Selasa, 25 Juni 2019
Gedung KPK. (Wardhany/era.id)
15 April 2019 18:29 WIB

63 Tahanan KPK Difasilitasi Nyoblos Pemilu 2019

Jadi penasaran, para koruptor itu milih Jokowi apa Prabowo ya?
Bagikan :


Jakarta, era.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfasilitasi 63 tahanannya untuk menjalankan kewajibannya sebagai warga negara, yaitu memilih calon legislatif serta capres dan cawapres di Pemilu 2019.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, lembaga antirasuah ini telah bekerja sama dengan panitia TPS 012 Guntur untuk melaksanakan pencoblosan pada 17 April 2019.

"KPK bersama panitia pada TPS 012 Guntur sudah berkoordinasi terkait dengan upaya memfasilitasi pemungutan suara untuk 63 tahanan KPK dan sejumlah petugas Rutan KPK yg telah pindah lokasi pemilihan," kata Febri kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Mantan aktivis antikorupsi ini menjelaskan, 63 tahanan KPK ini merupakan tersangka maupun terdakwa yang ditahan di tiga rutan yang berbeda, yaitu: di belakang Gedung Merah Putih KPK kavling K4, kantor lama KPK kavling C1, dan Pomdam Jaya Guntur.


Baca Juga : Ketua DPR Dukung Polisi Jadi Bos KPK

Sedangkan tahanan yang dititipkan di luar tiga rutan tersebut bakal melakukan coblosan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. 

"Tahanan KPK lain yang dititipkan di luar Rutan Cabang KPK akan mengikuti prosedur sesuai lokasi penahanan masing-masing," katanya.

Nantinya, para tahanan ini akan memilih paslon capres dan caleg yang disesuaikan dengan domisili masing-masing. 

Dia menambahkan, empat bilik suara sudah disiapkan untuk proses pencoblosan ini. 

Di mana Romahurmuziy mencoblos?

Meski sudah ada 63 tahanannya yang difasilitasi untuk mencoblos, namun itu belum termasuk mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Soalnya, hingga saat ini, tersangka kasus dugaan jual-beli jabatan di Kementerian Agama itu, masih dibantarkan di Rumah Sakit Polri karena kondisi kesehatannya sempat menurun beberapa waktu lalu.

"Sampai hari ini masih pembantaran di RS Polri. Kami belum mengetahui apakah Rabu nanti yang bersangkutan, sudah kembali ke Rutan KPK," ungkap Febri.

Supaya kalian tahu, Rommy sempat dibantarkan karena dia mengalami masalah kesehatan. Saat itu, Febri menyebut, Rommy harus dibawa ke rumah sakit setelah mengalami buang air besar disertai darah.

Dari hasil pemeriksaan di RS Polri, diketahui mantan anggota DPR ini mengalami infeksi pada saluran bagian bawah dan pelebaran pembuluh darah di saluran bagian bawah.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
24 Juni 2019 22:23 WIB

Tak Ada Politik Gratis, Pun untuk NU

Nehi, nehi..
megapolitan
24 Juni 2019 21:10 WIB

Bisa Jadi Gugatan Prabowo Dikabulkan MK, Asal . . .

Biar paham dengerin aja podcast kita
Nasional
24 Juni 2019 19:58 WIB

Kalau Bisa Nobar Putusan MK, Kenapa Harus Demo?

Daripada panas-panasan di jalanan, mending duduk anteng di rumah
Nasional
24 Juni 2019 18:38 WIB

Putusan MK Dipercepat, Semua Pihak Manut

Putusan sembilan orang itu bersifat final dan mengikat