Selasa, 19 Februari 2019
Mendagri Tjahjo Kumolo di DPR. (Wardhany/era.id)
06 Desember 2018 15:53 WIB

Cerita Tjahjo Kumolo soal Gerombolan Pemalak di Papua

Cerita ini masih berkaitan dengan kasus penyerangan di Nduga beberapa waktu lalu
Bagikan :


Jakarta, era.id - Sebanyak 20 orang meninggal dunia karena diserang kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua, beberapa waktu lalu. Sebanyak 19 orang adalah pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan dari Kali Yigi-Kali Auruk di Distrik Yigi, sementara satu orang lainnya adalah prajurit TNI.

Presiden Joko Widodo mengatakan daerah tersebut adalah zona merah. Namun, proses pembangunan di sana tidak akan terhenti oleh tindakan seperti ini.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo punya cerita tentang Nduga. Kata dia, di Papua banyak gerombolan yang sering melakukan tindak pelanggaran hukum. 

Kata dia, gerombolan di Papua ini kerap memalak petugas dari Kemendagri, dalam hal ini Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), saat melakukan upaya perekaman data kependudukan.


Baca Juga : Reaksi Pemerintah soal Isu Senjata Kimia di Papua

"Fokus kami adalah meminta kepada jajaran Pemda di Papua, ini kan terkait dana Otsus, secara komprehensif enggak ada masalah. Tapi urusan gerombolan ini, itu dia tim e-KTP kami aja dipalak kok, setiap tiga kilo ada gerombolan datang, bayar Rp5 juta," ujar Tjahjo, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Tjahjo pun berharap gubernur ataupun tokoh adat bisa membantu pelaksanaan program pembangunan pemerintah baik pusat atau daerah di daerah Papua. Termasuk, katanya, salah satu cara dengan menjaga keamanan di beberapa lokasi di Papua. 

"Programnya wali kota, bupati, soal keamanan kita sikat sama-sama, enggak boleh dua orang atau gerombolan pun yang menganggu konsolidasi pembangunan infrastruktur yang ada di semua daerah," kata dia.

Tjahjo menambahkan, daerah Nduga merupakan salah satu yang rawan dengan konflik. Hal itu, katanya, terjadi karena faktor geografis dan faktor sosialisasi yang sulit.

"Enggak ada masalah, memang Nduga sejak dulu, urusan Pilkada ya ruwet, saya kira karena faktor geografis, faktor sosialisasi, itu aja," tuturnya.

Bahkan, kata Tjahjo, pendekatan yang dilakukan pemerintah sulit diterima di daerah tersaebut, baik pendekatan lewat adat, hingga kesejahteraan. 

"Tidak semata mata apapun pendekatan adat, pendekatan kesejahteraan kalau itu sampai enggak sampai, nekat ya pasti mereka makar. Semua tahap saya kira semua stakeholder sudah menempuh itu karena di Papua selain DPRD-nya wakil rakyat juga ada majelis rakyat Papua nya yang mewakili tokoh-tokoh adat," kata dia.
Bagikan :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
19 Februari 2019 14:37 WIB

Jokowi Dilaporkan Lagi ke Bawaslu

Kali ini pakai pasal KUHP
Olahraga
19 Februari 2019 14:34 WIB

Indonesia Resmi Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 

Proses pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032 akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada 2024
Peristiwa
19 Februari 2019 14:09 WIB

Ma'ruf: Mereka Kebanyakan Nonton Mission Impossible

Ini terkait meme perlengkapan canggih yang disebut akan digunakan Ma'ruf saat debat 
Peristiwa
19 Februari 2019 14:06 WIB

Hanura Terbanyak Caleg Eks Koruptor

Setelah Hanura terbanyak caleg eks koruptor adalah Golkar dan Demokrat
Peristiwa
19 Februari 2019 13:46 WIB

Melihat Ponpes An Nawawi Tanara Milik Ma'ruf Amin

Ini merupakan bagian dari pemantapan elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Banten
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR
19 Februari 2019 11:41 WIB

VIDEO: Tiga Makanan Khas Cap Go Meh

19 Februari 2019 11:21 WIB

Film Dokumenter Chris Cornell Siap Digarap

19 Februari 2019 10:31 WIB

VIDEO: Perayaan Cap Go Meh

19 Februari 2019 10:14 WIB

Nani Resmi Berlabuh di Orlando City