Senin, 14 Oktober 2019
Demo mahasiswa di depan Gedung DPR (era.id)
26 September 2019 13:09 WIB

Nyanyian Demonstran: Dulu Slank Sekarang .Feast

Ketika lagu perjuangan para demonstran berubah
Bagikan :


Jakarta, era.id - Lagu Peradaban berkumandang di tengah aksi protes mahasiswa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9). Unit progressive rock Jakarta .Feast jadi salah satu lambang perjuangan hari itu. Pertanyaan muncul kemudian. Soal Slank yang suaranya hilang di tengah rezim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Bahkan ketika tuntutan mahasiswa berpusat pada nasib pemberantasan korupsi, Slank tetap tak bersuara.


... Karena peradaban takkan pernah mati
Walau diledakkan diancam tuk diobati
Karena peradaban berputar abadi
Kebal luka bakar tusuk atau caci maki
Karena peradaban takkan pernah mati
Walau diledakkan diancam tuk diobati
Karena peradaban berputar abadi
Kebal luka bakar tusuk atau caci maki
Beberapa orang menghakimi lagi
Walaupun diludahi jaman seribu kali
Beberapa orang memaafkan lagi ...

-Kutipan lirik .Feast/Peradaban-



Sejak debut lewat tunggal Camkan di tahun 2014, Baskara Putra (vokal), Adnan S.P. (gitar), Dicky Renanda (gitar), F. Fikriawan (bass), Adrianus Aristo Haryo alias Bodat (drum) langsung menggetarkan. Senang rasanya melihat band muda ini hadir dengan lirik-lirik bertemakan kritik sosial. Konsistensi itu terjaga. Berbagai lagu yang dirilis .Feast di tahun-tahun berikutnya tetap bernada sama. Album "Beberapa Orang Memaafkan" jadi penegasan.


Baca Juga : Korban yang Terlupakan dari Demo 'Reformasi Dikorupsi'

Dalam album rilisan 2018 itu, .Feast menyuarakan berbagai isu budaya, sosial, dan politik. Di Berita Kehilangan, misalnya, mereka mengangkat kepedihan tentang korban-korban kematian dari suatu peristiwa. Pentolan .Feast, Baskara Putra mengatakan, lagu ini terinspirasi dari peristiwa Bom Surabaya tahun 2018 lalu.

Lagu Peradaban yang dinyanyikan mahasiswa Selasa lalu sendiri menggambarkan budaya dan peradaban yang tak akan luntur meski diterpa budaya ataupun paham baru. Termasuk dalam perlawanan terhadap ketidakadilan. .Feast sendiri telah menyatakan berdiri di belakang mahasiswa. Dalam sebuah video, mereka menyuarakan mahasiswa agar terus berjuang. Bagaimanapun, setiap rakyat Indonesia memiliki DNA perjuangan.
 



Slank dan perjuangan

Demonstrasi buruh di depan Balai Kota DKI Jakarta sekitar tahun 2017 jadi salah satu aksi protes yang paling saya ingat. Bukan besarnya jumlah massa. Tidak pula karena isu yang disuarakan. Tapi karena berkumandangnya Orkes Sakit Hati milik Slank di tengah aksi protes. Ini bukan kali pertama lagu Slank terdengar di tengah demonstrasi. Tapi, aksi buruh hari itu mengingatkan memori pribadi saya soal Slank dan suara lantangnya.

Klip video Orkes Sakit Hati berputar di kepala ketika melihat buruh berjoget dan bernyanyi bersama, ramai-ramai mengungkap kecewa pada pemimpin Ibu Kota saat itu: Anies dan Sandi. Kamu barangkali bisa ikut mengingat bagaimana klip video Orkes Sakit Hati dibuat di tengah kerumunan massa dan penjagaan polisi. Kaka, Bimbim, Abdee, Ivanka, dan Ridho mantap berdiri di tengah massa, menyanyikan tembang sindiran. Semacam demonstrasi paling keren yang pernah ada.
 


Bagi saya, generasi yang tumbuh di era milenium --orang-orang generasi sebelumnya mungkin memuja Iwan Fals-- Slank adalah lambang perjuangan. Gambaran itu terus terjaga sejak saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) --kali pertama saya memegang kartu anggota Slankers-- hingga 2014. Tahun itu, Slank secara terang menyatakan dukungan kepada Jokowi yang bertarung dalam pemilu.

