Kamis, 28 Mei 2020
Selena Gomez. (Twitter @selenagomez)
05 April 2020 14:03 WIB

Selena Gomez Akui Idap Bipolar Disorder, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Yang sering depresi setiap tanggal tua, boleh dicek~
Bagikan :


Jakarta, era.id - Penyanyi Selena Gomez mengaku dirinya mengidap gangguan bipolar disorder. Artis berusia 27 tahun itu didiagnosis setelah datang ke Rumah Sakit McLean, Belmont Massachusetts. Rumah sakit ini termasuk salah satu fasilitas kesehatan mental terbaik di Amerika Serikat.

Pengakuan jujur itu diungkapkan Selena kepada penyanyi Miley Cyrus melalui IG TV 'Bright Minded' pada Jumat (3/4). Pelantun "Lose You To Love Me" mengatakan dia bersyukur akhirnya menemukan penyebab penderitaannya selama bertahun-tahun dan ingin mendapatkan semua pengetahuan terkait kondisinya sekarang.

"Baru-baru ini, saya pergi ke salah satu rumah sakit jiwa terbaik yaitu Rumah Sakit McClean Amerika dan saya menjelaskan telah bertahun-tahun melalui banyak hal yang berbeda, saya menyadari bahwa saya bipolar," jelasnya yang dilansir dari Daily Mail.

"Aku tidak pernah memiliki kesadaran atau jawaban penuh tentang kondisi ini. Ketika saya memiliki lebih banyak informasi, itu benar-benar membantu saya, itu tidak membuat saya takut ketika mengetahuinya." lanjutnya.


Baca Juga : Tips Hadapi Bullying ala Yuki Kato

"Ketika saya akhirnya mengatakan apa yang akan saya katakan, saya ingin tahu segalanya tentang itu dan itu menghilangkan rasa takut," lanjutnya

Selena mengatakan bahwa selama dia dibesarkan di Texas dia merasa seperti tidak didorong untuk berbicara emosi. Selain itu, Selena juga menceritakan dirinya bersama ibunya terkait badai petir yang sempat membuat ia ketakutan.

“Ketika saya masih muda, saya takut akan badai petir dan ibu saya membelikan saya semua buku ini tentang badai petir dan dia berkata, 'Semakin kamu mencari tahu tentang hal ini, semakin kamu tidak takut',” ungkapnya.

Dilansir dari Hallo Sehat, Bipolar disorder adalah kondisi kelainan mental, yang disebut sebagai kelainan bipolar atau manic depression, yang ditandai dengan perubahan mood yang ekstrem. Lantas bagaimana cara mengatasinya?

Yang pertama dilakukan adalah terapi obat-obatan. Dokter biasanya meresepkan penstabil mood atau obat-obatan anticonvulsant. Beberapa obat memiliki efek samping, seperti pemicu gejala manik dan harus konsultasi pada dokter terlebih dahulu. 

Kedua, pengobatan psikologis. Terapi psikologis berguna untuk mengurangi gejala. Terapi terdiri dari psychoeducation, cognitive behavioral therapy (CBT) dan terapi keluarga.

Terakhir adalah mengubah kebiasaan gaya hidup. Mengubah kebiasaan yang baik memiliki peran penting dalam pengobatan bipolar mania. Maka dari itu, penting untuk mendapatkan tidur yang cukup, makan yang sehat dan aktivitas fisik yang sehat, seperti yoga atau olahraga setiap hari.
Bagikan :

Reporter : Adelia Hutasoit
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
megapolitan
28 Mei 2020 11:19 WIB

New Normal, Naik Ojol Harus Bawa Helm Sendiri

Pengemudi ojol siapkan protokol kesehatan
Lifestyle
28 Mei 2020 11:12 WIB

Suga BTS Bocorkan Rahasia di Mixtape D-2

Ada kejutan apa ya?
Internasional
28 Mei 2020 11:01 WIB

Raffia Arshad Hakim Berhijab Pertama di Inggris

Dia berhasil mematahkan stereotipe dan diskriminasi yang dialami