Selasa, 17 September 2019
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan (Diah/era.id)
29 Mei 2019 08:22 WIB

Pak BW, Bawaslu Tak Sependapat Pemilu 2019 Disebut Terburuk

Kalau ada kesalahan dan kekurangan pasti ada tapi masa sampai disebut yang terburuk sih~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan menanggapi pernyataan Bambang Widjojanto (BW) yang menyebut Pemilu 2019 terburuk sepanjang sejarah. 

Abhan merasa tidak sependapat dengan BW. Ia menepis pernyataan tim hukum BPN Prabowo-Sandi itu, ketika mengajukan gugatan sengketa hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Menurut kami tidak (paling buruk), kalau menurut penyelenggara ini yang paling transparan. Karena transparan, semua bisa dilihat buruknya di mana," kata Ahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (28/5) malam. 

Buktinya, kata Abhan, proses perhitungan suara pemilu bisa langsung dilihat publik mulai dari tingkat TPS, Kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. 


Baca Juga : Kealpaan Kubu Prabowo-Sandi Ajukan Kasasi ke MA

"Ini penyelenggaranya jelas, independen, transparan. Semua bisa lihat kan bagaimana debatnya kami dengan saksi, soal keberatan dari 02, anda bisa lihat sendiri kan," tuturnya. 

Abhan bilang, kesalahan dalam penyelenggaraan pemilu pasti ada, namun tidak secara keseluruhan. Namanya juga manusia, pasti tidak sempurna dalam menyelenggarakan sistem demokrasi seperti ini. 

"Kalau ada kesalahan iya, yang namanya manusia tidak sempurna. Lagipula kami juga telah membuat rekomendasi sekian PSU. Nah, ini kan bagian dari ada yang salah lalu diperbaiki," ucap Abhan. 

Sebelumnya, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi bilang, pernyataan BW dinilai ahostopris dan tidak didasarkan dengan data dan argumen yang jelas. Pramono merasa perlu mengingatkan BW kembali terkait beberapa penyelengaraan Pemilu di era Orde Baru yang dinilainya tidak lebih baik dari Pemilu pasca reformasi. 

"Seperti, jumlah partai politik yang dibatasi tidak boleh lebih dari tiga partai politik, tidak boleh ada calon presiden penantang, dan semua calon anggota legislatif harus melalui proses penelitian khusus (litsus) oleh aparat untuk dinyatakan 'bersih diri'," tutur Pramono. 

Supaya kamu tahu, usai menyerahkan laporan gugatan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi, BW sempat menyebutkan kalau Pemilu 2019 merupakan pemilu terburuk. BW membandingkannya dengan pelaksanaan Pemilu 1955.

Menurutnya, Pemilu paling demokratis justru terjadi di awal perang kemerdekaan, tahun 1959 saat Indonesia dipimpin Soekarno. "Inilah Pemilu terburuk di Indonesia selama Indonesia pernah berdiri," kata BW saat itu.
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
17 September 2019 19:43 WIB

Klaim Pembahasan RUU KPK yang Tak Buru-Buru

Kata mereka yang buat, ini bukan barang baru karena sudah lama dibahas
Nasional
17 September 2019 19:28 WIB

Pengesahan RUU KPK di Tengah Derasnya Arus Penolakan

Tok! DPR resmi sahkan RUU KPK yang dianggap melemahkan pemberantasan korupsi
Internasional
17 September 2019 19:02 WIB

Kisah Penyintas Kanker Pecahkan Rekor Renang di Inggris

Setahun lalu, ia menderita kanker. Hari ini ia jadi salah satu perenang terkuat di bumi
Internasional
17 September 2019 19:01 WIB

Vladimir Putin Kutip Ayat Alquran Serukan Perdamaian di Yaman

Karena berdamai itu indah mblo~
Nasional
17 September 2019 17:56 WIB

Dewan Pengawas KPK di Tangan Presiden

Presiden akan segera membentuk panitia seleksi untuk mencari anggota Dewan Pengawas