Kamis, 18 Juli 2019
Penandatangan SKB PNS korup dipecat tidak hormat. (Diah/era.id)
13 September 2018 17:31 WIB

Pemerintah Sepakat PNS Korup Dipecat Tidak Hormat

Ini gegara banyak PNS tersangka korupsi yang sudah bebas eh dia balik lagi
Bagikan :


Jakarta, era.id - Kementerian Dalam Negeri, Kemenpan RB, dan Badan Kepegawaian Negara menandatangani surat keputusan bersama (SKB) untuk dapat memecat Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah inkrah atau berkekuatan tetap melakukan pidana korupsi.

Surat bernomor 180/6967/SJ tertanggal 10 September 2018 itu ditujukan kepada seluruh bupati dan/atau wali kota seluruh Indonesia dan ditembuskan kepada Presiden RI.

"Beberapa hal pokok yang diatur dalam SKB adalah pemberhentian tidak dengan hormat kepada PNS yang telah dijatuhi hukuman inkrah, serta peningkatan pemanfaatan Sistem Informasi Kepegawaian untuk mencatat kondisi atau status pegawai di daerah dan di pusat," kata Mendagri Tjahjo Kumolo di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Dengan adanya SKB tersebut, kata Tjahjo akan mengurangi kerugian negara yang selama ini masih terdapat beberapa PNS terbukti korupsi namun belum diberhentikan dan masih menerima gaji meski sedang menjalani masa hukuman.


Baca Juga : Langgar Disiplin, Pengawal Idrus Mahram Dipecat Tidak Hormat

Sependapat, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyebut, kesepakatan itu juga mencegah PNS yang telah menjalani masa hukuman untuk kembali menempati posisi strategis di pemerintahan.

"KPK menganggap, orang (PNS) ini sudah saya tangkepin, sudah keluar dari penjara, kok balik lagi? Kerja saya (KPK) enggak efektif dong? Makanya ini untuk membuat orang-orang itu enggak menempati jabatan yang strategis," ungkap Bima.

Surat kesepakatan itu otomatis mencabut surat edaran nomor 800/4329/SJ tanggal 29 Oktober 2012 yang tidak menyebutkan pemberhentian tidak dengan hormat bagi PNS yang terbukti korupsi, tetapi hanya larangan PNS korup diangkat dalam jabatan struktural.
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
17 Juli 2019 21:11 WIB

Mencari Tahu Efek Psikologis dari Lagu di Lampu Merah Depok

Kata Wali Kota Depok, lagu ini bisa mengatasi stres ketika macet, benar gak ya?
Nasional
17 Juli 2019 20:37 WIB

Alasan Tim Teknis Pengusutan Kasus Novel Baswedan Dibentuk

Apa bedanya sama tim pencari fakta yang sudah dibentuk? Simak penjelasannya
Nasional
17 Juli 2019 20:15 WIB

Buntut Panjang Unggahan YouTuber Jadi Persoalan Serius

Mungkin kritik dan saran bisa lebih diterima dengan terbuka~
Lifestyle
17 Juli 2019 20:11 WIB

Ulasan Stuber-Evolusi Film Bergaya Buddy Cop

Film buddy cop selalu punya penggemar. Bagaimana dengan Stuber?
Nasional
17 Juli 2019 19:35 WIB

Garuda Indonesia Harus Tahan Kritik

Kritik dan masukan harusnya jadi perbaikan, bukannya malah melaporkan konsumen~