Sabtu, 20 April 2019
Jimat dipercaya dapat meloloskan peserta seleksi CPNS. (Twitter @BKNgoid)
06 November 2018 06:05 WIB

Peserta Tes CPNS Madiun Ketahuan Bawa Jimat

Mau lolos belajar yang bener bukan pakai jimat
Bagikan :


Madiun, era.id - Sejumlah peserta tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 dari wilayah Kabupaten Madiun kedapatan membawa barang diduga jimat saat mengikuti ujian yang digelar di Asrama Haji, Kota Madiun, Jawa Timur.

Ketua Seksi Pelaksanaan SKD CPNS Kabupaten Madiun, Sri Diana Dewi Kusumaningrum mengatakan, barang itu ditemukan petugas saat melakukan penggeledahan para peserta sebelum masuk ke ruangan tes.

"Memang ada yang seperti. Itu ditemukan saat akan pelaksanaan computer assisted test (CAT) CPNS Kabupaten Madiun," ujar Sri Diana di Madiun, seperti dikutip Antara, Senin (5/11/2018).

Berdasarkan pendataan, jumlah barang jimat yang ditemukan mencapai belasan. Barang itu berupa kayu, kertas bertuliskan rajah yang dilipat, kain putih, plastik berisi kunir dan kedelai, hingga rambut. Benda yang diduga jimat itu disimpan para peserta di kerah baju, sepatu, saku, dan ada juga yang diselipkan di baju.


Baca Juga : 75 Atlet Berprestasi Ikuti Seleksi CPNS 2018


(Ilustrasi/era.id)

Sri Diana Kusumaningrum menjelaskan, atas temuan itu, pihak panitia seleksi kemudian membuang barang-barang tersebut karena di luar teknis. Dia bilang, sejak awal panitia seleksi sudah mengingatkan peserta agar menitipkan benda berharga dan bawaannya ke tempat penitipan yang sudah disediakan panitia.

"Sudah kami sampaikan berulang-ulang di awal. Kalau pada saat pemeriksaan yang ketiga masih saja ditemukan, maka kami anggap itu barang tidak berharga," katanya.

Dia menambahkan, sesuai dengan peraturan, peserta hanya diperbolehkan membawa pensil, kartu peserta, dan KTP. Namun, kenyataannya masih ada saja peserta yang membawa penghapus dan barang lainnnya, termasuk yang diduga jimat.

Secara teknis, ada tujuh tahapan yang dilalui peserta saat mengikuti SKD CPNS tahun 2018. Di antaranya, mulai dari registrasi, penitipan barang, pengecekan dan pemeriksaan badan dengan metal detektor, pengecekan "barcode" dan PIN, pengarahan panitia dari BKN, pelaksanaan ujian, serta hasil ujian.

"Tahapan-tahapan yang disiapkan oleh panitia seleksi tingkat nasional itu diharapkan bisa meningkatkan ketertiban dan kelancaran pelaksanaan tes CPNS," katanya.

Adapun SKD CPNS 2018 terdiri dari tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, dan tes karakter pribadi yang keseluruhannya terdiri atas 100 soal dan harus diselesaikan dalam jangka waktu 90 menit.

Sesuai data, tes SKD CPNS 2018 di Asrama Haji Kota Madiun diikuti oleh enam kota/kabupaten wilayah eks-Keresidenan Madiun, yakni peserta dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan. SKD tersebut digelar secara bertahap dari tiap-tiap daerah, yang berlangsung sejak tanggal 26 Oktober hingga 17 November 2018.
Bagikan :

Reporter : Ahmad Sahroji
Editor : Ahmad Sahroji
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 April 2019 14:47 WIB

Komisioner KPU Jawab Hubungan Saudara dengan Pakar Media Sandi

Yang satu penyelenggara pemilu, lainnya lagi jadi bagian dari peserta pemilu
Olahraga
20 April 2019 13:47 WIB

Kemenangan Sulit Nadal Atas Guido di Monte-Carlo Masters

Tak semudah itu, Rafael
Nasional
20 April 2019 12:51 WIB

Catat Layanan yang Bisa Kamu Kontak untuk Awasi Situng KPU

Jika temukan kesalahan, laporkan! 
Peristiwa
20 April 2019 11:33 WIB

Bisakah Sandi Kembali jadi Wakil Gubernur DKI?

Pakar politik jawab banyaknya pertanyaan soal kemungkinan kembalinya Sandi ke Balai Kota
Nasional
20 April 2019 09:41 WIB

Memanggil Para Hacker untuk Lindungi KPU

KPU meminta bantuan para hacker untuk menjaga situs KPU dari serangan yang makin…