Senin, 17 Februari 2020
MoU Pindad dan Ukraina (Dok. Kemhan)
08 Februari 2020 11:27 WIB

Pindad Kerja Sama Dengan Industri Pertahanan Ukraina

Perbaikan sistem senjata pertahanan udara
Bagikan :


Jakarta, era.id - PT Pindad menjalin kerja sama dengan industri pertahanan Ukraina sebagai upaya untuk memperkuat kemampuannya dalam memproduksi dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Penandatanganan kerja sama dilakukan Direktur Utama Pindad Abraham Mose dengan Director of Department of SPETS disaksikan oleh Wakil Menteri Pertahanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Duta Besar RI untuk Ukraina, Armenia dan Georgia, Yuddy Chrisnandi, dan Dirtekindhan Kemhan Laksma TNI Sriyanto.

"Saya mengapresiasi langkah yang dilakukan Pindad dengan pelaku usaha dari industri pertahanan di Ukraina ini. Realisasi dari kerja sama ini diharapkan Arhanud kita dapat dilengkapi dengan Fire Control Radar dan Surveillance Radar berkemampuan jarak deteksi hingga 150 km. Tak hanya itu, nantinya pengawakan senjata artileri yang normalnya membutuhkan personil hingga 8 prajurit, menjadi hanya membutuhkan 1 orang operator saja karena sistem sudah komputerisasi sangat otomatis melalui sistem yang disebut Air Defence System," kata Wamenhan Trenggono usai menyaksikan penandatanganan di Kiev, Jumat (7/2).

Direktur Utama Pindad Abraham Mose menambahkan kerja sama dengan SPETS dalam bidang perbaikan sistem senjata pertahanan udara AAG bernama S-60 kaliber 57 mm.
 
Sistem senjata buatan Uni Soviet tahun 1950-an ini masih banyak digunakan oleh berbagai negara, termasuk salah satunya adalah Indonesia.
 
Terdapat kurang lebih 236 unit S-60 yang terdiri dari 188 manual unit dan 48 retrofit yang digunakan oleh TNI satuan Arhanud.


Baca Juga : Saat Wamenhan Kunjungi Kawasan Industri Pertahanan India

"Kerja sama ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan PT Pindad sebagai produsen untuk melakukan perbaikan dan modernisasi sistem senjata tersebut agar AZP S-60 dapat terus digunakan secara maksimal untuk proteksi wilayah udara Indonesia oleh Arhanud," kata Abraham.

Ditambahkannya, selain bidang Air Defense, Pindad juga melanjutkan dan melakukan review dari rencana kerja sama terkait BTR-4 yang sebelumnya telah pernah diinisiasi oleh Pindad tahun 2014 melalui perjanjian joint-production di Indonesia.
     
"Rencana akan ada Joint Production BTR 4, disini terkait penyediaan Tank Amfibi buat Marinir/ TNI AL. Pindad memperoleh benefit terkait Pembuatan Ranpur Amfibi," katanya.

SFTE Spetstechnoexport merupakan State Foreign Trade Enterprise atau perusahaan sepenuhnya berada di bawah kendali atau dikerjakan oleh negara yang bertugas melakukan penjualan ekspor produk dan jasa militer serta dual use ke luar negeri dan merupakan bagian intergral dari Ukroboronprom, yaitu payung gabugan industri militer di Ukraina (the full Ukrainian defence-industrial complex).
     
SPETS merupakan kedua terbesar dalam trade turnover dan merupakan exporter berpengalaman di Ukrania yang beroperasi sejak 2000. Memiliki jaringan dan akses ke 120 perusahaan negara dan 70 perusahaan swasta manufaktur, 35 biro desain dan 30 pusat riset baik milik pemerintah maupun swasta.

Sebagai organisasi di bawah Ukroboronprom yang menjadi payung bagi industri militer Ukraina untuk ekspor ke luar negeri, SPETS tentunya memiliki akses ke berbagai industri militer dan produk militer di Ukraina, seperti RPG, kendaraan tempur, serta servis, seperti perbaikan pertahanan udara, salah satunya adalah Anti-Aircraft Gun (AAG) S-60.
Bagikan :
Topik :

Reporter : ERA.ID
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
16 Februari 2020 18:08 WIB

Bong Joon Ho Akan Dibangunkan Museum di Korsel

Sutradara film Parasite itu juga bakal dibangunkan patung
Lifestyle
16 Februari 2020 17:07 WIB

Aksi Kocak Terry Crews dan Howie Mandel Main TikTok 'Bagaikan Langit'

Semua akan TikTok pada waktunya~
Nasional
16 Februari 2020 15:04 WIB

Anies Tolak Deklarasi Dirinya sebagai Capres 2024

Masih fokus benahi ibu kota
Lifestyle
16 Februari 2020 14:25 WIB

Model Asal Los Angeles Diblokir Tinder Gara-Gara Terlalu Cantik

Kalau begitu, Tinder khusus orang jelek dong hiyahiyahiya~
Internasional
16 Februari 2020 13:49 WIB

Depresi Jalani Sidang KDRT, Presenter Caroline Flack Bunuh Diri

"Caroline tidak tahan membayangkan dirinya menjalani sidang"