Senin, 13 Juli 2020
Ilustrasi (Pixabay)
03 Juni 2020 19:25 WIB

iPhone dan Laptopnya Dijarah Pendemo, Apple Bikin Pencurinya Tak Bisa Tidur

"Perangkat ini telah dinonaktifkan dan dilacak. Otoritas setempat akan disiagakan"
Bagikan :


Jakarta, era.id - Apple Store tak luput dari sasaran perusakan dan penjarahan oleh pendemo di Amerika Serikat. Aksi protes yang terjadi berhari-hari itu merupakan buntut panjang kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam dalam penangkapan oleh polisi di Minneapolis sepekan lalu.

Akibatnya, pihak Apple Store mengalami kerugian baik dari segi kerusakan properti hingga kehilangan produk-produk unggulan seperti iPhone dan laptop dari perusahaan berlogo apel tergigit itu.

Bukan Apple namanya jika tak mampu menemukan produknya yang dicuri. Sudah bukan rahasia jika perusahaan yang didirikan Steve Jobs itu memang memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Di mana iPhone dan laptop yang dicuri bisa terlacak dengan baik, bahkan di tempat terpencil sekali pun.

Salah satu warganet yang kedapatan menjarah ponsel dari Apple Store membagikan pengalaman pahitnya lewat media sosial. Lewat akun @disposablefilms, dia memposting iPhonenya yang kini mendapat notifikasi tracking sekaligus mode nonaktif.


Baca Juga : Cek di Sini Daftar iPhone yang Kebagian iOS 14 

"Apple menonaktifkan ponsel yang dijarah," tulisnya.


Ilustrasi. (GREGOR dari Pixabay) 

Usut punya usut, para penjarah mengambil berbagai elektronik yang dipajang untuk demo kepada para pembeli. Sayangnya, barang-barang demo itu sudah dilengkapi dengan program khusus yang bisa mengatur ulang sendiri produk dan perangkat yang hilang bahkan membuatnya jadi tak berguna.

Padahal penjarahan produk Apple bukan cuma terjadi di satu toko saja, melainkan di berbagai wilayah di Amerika Serikat, mulai dari San Fransisco, New York, Washington D.C, Los Angeles, dan Philadelphia.

Meski telah melakukan berbagai cara untuk menghilangkan tracking dan mencoba mengaktifkan kembali, para penjarah seolah tak berdaya dengan kecanggihan dan keamanan yang diterapkan pihak Apple. Lebih lanjut, pihak Apple justru memberi notifikasi mengerikan yang bisa membuat para penjarah mengembalikan produk yang mereka curi.

"Perangkat ini telah dinonaktifkan dan dilacak. Otoritas setempat akan disiagakan," demikian bunyi notifikasi di perangkat Apple itu.

Akibatnya, banyak penjarah yang mulai membuang ponsel yang dicuri ke berbagai tempat karena takut terlacak dan tertangkap pihak terkait. Jika tetap mempertahakan barang yang dicuri, Apple dengan sigap akan melucuti satu demi satu fungsi iPhone atau laptop hingga akhirnya tak hisa digunakan lagi.
 

Kasus penjarahan ini juga jadi pelajaran bagi para pengguna iPhone yang mungkin kehilangan ponselnya. Di mana pada tiap perangkat iPhone sudah dilengkapi dengan fitur “Find My Phone”, yang berguna sebagai pelacak dan bisa langsung terkoneksi dengan ponsel yang hilang. Pengguna dengan jarak jauh bisa menonaktifkan ponsel yang hilang dan juga menyelamatkan data serta membuat pencuri merasa sia-sia.

"Letakkan dalam Mode Hilang untuk segera menguncinya dan mulai melacak lokasinya," terang pihak Apple seperti dikutip dari Forbes, Rabu (3/6/2020).

Sebelumnya, pihak Apple juga mengungkapkan rasa priatin dan simpati terhadap George Floyd yang menjadi korban rasisme dari pihak kepolisian. Aksi rasisme itu bahakan menyebabkan hilangnya nyawa Floyd ditangan Derek Chauvin, polisi yang mengunci leher Floyd hingga tewas.

“Ada rasa sakit yang mendalam terukir di jiwa bangsa kita dan di hati jutaan orang. Untuk berdiri bersama, kita harus membela satu sama lain, dan mengenali rasa takut, sakit hati, dan kemarahan yang diprovokasi oleh pembunuhan tak beralasan atas George Floyd dan sejarah rasisme yang jauh lebih lama,” kata Timothy Donald Cook atau yang dikenal dengan Tim Cook, CEO Apple, dikutip dari Forbes, Rabu (3/6/2020).

Apple juga telah memutuskan untuk menutup sejumlah tokonya di Amerika Setikat demi mencegah dan melindungi para staf dan karyawan, dan juga pelanggannya dari kerusuhan.
Bagikan :

Reporter : Nurul Tryani
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nusantara
13 Juli 2020 14:02 WIB

Tagih Janji Wali Kota Bandung, Ribuan Pengemudi Ojol Geruduk Balai Kota

Ojol belum boleh beroperasi

 
megapolitan
13 Juli 2020 14:02 WIB

WN Prancis yang Cabuli 305 Anak di Bawah Umur Tewas Bunuh Diri

Menjerat leher pakai kabel
 
Nasional
13 Juli 2020 13:36 WIB

Doni Monardo: COVID-19 Bukan Konspirasi!

Bukan rekayasa juga
 
Nasional
13 Juli 2020 13:31 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Belajar Tatap Muka Harus Dievaluasi Berkala

Pemerintah diminta utamakan keselamatan siswa