Selasa, 19 Februari 2019
Jamal Khashoggi (Sumber: Instagram/@jkhashoggi)
11 Oktober 2018 16:51 WIB

Dunia Mencari Jamal Khashoggi

Wartawan veteran yang kerap kritik kebijakan pemerintah Arab Saudi menghilang misterius
Bagikan :


Jakarta, era.id - Hilangnya jurnalis veteran Arab Saudi, Jamal Khashoggi memancing reaksi dunia. Setelah Presiden Amerika, Donald Trump dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan angkat bicara, kini seruan pengusutan hilangnya Khashoggi disuarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric berharap pemerintah Arab Saudi dan Turki bisa bekerja sama dalam penyelidikan. Kata Dujarric, PBB memang belum secara resmi campur tangan dalam kasus ini, namun kata dia PBB akan memantau kasus ini secara seksama.

"Apa yang diserukan oleh rekan kami dari kelompok hak asasi manusia ialah pemerintah Turki dan Arab Saudi bekerjasama dalam penyelidikan. Kami sangat mengharapkan bisa memperoleh informasi mengenai kasus ini," kata Dujarric dalam taklimat harian yang dikutip dari Antara, Kamis (11/10/2018).

Khashoggi yang merupakan penulis kolom tetap The Washington Post hilang setelah mendatangi Gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Laporan hilangnya Khashoggi pertama kali dilaporkan oleh tunangannya, Hatice Cengiz.


Baca Juga : Turki Rencanakan Penyelidikan Internasional untuk Kasus Khashoggi

Khashoggi dinyatakan hilang sejak 2 Oktober lalu. Hilangnya Khashogi menimbulkan kecurigaan, sebab ia dikenal sering melontarkan kritik terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Sejumlah pihak bahkan meyakini pihak Konsulat Arab Saudi di Istanbul sengaja menahan Khashoggi. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan bahkan telah mendesak Arab Saudi untuk membuktikan perkataan mereka bahwa Khashoggi telah meninggalkan gedung konsulat dalam keadaan baik-baik saja.

Pada Senin (8/10), peraih Nobel Perdamaian 2011, Tawakkol Karman menyeru masyarakat internasional agar menekan para pejabat Arab Saudi untuk mengungkap kebenaran yang mereka ketahui soal hilangnya Khashoggi.

"Jika (Jamal) Khashoggi ditahan, kami menuntut pembebasannya segera ... Dinas intelijen rezim Arab Saudi bertanggung-jawab," kata pegiat hak asasi manusia dari Yaman itu.

Sejumlah unsur penegak hukum di Turki pun sudah bergerak. Polisi Turki yang menyelidiki kasus itu telah mengatakan di dalam satu pernyataan pada Sabtu lalu (6/10) bahwa 15 warga negara Arab Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan naik dua pesawat dan memasuki Konsulat Arab Saudi saat Khashoggi berada di dalam.

Jaksa penuntut umum Istanbul saat ini masih menyelidiki peristiwa tersebut, sementara Konsulat Arab Saudi mengatakan di Twitter bahwa konsulat itu sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Turki.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Olahraga
19 Februari 2019 15:12 WIB

Mercedes Khawatir Terganggu Brexit

Pabrik dan fasilitas operasi mesin Mercedes ada di Inggris
Suara-Milenials
19 Februari 2019 15:05 WIB

VIDEO: Jelang Pilres Pelajar di Jakarta Utara Rekam e-KTP

Pelaksanaan pencetakan e-KTP dilakukan bagi para pelajar SMA yang sudah berusia 17 tahun
Peristiwa
19 Februari 2019 14:37 WIB

Jokowi Dilaporkan Lagi ke Bawaslu

Kali ini pakai pasal KUHP
Olahraga
19 Februari 2019 14:34 WIB

Indonesia Resmi Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 

Proses pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032 akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada 2024
Peristiwa
19 Februari 2019 14:09 WIB

Ma'ruf: Mereka Kebanyakan Nonton Mission Impossible

Ini terkait meme perlengkapan canggih yang disebut akan digunakan Ma'ruf saat debat 
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR