Selasa, 19 Februari 2019
07 November 2018 15:10 WIB

KPU Jabar: Penyelenggaraan Pemilu 2019 Paling Rumit

Diprediksi, proses penghitungan suara kali ini bakal lama
Bagikan :


Bandung, era.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menyebut, teknis penyelenggaraan Pemilu 2019 paling rumit dibandingkan Pemilu 2014. Hal itu disebabkan Pemilu 2019 adalah pemilu serentak untuk memilih legislator dan presiden.

Menurut Komisioner Divisi Teknis KPU Jawa Barat, Endun Abdul Haq, pelaksanaan pemilu serentak tersebut berdampak terhadap penambahan penyediaan logistik. 

Kata dia, hal itu berbeda dengan penyelenggaraan Pemilu 2014 lalu yang terdapat jeda waktu selama tiga bulan dari pelaksanaan pemilihan legislator ke pemilihan presiden.

"Jelas berimplikasi kepada lebih teknis pertama lima surat suara, lima kotak suara gitu kan, Pemilu 2014 yang lalu hanya empat itu yang kedua. Yang ketiga partai bertambah, 2014 yang lalu hanya 12 partai, 2019 yang sekarang 16 partai politik," kata Endun di Kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Bandung, Rabu (7/11/2018).


Baca Juga : Arus Balik Politik dan Dukungan Akademisi Buat Jokowi

Dengan masalah teknis tadi, Endun mengatakan, proses penghitungannya lebih lama. Apalagi, khusus Jawa Barat, daerah pemilihan (dapil) calon legislator bertambah, yang awalnya 13 dapil kini menjadi 15 dapil. Sehingga berdampak terhadap teknis pelaksanaan pemilu juga.

Endun menuturkan, penambahan dapil tersebut berdampak terhadap peningkatan jumlah kursi legislator di Jawa Barat 100 kursi menjadi 120 kursi. Penambahan kursi itu, kata Endun, karena adanya pemekaran wilayah di beberapa daerah seperti Bogor, Cianjur dan Kabupaten Bandung.

"Hal ini berdampak terhadap jumlah TPS yang dua kali lipat. Sekarang Jawa Barat ada 137.398 TPS," ujar Endun.

Penambahan TPS di Jawa Barat tersebut, jelas Endun, disebabkan peningkatan jumlah pemilih di setiap TPS. Sementara, Pemilu 2014 lalu di setiap TPS dapat menampung 500 pemilih, sedangkan Pemilu 2019 mendatang hanya menampung 300 pemilih.

KPU Jawa Barat mengaku selain hal tersebut, penyelenggaraan Pemilu 2019 akan lebih rumit karena harus merekrut anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Tujuan utamanya untuk mempercepat rekapitulasi suara usai pemilihan dilakukan di TPS.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Arie Nugraha
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
19 Februari 2019 14:09 WIB

Ma'ruf: Mereka Kebanyakan Nonton Mission Impossible

Ini terkait meme perlengkapan canggih yang disebut akan digunakan Ma'ruf saat debat 
Peristiwa
19 Februari 2019 14:06 WIB

Hanura Terbanyak Caleg Eks Koruptor

Setelah Hanura terbanyak caleg eks koruptor adalah Golkar dan Demokrat
Peristiwa
19 Februari 2019 13:46 WIB

Melihat Ponpes An Nawawi Tanara Milik Ma'ruf Amin

Ini merupakan bagian dari pemantapan elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Banten
Peristiwa
19 Februari 2019 13:17 WIB

Debat Putaran Ketiga, Ma'ruf Minta Sandiaga Tak Usah Sungkan

"Yang penting laksanakan dengan santun, sopan," kata Ma'ruf
Peristiwa
19 Februari 2019 13:09 WIB

Caleg Eks Koruptor Bertambah Jadi 32 Orang

Jadi totalnya 81 orang, miris~
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR
19 Februari 2019 11:21 WIB

Film Dokumenter Chris Cornell Siap Digarap

19 Februari 2019 10:31 WIB

VIDEO: Perayaan Cap Go Meh

19 Februari 2019 10:14 WIB

Nani Resmi Berlabuh di Orlando City

19 Februari 2019 09:36 WIB

Vettel Tercepat di Tes Pramusim Pertama