Selasa, 19 Februari 2019
Kemendesa Eko Putro Sandjojo, Kemendagri Tjahjo Kumolo menghadiri sebuah acara. (Wardhany/era.id)
14 November 2018 12:45 WIB

Dana Desa Kini Fokus Pemberdaayaan Masyarakat

Ini agar masyarakat bisa terus berinovasi untuk mengelola dana desa
Bagikan :


Jakarta, era.id - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menyebut penggunaan dana desa kini akan lebih difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dan ekonomi. Sebab, pembangunan infrastruktur dirasa oleh pihaknya kini sudah cukup masif dan hampir merata.

"Sekarang banyak desa infrastruktur nyatanya sudah cukup. Makanya tidak mungkin hanya membangun infrastruktur. Atas saran Presiden dana desa akan lebih difokuskan pemberdayaan masyarakat dan ekonomi desa," kata Eko kepada wartawan di Hotel Sultan, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).

Dirinya juga menyebut, Kemendes juga telah bekerjasama dengan Bank Dunia untuk mengadakan bursa inovasi desa. Adapun tujuan dari kerjasama tersebut agar masyarakat bisa terus berinovasi untuk mengelola dana desa tersebut sehingga penggunaannya tak hanya untuk pembangunan infrastruktur.

"Tujuannya untuk mengajak masyarakat melakukan inovasi bagaimana penggunaan dana desa itu digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan ekonomi," ungkapnya.


Baca Juga : Wapres: Pengawasan Dana Desa Harus Diperketat

Hasil dari inovasi tersebut, kemudian akan didokumentasikan dan kemudian disebarkan ke desa lainnya. Tujuannya, agar seluruh desa yang ada bisa saling belajar inovasi-inovasi penggunaan dana desa.

Eko juga memaparkan, demi menunjang program pemberdayaan masyarakat dari dana desa tersebut nantinya juga akan ada pelatihan untuk pengelolaan ekonomi di desa.

"Jadi bagaimana masyarakat, misalnya belajar mengelola badan usaha milik desa, belajar mengelola desa wisata, bekajar mengelola bank sampah, dan lainnya," kata dia..

Meski kini dana desa akan difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat desa dan pemberdayaan ekonomi, namun, pembangunan infrastruktur juga akan tetap menjadi fokus untuk beberapa desa. Adapun desa yang masih terus fokus menyelesaikan pembangunan infrastruktur, disebut Eko, paling banyak di wilayah Indonesia Timur.

"Indonesia Timur banyak, mereka masih fokus di Infrastruktur," ungkap politikus PKB itu.

"Jadi untuk desa-desa yang infrastruktur sudah cukup, mereka sudah mulai move on ke program pemberdayaan masyarakat tapi untuk infrastruktur yang belum ya harus dipenuhi infrastruktur dulu," tambahnya.

Di tempat yang sama Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, dana desa yang dikucurkan Kemenkeu pun bertambah dari Rp60 triliun menjadi Rp70 triliun. Hal ini juga menyebabkan, dana desa yang diperoleh oleh masing-masing desa pun bertambah.

"Dananya ada tambahan kan dari Rp60 triliun jadi Rp70 triliun. Sehingga anggaran per desa juga naik dan kita fokuskan pada desa tertinggal dan sangat tertinggal, dan yang paling banyak jumlah penduduk miskinnya. Itu akan kami beri afirmasinya," ujar Mardiasmo.

Dari tiga tahap penyaluran dana desa, Kemenkeu juga telah melakukan evaluasi. Hasilnya, kata Mardiasmo, tahap pertama dan tahap kedua sudah hampir 100 persen penyalurannya. Namun, Kemenkeu tetap meminta agar Kementerian Dalam Negeri dan Kemendes PDTT bisa terus mengawasi dan mengimbau agar kepala daerah dapat segera menyalurkan dana desa yang belum disalurkan.

"Melalui Pak Mendagri dan Pak Mendes juga akan mengingatkan kepada kepala daerah supaya segera menyalurkan ke desanya. Supaya betul bisa dimanfaatkan," ungkapnya.

Mardiasmo juga memaparkan, untuk tahap ketiga penyaluran dana desa memang baru separuh dilaksanakan dan akan dipercepat agar pada bulan November hingga Desember agar bisa segera dicairkan dan dimanfaatkan.

Sementara, Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut penguatan aparatur desa harus dilakukan termasuk penguatan dari sistem manajerial. Sehingga, penggunaan dana desa ini bisa berjalan dengan optimal.

"Jadi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program harus bisa jalan dengan baik dan sekarang sudah hampir 90 persen seluruh perangkat desa sudah ditatar. Minimal dia tahu masalah hukumnya, tahu mekanisme menyusun rencana programnya, dan tahu menyusun laporan pertanggungjawabannya," ungkap Tjahjo.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Peristiwa
19 Februari 2019 13:17 WIB

Debat Putaran Ketiga, Ma'ruf Minta Sandiaga Tak Usah Sungkan

"Yang penting laksanakan dengan santun, sopan," kata Ma'ruf
Peristiwa
19 Februari 2019 13:09 WIB

Caleg Eks Koruptor Bertambah Jadi 32 Orang

Jadi totalnya 81 orang, miris~
Nasional
19 Februari 2019 13:06 WIB

DPR Ragu Selesaikan Prolegnas di Masa Akhir Jabatan

Jadi...kibarin bendera putih, nih?
Peristiwa
19 Februari 2019 12:14 WIB

Tamu Undangan Debat Kedua Capres Kebanyakan

Ganggu konsentrasi ceunah
Nusantara
19 Februari 2019 12:13 WIB

Kelompok Difabel di Bandung Keluhkan Aksesibilitas di Rumah Ibadah

Hanya dua rumah ibadah di Bandung yang ramah disabilitas
POPULER
18 Februari 2019 14:22 WIB

Robben Sebut Anfield Stadion Terburuk

18 Februari 2019 07:25 WIB

Kita Semua Wajib Tanggung Jawab

21 Juli 2018 16:30 WIB

Asia Juga Punya Anak Muda 'Berbahaya'

PODCAST

LISTEN
15 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Buzzer Baik, Memang Ada? (Part 1)


LISTEN
14 Februari 2019 17:09 WIB

PODCAST: Sendiri Tak Melulu Sepi


LISTEN
04 Februari 2019 19:22 WIB

NGEPOD: Merangkai Kata Mendulang Rezeki


LISTEN
01 Februari 2019 19:50 WIB

NGEPOD: Mendarat di Galaksi Palapa


LISTEN
30 Januari 2019 15:11 WIB

NGEPOD: 'Stand Up' untuk Ekonomi Kreatif

FITUR
19 Februari 2019 11:21 WIB

Film Dokumenter Chris Cornell Siap Digarap

19 Februari 2019 10:31 WIB

VIDEO: Perayaan Cap Go Meh

19 Februari 2019 10:14 WIB

Nani Resmi Berlabuh di Orlando City

19 Februari 2019 09:36 WIB

Vettel Tercepat di Tes Pramusim Pertama