunia bisnis dan mengadopsi dunia hiburan di bisnisnya itu, sampai akhirnya lahir Filosofi Kopi.

Ternyata Rio ini orang yang mudah khawatir. Waktu mau mendirikan Filosofi Kopi, Rio juga meminta masukan masyarakat tentang konsep kafe itu. Dia takut jika pengalaman pengunjung yang minum kopi di Filosofi Kopi berbeda dengan apa yang mereka baca di novelnya dan apa yang mereka lihat di film.

"Filosofi Kopi berasal dari sayembara, mulai dari karakter sampai pemandangannya seperti apa?" tutur suami dari Atiqah Hasiloan.

Rio berpesan kepada pebisnis pemula, selain memiliki gagasan yang bagus, baiknya para pemula juga punya kedisiplinan dan kerapihan dalam menjalankan usahanya.

Bagikan :

Reporter : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
25 Maret 2019 16:21 WIB

Eros Djarot Rilis Dua Single Bertema Politik

Terinspirasi kondisi panas menjelang pemilu dan korupsi berjamaah para elite politik
Nasional
25 Maret 2019 15:43 WIB

VIDEO: Presiden Jokowi Resmikan MRT Jakarta

Selain itu, dia juga meresmikan pembangunan MRT Jakarta fase kedua Bundaran HI sampai Kota
Lifestyle
25 Maret 2019 15:36 WIB

Ulasan Us-Alegori Mengagumkan dari Horor Bergaya Klasik

Watch the details, son!
Peristiwa
25 Maret 2019 15:15 WIB

Ada Anak-anak di Lokasi Kampanye Sandiaga Uno

Kalau melihat aturan, itu adalah tindakan yang tidak dibenarkan
Lifestyle
25 Maret 2019 15:09 WIB

Adele dan Jennifer Lawrence Pesta di Sebuah Bar Gay

Ini kejutan dan tidak ada yang tahu sebelumnya