Rabu, 23 Oktober 2019
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan cawapresnya Sandiaga Uno mengahdiri acara Simposium Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 (Foto: Istimewa)
15 Mei 2019 15:54 WIB

Ini Alasan BPN Cuma Ungkap Kecurangan Pilpres 2019 Tanpa Pileg

Because, ini tuh complicated banget
Bagikan :


Jakarta, era.id - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil penghitungan suara Pemilu Presiden 2019 oleh KPU. Tapi, mereka tidak menolak hasil Pemilu Legislatif yang digelar bersamaan dengan Pilpres.

Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon mengatakan, BPN ingin fokus mengawal dugaan kecurangan perhitungan suara Pilpres 2019. Sementara untuk Pileg, Fadli mengatakan, sistem yang digunakan lebih kompleks. Sehingga, dugaan kecurangannya sulit diurai.

"Pileg ini kan lebih seperti yang saya sampaikan, lebih complicated. Karena itu menyangkut antar partai politik dan internal partai politik, karena sistemnya proporsional terbuka kan," kata Fadli di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

"Jadi ada kasus-kasus (kecurangan) yang di antara partai politik, tapi ada juga yang di antara internal partai politik, dan juga di situ ada juga penggelembungan suara. Pencoblosan sendiri juga ada tapi akhirnya itu jadi kasuistis. Tapi kalau pilpres kan sifatnya nasional," tuturnya.


Baca Juga : Susunan Kabinet Jokowi Sudah Ditetapkan

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 yang dilakukan KPU. BPN menilai terjadi banyak kecurangan yang merugikan pihaknya pada Pilpres 2019.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua BPN Djoko Santoso pada acara Simposium Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).

"Mencermati paparan ahli tentang kecurangan-kecurangan pemilu 2019 serta mengacu rekomendasi sekjen partai Koalisi Adil Makmur. Berdasarkan hal tersebut, kami BPN Prabowo-Sandi bersama rakyat Indonesia yang sadar akan hak demokrasinya, menyatakan menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan," kata Djoko Santoso.
Bagikan :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
22 Oktober 2019 21:14 WIB

King Gizzard & the Lizard Wizard Siap Entak Jakarta

Kolektif Ibu Kota Studiorama jadi yang paling bertanggung jawab soal ini!
Nasional
22 Oktober 2019 20:38 WIB

Johnny G Plate dan Dokter Terawan dalam Jajaran Kabinet

Apa saja posisi yang bakal mereka tempati? Sudah tahu?
Nasional
22 Oktober 2019 20:27 WIB

What's On Today, 22 Oktober 2019

Nikmatilah sensasi baru mendengarkan berita
Nusantara
22 Oktober 2019 20:25 WIB

Fenomena Crosshijaber dari Sudut Pandang Waria

"Crosshijaber stigma baru bagi kami"