Jumat, 03 April 2020
Budi Gunadi Sadikin dan Nicke Widyawati (Hendriana/era.id)
12 Desember 2019 20:18 WIB

Pertamina BUMN Paling 'Kencang' Setor Pemasukan Negara

Salah satu kasir paling besar ke Kementerian BUMN
Bagikan :


Jakarta, era.id - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Budi Gunadi Sadikin memuji kinerja Pertamina Ia menyebut Pertamina sebagai BUMn yang paling besar 'menyetor' devidn ke kas negara.

"Kalau ditanya, deviden Bu Nicke (Widyawati Dirut Pertamina, red), salah satu kasir paling besar ke (Kementerian) BUMN. Karena setorannya juga paling besar,” kata Budi berkelakar di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Bahkan, kata Budi, EBITDA atau pendapatan sebelum bunga, pajak, Pertamina pada 2019 sebesar US$ 9 miliar (Rp126 triliun). Dengan demikian, kata dia, tidak perlu diragukan lagi laporan keuangan milik Pertamina.

“Keuangan Pertamina bagus. Tahun lalu 9 miliar dollar AS EBITDA-nya. Itu besar sekali. Freeport saja (EBITDA-nya) hanya 4 miliar dollar AS,” kata Budi.


Baca Juga : Work From Home ala BUMN Memang Sesuai Kebutuhan

Menurutnya, investasi di beberapa proyek strategis tak perlu diragukan lagi, karena kondisi keuangan yang sehat, seperti akuisisi wilayah kerja Migas dan pembangunan atau modifikasi kilang minyak.

“Jadi Kemampuan keuangannya (Pertamina) sangat enggak ada masalah untuk investasi sebesar ini masih mampu,” kata dia.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, sejauh ini perusahaan migas milik pemerintah ini sudah melakukan penghematan di beberapa sektor agar neraca migas tidak melulu defisit seperti menghentikan impor solar sejak Mei lalu. Bahkan sejak April perusahaan juga tak melakukan impor avtur dan malah mengekspor bahan bakar pesawat itu.

"Sejak Mei pertamina enggak impor solar. Sejak april, pertamina enggak impor avtur lagi. Avtur dan diesel enggak impor lagi. Karena kilang sudah bisa produksi. Ekspor avtur bulan Juni," ujar Budi.

Selain itu, perusahaan juga melakukan program B.30. Hal ini yang menjadi salah satu cara perusahaan untuk bisa menekan impor solar selain memproduksi dalam negeri.

"Ketiga, soal B.30. Artinya produksi bisa 130 persen," ujar Budi.

Dari proyek yang terbaru kata Budi, penyelesaian akuisisi kilang Turban Petro oleh pertamina juga bisa membuat pertamina menambah kapasitas kilang terpasang. Budi menjelaskan dengan mengakuisisi kilang Tuban Petro maka perusahaan bisa mempunyai kilang yang siap untuk berproduksi.

"Untuk mengurangi impor, Pertamina sudah menyelesaikan puluhan tahun dengan TPI dan TPPI. Pertamina biar punya kilang langsung jadi," ujar Budi.

 
Bagikan :
Topik :

Reporter : Hendriana
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
02 April 2020 21:07 WIB

2,6 Juta Pekerja Informal Bakal Dapat Bantuan

Paket sembako
 
Nasional
02 April 2020 21:01 WIB

What's On Today, 2 April 2020

Podcast berita Indonesia terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Lifestyle
02 April 2020 20:56 WIB

Kisah Kasus Pembunuhan Keluarga Paling Tidak Masuk Akal di Korea

Ibu dan anak sulung membunuh si bungsu
Nusantara
02 April 2020 20:19 WIB

COVID-19 'Incar' Lansia di Jawa Barat

Mayoritas pasien di RSHS lansia
Nasional
02 April 2020 19:50 WIB

Terawan yang Akhirnya Nongol di Rapat DPR

Absen sekian lama