Senin, 20 Januari 2020
Budi Gunadi Sadikin dan Nicke Widyawati (Hendriana/era.id)
12 Desember 2019 20:18 WIB

Pertamina BUMN Paling 'Kencang' Setor Pemasukan Negara

Salah satu kasir paling besar ke Kementerian BUMN
Bagikan :


Jakarta, era.id - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Budi Gunadi Sadikin memuji kinerja Pertamina Ia menyebut Pertamina sebagai BUMn yang paling besar 'menyetor' devidn ke kas negara.

"Kalau ditanya, deviden Bu Nicke (Widyawati Dirut Pertamina, red), salah satu kasir paling besar ke (Kementerian) BUMN. Karena setorannya juga paling besar,” kata Budi berkelakar di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Bahkan, kata Budi, EBITDA atau pendapatan sebelum bunga, pajak, Pertamina pada 2019 sebesar US$ 9 miliar (Rp126 triliun). Dengan demikian, kata dia, tidak perlu diragukan lagi laporan keuangan milik Pertamina.

“Keuangan Pertamina bagus. Tahun lalu 9 miliar dollar AS EBITDA-nya. Itu besar sekali. Freeport saja (EBITDA-nya) hanya 4 miliar dollar AS,” kata Budi.


Baca Juga : Generasi Milenial Yuk Berkontribusi di BUMN

Menurutnya, investasi di beberapa proyek strategis tak perlu diragukan lagi, karena kondisi keuangan yang sehat, seperti akuisisi wilayah kerja Migas dan pembangunan atau modifikasi kilang minyak.

“Jadi Kemampuan keuangannya (Pertamina) sangat enggak ada masalah untuk investasi sebesar ini masih mampu,” kata dia.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, sejauh ini perusahaan migas milik pemerintah ini sudah melakukan penghematan di beberapa sektor agar neraca migas tidak melulu defisit seperti menghentikan impor solar sejak Mei lalu. Bahkan sejak April perusahaan juga tak melakukan impor avtur dan malah mengekspor bahan bakar pesawat itu.

"Sejak Mei pertamina enggak impor solar. Sejak april, pertamina enggak impor avtur lagi. Avtur dan diesel enggak impor lagi. Karena kilang sudah bisa produksi. Ekspor avtur bulan Juni," ujar Budi.

Selain itu, perusahaan juga melakukan program B.30. Hal ini yang menjadi salah satu cara perusahaan untuk bisa menekan impor solar selain memproduksi dalam negeri.

"Ketiga, soal B.30. Artinya produksi bisa 130 persen," ujar Budi.

Dari proyek yang terbaru kata Budi, penyelesaian akuisisi kilang Turban Petro oleh pertamina juga bisa membuat pertamina menambah kapasitas kilang terpasang. Budi menjelaskan dengan mengakuisisi kilang Tuban Petro maka perusahaan bisa mempunyai kilang yang siap untuk berproduksi.

"Untuk mengurangi impor, Pertamina sudah menyelesaikan puluhan tahun dengan TPI dan TPPI. Pertamina biar punya kilang langsung jadi," ujar Budi.

 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Hendriana
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
19 Januari 2020 19:05 WIB

Investor Jiwasraya akan Suntikan Dana Mencapai Rp3 Triliun

"(Investor) ada yang dari lokal, dari asing"
Lifestyle
19 Januari 2020 18:09 WIB

Tempat Nongkrong Seru ala Anak Jaksel

Ada yang udah pernah ke tempat-tempat ini?
Lifestyle
19 Januari 2020 17:05 WIB

Eminem Kejutkan Penggemar Lewat Album Music to be Murdered By

"Guess who's back? Back again. Shandy's back, tell a friend!"
Lifestyle
19 Januari 2020 16:36 WIB

Definisi Cantik Menurut Agnes Mo

Karena cantik adalah relatif, tergantung jenis kamera~
Wisata
19 Januari 2020 16:17 WIB

Berburu Croissant Paling Enak di Kota Kembang

"Enak, enak, enak," kata Upin Ipin