Kamis, 09 Juli 2020
Ilustrasi (Ming dai/Pixabay )
11 November 2019 17:33 WIB

Melihat Lesunya Bisnis Perhotelan di Bandung

Penurunan terjadi baik untuk kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara sejak 2015
Bagikan :


Bandung, era.id – Tingkat hunian hotel (okupansi) wisatawan ke Bandung, Jawa Barat, disebut mengalami penurunan. Ada banyak faktor yang jadi penyebabnya, termasuk pemindahan sejumlah penerbangan domestik dari Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati, Majalengka.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar bilang, rata-rata penurunan okupansi hotel mencapai 20 persen dari tahun sebelumnya. Penurunan tersebut sebetulnya sudah dirasakan sejak 2015. 

"Kalau dulu 2015 okupansi bisa 70 persen sekarang kurang lebih 50 persen rata-rata," kata Herman Muchtar saat dihubungi, Senin (11/11/2019).

Penurunan terjadi baik untuk kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Faktor-faktor yang menjadi penyebab penurunan antara lain, kenaikan tiket sejumlah maskapai penerbangan, bisnis penginapan secara digital, dan pemindahan sejumlah rute penerbangan di Bandung.


Baca Juga : Kemenparekraf Fokus Segmen Wisnus untuk Pulihkan Pariwisata

"Pemindahan beberapa penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Kertajati, yang pertama 11 rute yang kedua 13 rute, itu kan pengaruh juga," katanya.


Bandara Husein Sastranegara. (Twitter @BDO_AP2)

Sebelum pemindahan rute penerbangan, kata Herman, penumpang pesawat terbang yang turun di Bandara Husein Sastranegara biasa beristirahat di Bandung. Karena itu mereka pun membutuhkan tempat penginapan. Begitu juga penumpang tujuan Jakarta yang sengaja turun di Bandung sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Namun Herman mengatakan, masalah pemindahan rute penerbangan perlu segera dicarikan solusinya, antara lain dengan mempercepat akses jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang menjadi pintu masuk Bandung ke Kertajati. Saat ini, proyek Tol Cisumawu masih dalam proses pengerjaan.

Herman mengingatkan, Bandara Kertajati tetap harus mendapat dukungan banyak pihak. Tetapi Bandara Husein Sastranegara di Bandung pun tetap harus dihidupkan. Kedua bandara tersebut merupakan kebanggaan rakyat Jawa Barat.

"Sekarang ini segera harus diselesaikan supaya infrastruktur ke Kertajati terutama Cisumdawu. Selain itu, prioritasnya kan juga supaya bandara itu tempat pemberangkatan haji dari Jabar dan Jateng. Ini harus jadi fokus kita," katanya.

Soal sistem hotel digital, ia bilang saat ini semakin marak penginapan dalam bentuk apartemen maupun kos-kosan. Penginapan ini ditawarkan lewat platform digital dengan harga murah karena belum kena pajak.

"Jadi dengan adanya itu menggerus tamu dari pihak hotel, terutama hotel bintang 3 ke bawah," katanya.
Bagikan :
Topik :

Reporter : Iman Herdiana
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
09 Juli 2020 11:15 WIB

Sama-Sama Punya Kadar Alkohol, Mengapa Tape Halal dan Bir Tidak Halal?

Ini jawaban ilmiahnya mengikut fatwa
Ekonomi
09 Juli 2020 10:53 WIB

Jokowi 'Sentil' Lagi Menteri yang Kerja Biasa-Biasa Saja

Harus lebih cepat
 
Nasional
09 Juli 2020 10:30 WIB

Jokowi 'Sentil' Menteri Lagi: Tiga Bulan WFH Malah Kayak Cuti

Harus kerja keras
 
Ekonomi
09 Juli 2020 09:42 WIB

Kemenkes: Anggaran Insentif Nakes Jadi Rp1,9 Triliun

Semoga bisa jadi pelipur lara