Kamis, 02 April 2020
Monumen Nasional (era.id)
16 Agustus 2019 20:36 WIB

Mengkritik Rencana Pemindahan Ibu Kota

Perlu ada kajian yang mendalam, jangan sampai gagal
Bagikan :


Jakarta, era.id - Rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan menuai kritik. Rencana itu disampaikan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR 2019, hari ini.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, harus ada kajian mendalam dan serius untuk rencana ini sehingga tak jadi sekadar keinginan belaka.

"Masih mentah menurut saya, masih mentah sekali. Belum ada apa-apa itu," ujarnya, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Fadli menyarankan, pemerintah mengumpulkan ahli dari berbagai bidang untuk mengkaji rencana ini. Setidaknya, lanjutnya, kajian tersebut dilakukan dalam jangka waktu lima tahun ke depan sebelum ibu kota benar-benar dipindahkan.


Baca Juga : VIDEO: Jokowi Bakal Bertemu Donald Trump Bahas Ibu Kota Baru

Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, pemerintah juga harus banyak belajar dari negara lain yang sudah lebih dulu memindahkan ibu kota. 

Belum lagi soal pendanaan. Fadli mengatakan, anggaran pemindahan ibu kota harus jelas sumber dananya. "Bagaimana skema pembiayaannya? Kan waktu itu ada cerita tidak dibiayai oleh APBN, lantas dibiayain oleh siapa? Jangan sampai ini justru mengundang keterlibatan asing untuk masuk campur tangan urusan kita," jelasnya.

Sependapat, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak setuju dengan rencana pemindahan ibu kota. Dia menilai, pemerintah akan kesulitan memindahkan ibu kota dari Jakarta. Sebab, Jakarta sebagai ibu kota sudah terlalu mengakar secara historis bagi bangsa.

"Saya ingin pemerintah itu mengerti posisi Jakarta. Jakarta itu dibuat Bung Karno dan didesain sebagai ibu kota. Jadi sebetulnya sulit meninggalkan Jakarta sebagai ibu kota. Terlalu bersejarah legacy dari Bung Karno dan banyak sekali hal-hal yang tidak bisa ditinggalkan dari kota ini," tutur Fahri.



Dia menambahkan, para menteri Jokowi harus bisa memberikan masukan yang terbaik untuk pemindahan ibu kota ini. Apalagi, kata Fahri, hasil kajian pemindahan ibu kota yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tak terlalu dalam.

"Pak Jokowi ini jangan dikasih input yang tidak matang. Saya sudah baca risetnya itu, enggak matang," tuturnya.

Kritik lain muncul dari mantan wakil Gubernur DKI Jakarta, yang juga Pengusaha Sandiaga Uno. Sebagai pebinis dia menilai harus ada unsur kehati-hatian dalam proses pemindahan ibu kota. Jangan sampai pemindahan ini malah tidak sukses alias gagal.

"Sumber dananya berapa? Dampak untuk lapangan kerja dan harga-harga bahan pokok yang dirasakan, gimana? Karena kita khawatir nanti harga properti naik semua di pulau Kalimantan dan biaya hidup yang tidak terjangkau masyarakat di sana itu yang jadi fokus kita ke depan," ucap Sandi.
Bagikan :

Reporter : Mery Handayani
Editor : Bagus Santosa
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Ekonomi
02 April 2020 10:02 WIB

Token Listrik Gratis untuk Pelanggan Prabayar

Token Listrik Gratis untuk Pelanggan Prabayar
Nusantara
02 April 2020 09:24 WIB

Hasil Rapid Test di Jabar Catat 409 Orang Positif Korona

Datanya belum masuk di pemerintah pusat
Internasional
02 April 2020 08:33 WIB

Prancis Negara Keempat dengan Kematian Lampaui 4.000 akibat COVID-19

Untuk rekor satu ini semoga tidak dicontoh negara lain
Nasional
02 April 2020 08:24 WIB

Panjangnya Birokrasi Pembatasan Sosial Berskala Besar

Harus disetujui Menkes dengan segala pertimbangannya