Gambaran soal Slank dan perjuangan sejati perlahan-lahan memudar, seiring kiprah Slank dalam berbagai aksi politis sang presiden. Di Pemilu 2019, dukungan Slank untuk Jokowi terus terjaga. Keputusan Bimbim Cs sempat dikritik oleh Ahmad Dhani, pentolan Dewa19 --yang tak kalah mengecewakan bagi saya-- yang akhirnya ikut mengabdi pada politik praktis. Tapi, Dhani bukanlah Slank. Kekecewaan itu tetap terasa berbeda.

Slank punya alasan. Dalam sebuah artikel yang ditulis Merdeka, Kaka menyebut kedekatan dengan rakyat plus kebijakan Jokowi yang selalu berpihak kepada rakyat sebagai alasan Slank memilih pria Surakarta. Bimbim melengkapi. Menurutnya, Jokowi adalah sosok yang tegas dan mampu menahan diri alias tak terburu-buru.

"Dia dekat dengan rakyat dan kebijakannya pun selalu berpihak pada rakyat," tutur Kaka tahun 2014 lalu.


Jokowi dalam kampanye Pemilu 2019 (era.id)


Di tengah periode pemerintahan 2014-2019, Slank sejatinya sempat melempar kritik penting untuk Jokowi. Saat itu, Bimbim menyatakan kekecewaannya lantaran Jokowi menunjuk Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri. Padahal, menurut Bimbim, Slank telah menyerahkan daftar berisi 46 nama bersih yang layak dipilih Jokowi untuk mengisi kabinet dan posisi-posisi pejabat pemerintahan.

Slank dan Jokowi, bagaimanapun memiliki kedekatan kuat dalam beberapa tahun belakangan. Kunjungan Jokowi ke Markas Slank di Gang Potlot, Konser Salam Dua Jari, hingga yang terakhir, sebuah lagu berjudul BarengJokowi. Kolaborasi Slank bersama seratus seniman, olahragawan, budayawan, hingga influencer berbagai generasi itu dirilis Slank sebagai penegasan dukungan mereka kepada Jokowi di Pemilu 2019.


Melawan korupsi


Demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR (era.id)


Entah disebabkan apa. Yang jelas, suara Slank benar-benar meredup hari ini. Bahkan ketika puluhan ribu mahasiswa di seluruh belahan negeri berjuang menolak pengesahan UU KPK --yang dianggap bakal melemahkan kinerja pemberantasan korupsi-- dan sejumlah pasal bermasalah dalam RUU KUHP, Slank tetap bergeming.

Saya ingat betul, sejak dulu Slank adalah musuh besar bagi korupsi. Perlawanan terhadap korupsi tak hanya dilontarkan Slank dalam lagu-lagunya. Beberapa kali, Slank menyatakan dukungan terbuka pada upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.

Di tahun 2016, Slank jadi yang paling depan menjaga keutuhan KPK ketika rencana revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi digulirkan. Saat itu, Slank menggelar konser di Gedung KPK menyuarakan pentingnya perlawanan terhadap korupsi.

Hari ini, sikap Slank dipertanyakan. Ketika jagoan-jagoan Potlot hanya berdiam ketika DPR dan pemerintah mengesahkan UU yang sejatinya identik dengan apa yang sempat mereka tolak dua tahun lalu.

Bagikan :

Reporter : Yudhistira Dwi Putra
Editor : Yudhistira Dwi Putra
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Internasional
14 Oktober 2019 12:05 WIB

Mal di Hong Kong Jadi Arena Bentrokan Aparat Vs Demonstran

Orang-orang yang sedang berbelanja berteriak-teriak ketakutan dan beberapa luka-luka
Lifestyle
14 Oktober 2019 11:35 WIB

Kebangkitan Club Eighties dalam Cahaya

Tetap dengan pop synthesizer yang dibalut gaya sound kekinian
Nasional
14 Oktober 2019 11:20 WIB

Upaya Mengawal Istri Kolonel Hendi dari UU ITE

Sebanyak 52 pengacara menyatakan siap mendampingi istri Hendi, Irma Zulkifli Nasution
Nasional
14 Oktober 2019 11:17 WIB

Demokrat-Gerindra Sudah Diajak Ngobrol Jokowi, PAN-PKS Kapan?

Siap jadi mitra dan oposisi
Internasional
14 Oktober 2019 11:07 WIB

Serangan Udara Turki ke Suriah Tewaskan 14 Orang

Lima orang di antaranya adalah warga sipil