Senin, 17 Februari 2020
Cuplikan Video (IST)
14 Februari 2020 09:17 WIB

Disdik Jabar Tindak Tegas Guru Pelaku Pemukulan Siswa di Bekasi

Bukan zamannya kekerasan di sekolah!

Bagikan :


Bandung, era.id - Sebuah video yang memperlihatkan guru memukul murid beredar luas di media sosial. Diketahui, adegan kekerasan dalam video tersebut terjadi SMA Negeri 12 Kota Bekasi.

Kekerasan dilakukan oleh seorang guru terhadap salah seorang siswadisaksikan puluhan siswa lainnya yang berkumpul di lapangan.

Kecaman terhadap adegan yang tak pantas itu muncul dari banyak pihak, termasuk dari Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar. Disdik Jabar juga turun tangan melakukan pemeriksaan untuk memberikan sanksi tegas terhadap setiap tindakan yang bertentangan dengan hukum.

Untuk itu, sesuai mekanisme yang berlaku, Kepala SMAN 12 Bekasi mengeluarkan Surat Keputusan nomor 421/617/SMAN.12/BKS/XI/2019 yang secara resmi mencopot oknum guru tersebut dari jabatan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

"Disdik Jabar bertindak tegas dalam menanggapi kasus (pemukulan di SMAN 12 Bekasi) ini. Sudah tidak zamannya lagi melakukan kekerasan untuk membina siswa supaya menjadi benar," ujar Kepala Disdik Jabar Dewi Sartika, Kamis (13/2/20).

Keputusan diambil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (pasal 11). Selain menolak pemukulan terhadap siswa, Disdik Jabar juga mengecam tindakan oknum guru tersebut karena mencederai komitmen dalam menghadirkan sistem dan tata kelola pendidikan yang maju.

"Tentunya hal itu (pemukulan) mencederai dunia pendidikan, padahal kami sudah meluncurkan berbagai program peningkatan kualitas mental, termasuk (bagi) guru," tambah Dewi.

Berbagai program unggulan dalam memajukan dunia pendidikan Jabar melalui aset fundamental itu, lanjut Dewi, di antaranya adalah program Jabar Masagi dan kampanye #SenyumKarena.

Dewi menuturkan, Jabar Masagi merupakan program yang digulirkan Pemda Provinsi Jabar untuk mendorong guru dalam mengembangkan pola ajar berbasis pendidikan karakter berbasis budaya atau kearifan lokal Jawa Barat.

Tujuannya, dunia pendidikan Jabar bisa mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tapi juga memiliki akhlak dan kekuatan spiritual dan fisik yang mumpuni serta memiliki kemampuan untuk bisa belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti), dan belajar hidup bersama (bakti/dumadi nyata).

Sementara sesuai namanya, kampanye #SenyumKarena mendorong aktivitas positif dimulai dari senyum dan berbagi kata-kata positif untuk menularkan kebahagiaan, mood, dan suasana yang positif.

Kampanye ini merupakan salah satu modul Jabar Masagi yang mendorong semua pihak di sekolah, mulai dari kepala sekolah, siswa, sampai penjaga sekolah, untuk mengingat sekaligus menulis pengalaman-pengalaman yang menggembirakan. 

"Bentuk ekspresif adalah senyum. Misal, saya senyum karena melihat kamu cantik. Lebih mengekspresikan kegiatan dalam hati dengan sesuatu yang lebih positif, sehingga siswa lebih kreatif dan senang di sekolah,” ucap Dewi.

Bagikan :
Topik :

Reporter : Iman Herdiana
Editor : Ervan Bayu Setianto
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Lifestyle
16 Februari 2020 18:08 WIB

Bong Joon Ho Akan Dibangunkan Museum di Korsel

Sutradara film Parasite itu juga bakal dibangunkan patung
Lifestyle
16 Februari 2020 17:07 WIB

Aksi Kocak Terry Crews dan Howie Mandel Main TikTok 'Bagaikan Langit'

Semua akan TikTok pada waktunya~
Nasional
16 Februari 2020 15:04 WIB

Anies Tolak Deklarasi Dirinya sebagai Capres 2024

Masih fokus benahi ibu kota
Lifestyle
16 Februari 2020 14:25 WIB

Model Asal Los Angeles Diblokir Tinder Gara-Gara Terlalu Cantik

Kalau begitu, Tinder khusus orang jelek dong hiyahiyahiya~
Internasional
16 Februari 2020 13:49 WIB

Depresi Jalani Sidang KDRT, Presenter Caroline Flack Bunuh Diri

"Caroline tidak tahan membayangkan dirinya menjalani sidang"