Jumat, 03 Juli 2020
Ilustrasi (Pixabay)
12 Februari 2019 14:28 WIB

Polusi Udara Jadi Faktor Kanker Paru

Tutup hidungmu jadi tak berguna
Bagikan :


Jakarta, era.id -  Paparan polusi udara di perkotaan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit kanker paru apabila terakumulasi di tubuh seseorang secara terus menerus dalam jangka panjang.

"Berdasarkan data internasional, sekitar 3-5 persen penderita kanker paru berhubungan dengan pajanan polusi udara," kata Ketua Departemen Paru Fakultas Kedokteran UI RSUP Persahabatan Agus Dwi Susanto saat dihubungi di Jakarta, dilansir Antara, Selasa (12/2/2019).

Bahkan, data hasil penelitian di RSUP Persahabatan pada 2013 terhadap 300 penderita kanker paru yang terbukti, sebanyak 4 persen pasien biasa terpajan polusi udara.

"Sekitar 12 dari 300 orang, penyebab kankernya itu berhubungan dengan polusi udara," kata Agus.


Baca Juga : Buah-Buahan yang Sebaiknya Dihindari Pengidap Diabetes

Dia menyatakan, saat ini salah satu yang menjadi pembahasan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa kanker bisa muncul karena dampak dari polusi udara.

Polutan yang paling berpengaruh terhadap penyakit kanker ialah particulat matter (PM) 2,5 atau partikel halus dengan ukuran di bawah 2,5 mikron yang bisa masuk ke dalam organ-organ dalam tubuh manusia.

"PM 2,5 kalau terhirup dari saluran napas, selama kontinyu dia akan merangsang terjadinya perubahan sel yang ada di dalam saluran napas dan paru dari yang normal menjadi abnormal, terjadilah dia kanker," ujar Agus.

Agus yang merupakan Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengatakan PM 2,5 dianggap partikel yang bersifat iritasi dan sebagian partikel-partikel tersebut bersifat karsinogen.

Selain berpengaruh terhadap perubahan sel normal menjadi sel kanker, PM 2,5 juga dikaitkan dengan peningkatan kejadian penyakit jantung dan strok.

Oleh karena itu, Agus menyarankan agar masyarakat bisa melakukan pencegahan dampak buruk dari polusi udara. Utamanya, menurut dia, mulai dari individu dengan menjaga pola hidup sehat guna membangun imunitas tubuh yang optimal.

"Dengan pola hidup sehat daya tahan tubuh kita sehat, imunitas kita lebih bagus, fungsi imun untuk menangkal bahan-bahan berbahaya dari luar bisa maksimal," kata Agus.

Dia menyarankan agar masyarakat juga menghindari terlalu lama berada di luar pada wilayah dan saat terjadi polutan tinggi, menggunakan masker, dan berolahraga.

Agus menyarankan masyarakat berolahraga setiap akhir pekan di tempat yang memiliki kadar oksigen tinggi untuk menyeimbangi polutan yang terhirup selama hari bekerja.
Bagikan :

Reporter : Bagus Santosa
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Wisata
03 Juli 2020 17:10 WIB

VIDEO: Nemu Sampah di Jepang, Ternyata Kelakuan Warga +62

Ada-ada saja kelakuan warga +62
Kuliner
03 Juli 2020 16:45 WIB

Viral! Rujak Incess, Penjualnya Cantik Mirip Syahrini 

Alhamdullilah ya sesuatu
ide
03 Juli 2020 16:45 WIB

Pelopor Gerakan Pro-Ganja Meninggal Dunia di Usia 92 Tahun

Pembenci ganja yang lantas menjadi aktivis legalisasi ganja.
Nasional
03 Juli 2020 16:38 WIB

42 Persen Pasien COVID-19 di Indonesia Sembuh

901 pasien hari ini sembuh