Rabu, 12 Desember 2018
07 November 2018 15:10 WIB

KPU Jabar: Penyelenggaraan Pemilu 2019 Paling Rumit

Diprediksi, proses penghitungan suara kali ini bakal lama
Bagikan :


Bandung, era.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menyebut, teknis penyelenggaraan Pemilu 2019 paling rumit dibandingkan Pemilu 2014. Hal itu disebabkan Pemilu 2019 adalah pemilu serentak untuk memilih legislator dan presiden.

Menurut Komisioner Divisi Teknis KPU Jawa Barat, Endun Abdul Haq, pelaksanaan pemilu serentak tersebut berdampak terhadap penambahan penyediaan logistik. 

Kata dia, hal itu berbeda dengan penyelenggaraan Pemilu 2014 lalu yang terdapat jeda waktu selama tiga bulan dari pelaksanaan pemilihan legislator ke pemilihan presiden.

"Jelas berimplikasi kepada lebih teknis pertama lima surat suara, lima kotak suara gitu kan, Pemilu 2014 yang lalu hanya empat itu yang kedua. Yang ketiga partai bertambah, 2014 yang lalu hanya 12 partai, 2019 yang sekarang 16 partai politik," kata Endun di Kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Bandung, Rabu (7/11/2018).


Baca Juga : Trah Keluarga Cendana di Politik Nasional

Dengan masalah teknis tadi, Endun mengatakan, proses penghitungannya lebih lama. Apalagi, khusus Jawa Barat, daerah pemilihan (dapil) calon legislator bertambah, yang awalnya 13 dapil kini menjadi 15 dapil. Sehingga berdampak terhadap teknis pelaksanaan pemilu juga.

Endun menuturkan, penambahan dapil tersebut berdampak terhadap peningkatan jumlah kursi legislator di Jawa Barat 100 kursi menjadi 120 kursi. Penambahan kursi itu, kata Endun, karena adanya pemekaran wilayah di beberapa daerah seperti Bogor, Cianjur dan Kabupaten Bandung.

"Hal ini berdampak terhadap jumlah TPS yang dua kali lipat. Sekarang Jawa Barat ada 137.398 TPS," ujar Endun.

Penambahan TPS di Jawa Barat tersebut, jelas Endun, disebabkan peningkatan jumlah pemilih di setiap TPS. Sementara, Pemilu 2014 lalu di setiap TPS dapat menampung 500 pemilih, sedangkan Pemilu 2019 mendatang hanya menampung 300 pemilih.

KPU Jawa Barat mengaku selain hal tersebut, penyelenggaraan Pemilu 2019 akan lebih rumit karena harus merekrut anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Tujuan utamanya untuk mempercepat rekapitulasi suara usai pemilihan dilakukan di TPS.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Arie Nugraha
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Review
12 Desember 2018 08:49 WIB

Berapa Harga ROG Phone di Indonesia?

Harganya mencapai belasaan juta
Lifestyle
12 Desember 2018 07:46 WIB

VIDEO: One Direction Bakal Reuni Besar

Ada kemungkinan mereka reuni saat liburan Natal
Lifestyle
12 Desember 2018 07:05 WIB

Instagram Saring Komentar Otomatis dalam Bahasa Indonesia

Bye bye bully dan hate speech~~
Lifestyle
12 Desember 2018 06:27 WIB

Samsung Kembangkan Jaringan 5G untuk Mobil Terhubung

Kerja sama ini dilakukan dengan Otoritas Keselamatan Transportasi Korea (KOTSA)
Lifestyle
11 Desember 2018 21:21 WIB

Kenapa Harus Iklan Blackpink?

Haruskan muncul petisi, atau hanya sekedar nasihat yang tak diinginkan warganet?