Sabtu, 17 November 2018
Rio Dewanto (Sumber: Instagram/@riodewanto)
25 Agustus 2018 20:41 WIB

Belajar Bisnis dari Filosofi Kopi Rio Dewanto

Sikat langsung saja sudah ilmunya!
Bagikan :


Jakarta, era.id - Membuat fiksi menjadi fakta adalah cara termudah untuk memulai sebuah bisnis usaha. Setidaknya itu yang dilakukan Rio Dewanto saat merintis bisnis kedai kopi modernnya, Filosofi Kopi.

Rio menceritakan, di luar negeri, metode bisnis seperti Filosofi Kopi sudah banyak. Dia mempermisalkan bagaimana Marvel selain memiliki studio juga memiliki komik, novel, museum bahkan kafe. Begitupun yang dilakukan oleh Star Wars. Hal-hal inilah yang belum terjadi di Indonesia.

Berdasarkan pengamatannya, selama ini bisnis di Indonesia masih sebatas novel yang di filmkan, belum menyentuh pada hal-hal yang penonton bisa merasakan langsung apa yang mereka tonton. Titik inilah yang coba Rio berikan kepada para penggemar film dan novel Filosofi Kopi karangan Dewi Lestari.

"Ketika orang datang ke Filosofi Kopi berasa mereka sedang berada di museum Filosofi Kopi," kata Rio dalam acara seminar Young On Top di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (25/8/2018).

Rio menegaskan para pengunjung tidak akan mendapatkan WiFi gratis selama berada di kafe tersebut. Bukan tidak mampu. Filosofi Kopi memang ingin menciptakan adanya interaksi di kafe tersebut.

Seperti di dalam film, kafe Filosofi Kopi berisi percakapan-percakapan antara para pemeran, tidak ada aktifitas main gawai ataupun membuka laptop. Rio mau fungsi kafe kembali pada zaman dulu, ketika digunakan untuk tempat berdiskusi dan bertukaran ide. Konsep inilah yang bisa ditiru oleh pebisnis pemula jika mereka teliti.

"Jadi kalau lu ke Filosofi Kopi jangan harap ada WiFi. Karena kita mau ada interaksi," tuturnya.


Rio Dewanto saat berbicara di event Young On Top (FOTO: Leo/era.id)

Rio membeberkan terjunnya dia ke dunia bisnis dari dunia hiburan, karea dia memiliki kekhawatiran terhadap dunia perfilman layar lebar, yang menurutnya kalah bersaing dengan film luar negeri.

Film luar negeri yang berani menggelontorkan dana besar cenderung menggilas perfilman dalam negeri yang biasanya hanya berputar pada konteks percintaan dan misteri. Oleh karena itu, Rio memilih untuk fokus di dunia bisnis dan mengadopsi dunia hiburan di bisnisnya itu, sampai akhirnya lahir Filosofi Kopi.

Ternyata Rio ini orang yang mudah khawatir. Waktu mau mendirikan Filosofi Kopi, Rio juga meminta masukan masyarakat tentang konsep kafe itu. Dia takut jika pengalaman pengunjung yang minum kopi di Filosofi Kopi berbeda dengan apa yang mereka baca di novelnya dan apa yang mereka lihat di film.

"Filosofi Kopi berasal dari sayembara, mulai dari karakter sampai pemandangannya seperti apa?" tutur suami dari Atiqah Hasiloan.

Rio berpesan kepada pebisnis pemula, selain memiliki gagasan yang bagus, baiknya para pemula juga punya kedisiplinan dan kerapihan dalam menjalankan usahanya.

Bagikan :

Reporter : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
17 November 2018 21:18 WIB

Gaet Milenial, Erick Thohir Luncurkan Jokowi App

Aplikasi khusus berisikan informasi menarik terkait pemilu dan Jokowi-Ma'ruf Amin
megapolitan
17 November 2018 20:46 WIB

Galang Dana, Tim Jokowi-Ma'ruf Amin Jual Merchandise

Pernak-pernik ini buat gaet pemilih milenial
Nasional
17 November 2018 20:20 WIB

Indonesia Bakal Alami Kemunduran Bila Berpolitik SARA

Indonesia akan mundur 90 tahun ke belakang kalau terus menggunakan isu SARA
Nasional
17 November 2018 19:24 WIB

Kubu Jokowi: Poster 'Jokowi Raja' Bukan Kebijakan Tim Kampanye

Timses tak pernah mengusulkan untuk membuat atribut kampanye seperti itu
Wisata
17 November 2018 19:22 WIB

Melihat Kembali Surat-Surat Tokoh Pendiri Bangsa

Kamu bisa melihatnya di Muesum Nasional Jakarta, sampai 22 November