Rabu, 03 Juni 2020
Soemardja Book Fair (Iman Herdiana)
04 November 2019 12:42 WIB

Sikat! Ada Book Fair di ITB

Soemardja Book Fair kembali digelar
Bagikan :


Bandung, era.id - Soemardja Book Fair di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) hadir kembali untuk kamu yang gemar membaca buku-buku keren. Event pameran buku ini dimulai Senin (4/11/2019) hingga 8 November 2019.

Soemardja Book Fair 2019 diikuti 15 pelapak buku. Mereka menyuguhkan judul-judul buku yang bervariatif. Selain itu, pameran dimeriahkan oleh bedah buku dari puluhan penulis, pegiat komunitas, penerbit, dan akademisi untuk menjadi pembicara dalam diskusi dan lokakarya di sepanjang pameran.

Koordinator Acara Soemardja Book Fair 2019 Taufik Ramadhan Barli bilang, ada beberapa tujuan digelarnya Soemardja Book Fair 2019.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Kopi di Nusantara


Baca Juga : Fakta Menarik Buku Doa Ratu Mary dari Skotlandia yang Dilelang Rp4,5 M

Pertama, kata Taufik, mengenalkan sosok Syafe’i Soemardja yang merupakan Ketua Pelaksana Pendirian Institut Teknologi Bandung. Galeri Soemardja, yang berdiri atas namanya, merupakan galeri universitas tertua di Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan wujud peran Galeri Soemardja dalam memajukan dunia perbukuan,” terang Taufik, Senin (4/11/2019).

Kedua, sejak tahun 2017, Soemardja Book Fair mempertahankan konsistensinya menjadi ruang temu antara pelapak buku, penulis, komunitas, dan masyarakat umum. Ketiga, SBF kami harapkan menjadi alternatif bursa buku di Kota Bandung. Meskipun kegiatan ini digelar di dalam kampus, kegiatan ini terbuka untuk umum.

Pada gelaran tahun ketiga, Soemardja Book Fair mengusung tema “Potensi Literasi di Era 4.0”. “Tema ini sangat relevan dengan kondisi hari ini. Zaman revolusi industri dan segala perubahan yang menyertainya akan memberi dampak pada berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor literasi,” terangnya.

Kini Soemardja Book Fair menghadapi generasi baru di mana teknologi sudah dikenal pada usia yang sangat muda. Hal ini memunculkan tantangan sendiri, khususnya soal plagiat dan pembajakan.

Bagi para penulis, tindak plagiat yang dilakukan oleh oknum, makin sering ditemui. Bagi para penerbit, perkara pembajakan buku lewat menyebarnya e-book digital dan cetak, membuat mereka rugi. Apalagi belum ada penindakan serius pada kasus tersebut hingga saat ini.

“Fenomena plagiat maupun pembajakan buku akan menjadi kami angkat dalam rangkaian diskusi Soemardja Book Fair,” katanya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Iman Herdiana
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Internasional
03 Juni 2020 19:25 WIB

iPhone dan Laptopnya Dijarah Pendemo, Apple Bikin Pencurinya Tak Bisa Tidur

"Perangkat ini telah dinonaktifkan dan dilacak. Otoritas setempat akan disiagakan"
Lifestyle
03 Juni 2020 19:00 WIB

Rekomendasi Drama Korea Sepanjang Juni 2020

Wajib nonton
Review
03 Juni 2020 18:39 WIB

Rayakan Ulang Tahun ke-60, Sega Buat Konsol Mini Game Gear Micro

Bisa masuk di kantong gengs