Sabtu, 25 Januari 2020
Presiden Joko Widodo. (Foto: setkab.go.id)
12 Juli 2019 14:25 WIB

Menteri Muda di Kabinet Jokowi, Isyaratkan Kerja Cepat?

Jang moeda jang memimpin, hidoep anak moeda~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal kemungkinan menteri berusia muda duduk di dalam kabinetnya ke depan. Dia juga sudah meminta partai politik di koalisi untuk mengajukan kandidat yang berusia muda.

"Saya minta dari partai juga ada yang muda, ada dari profesional juga. Kalau enggak ada dari partai, ya, kita cari sendiri. Profesional muda kan sekarang banyak banget," kata Jokowi di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian bilang, dia bakal segera mengumumkan siapa saja yang akan membantunya di kabinet ke depan. Apalagi, saat ini, dia sudah memetakan siapa saja yang pantas menduduki jabatan sebagai menteri. "Sudah, sudah (ada komposisi)," ungkapnya.

Jokowi mengatakan komposisi antara profesional muda dan partai di kabinet mendatang nyaris seimbang. Enggak hanya itu, dia sedikit memberikan bocoran jika menterinya yang saat ini menjabat ada yang dipertahankan. Sedangkan untuk yang disebut-sebut terseret dalam kasus korupsi, dia bilang, bakal dipertimbangkan lagi.


Baca Juga : VIDEO: Sususan Kabinet Indonesia Maju

"Ya, nanti dilihat. Semua hal mesti kita pertimbangkan," ujarnya.

Melihat dari pernyataan Jokowi soal kabinet yang diisi orang-orang muda, Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongke mengatakan pernyataan itu seakan Jokowi ingin kabinetnya bisa bergerak cepat. Sebab anak muda biasanya diidentikan dengan mereka yang bisa bergerak cepat dan dinamis.

"Mungkin ini pola pendekatan baru Pak Jokowi untuk membantu dia lima tahun ke depan agar bisa bergerak lebih cepat," kata Maksimus kepada era.id, Jumat (12/7/2019).

Meski ingin kabinetnya bergerak cepat, tapi Maksimus mengingatkan agar Jokowi tetap memperhatikan calon mana saja yang mampu mengemban jabatan itu. Ada beberapa kunci yang harus dimiliki orang-orang muda di kabinet Jokowi ke depan. Salah satunya adalah kemampuan memimpin lembaga dan integritas.

"Calonnya harus punya kemampuan kepemimpinan, punya integritas, dan punya kemampuan intelektual agar bisa menjalankan program kerja jokowi. Itu kunci yg harus mereka miliki," ujarnya.

Sebelumnya, beberapa nama anak muda diisukan bakal masuk ke dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf ke depan. Salah satunya anak sulung dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Nama ini berkembang, setelah AHY sempat menemui Jokowi beberapa waktu lalu ke Istana Kepresidenan untuk bersilaturahmi.

Selain itu, Jokowi juga pernah menggoda Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia. Diketahui, Bahlil juga menjabat sebagai Direktur Penggalangan Pemilih Muda dan Milenial di Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf. 

Jokowi mengaku dibuat kagum dengan sosok Bahlil. Berdasarkan kekagumannya itu, Jokowi ingin mengangkat Bahlil menjadi menterinya pada kabinet selanjutnya. Hal ini pernah disampaikannya langsung, saat mantan Wali Kota Solo ini memberikan sambutan buka puasa bersama dengan HIPMI di Hotel Ritz Carlton, Jakarta beberapa waktu lalu.

"Saya lihat-lihat adinda Bahlil cocok jadi menteri, saya lihat dari atas sampai bawah cocok jadi menteri," ungkap Jokowi saat itu.

Bahkan, Jokowi sempat bilang, para pengurus HIPMI enggak perlu kaget kalau nantinya ketua mereka jadi menteri di kabinetnya. "Pinter membawa suasana, jadi kalau nanti beliau terpilih ya enggak usah kaget. Kan pas kan? Siapa yang setuju?" kata dia.
Bagikan :

Reporter : Wardhany Tsa Tsia
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
25 Januari 2020 08:28 WIB

VIDEO: Asal Usul Tahun Baru Imlek yang Perlu Kamu Tahu

Gong Xi Fa Chai
Nasional
24 Januari 2020 20:32 WIB

What's On Today, 24 Januari 2020

Podcast berita terkini yang disajikan dengan cara berbeda
Lifestyle
24 Januari 2020 20:05 WIB

DJ Wilda Ngaku Jadi Calon Ibu Tiri Gempi, Pansos atau Fakta?

DJ Wilda mengaku miliki hubungan spesial dengan Gading Marten
Nasional
24 Januari 2020 19:42 WIB

Cuma Urusan Harun Masiku, Kemenkumham Harus Bentuk Tim Khusus

Cuma persoalan Harun ada dimana