Kamis, 21 November 2019
Kantor KPU (Anto/era.id)
16 Mei 2019 09:03 WIB

KPU Persilakan BPN Audit Forensik Situng KPU

Tapi yang audit musti dari pihak netral yak
Bagikan :


Jakarta, era.id - Komisioner KPU RI Ilham Saputra mempersilakan BPN maupun Rizal Ramli untuk mengaudit Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik KPU jika menduga adanya kecurangan. 

"Ya boleh, silahkan saja diaudit. Orang IT kita sudah diaudit oleh BPPT kok," kata Ilham di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (15/5) malam. 

Tapi, Ilham bilang pihak yang berhak dan punya kewenangan untuk itu, harus berada di posisi tengah-tengah alias netral. Menurut Ilham, bila salah satu kubu menunjuk lembaga lainnya untuk diminta mengaudit IT KPU, maka secara tidak langsung lembaga yang ditunjuk khawatir punya keberpihakan.

"Sekarang gini, bukan nggak boleh, masa peserta yang audit kita. Dimana-mana audit keuangan, audit macem-macem pasti ada orang yang tengah dong," tuturnya. 


Baca Juga : Eks Napi Korupsi Masih Dilarang Ikut Pilkada 2020, KPU?

Ilham kemudian menyarankan kedua kubu tim kampanye pemilihan presiden, BPN dan TKN, untuk mencari lembaga independen yang telah mendapat kesepakatan bersama, untuk mengeksekusi audit forensik tersebut.

"Proses mekanismenya kan nggak begitu, tapi kalau mereka menunjuk orang, juga udah tentu keberpihakan. Bagusnya, cari lembaga independen dan disetujui bersama," ungkap lham. 

Supaya kamu tahu, Penasihat ekonomi calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Rizal Ramli memaparkan sejumlah temuan kecurangan pada Pemilu 2019.  Rizal menyoroti kesalahan hitung yang dilakukan oleh KPU. Dia mempertanyakan mengapa bisa terjadi salah input data suara. 

"Kok bisa salah input? Komputer ada namanya front end. Kalau salah masukkan otomatis ditolak. Ada juga namanya back end. Nah ini yang bisa diubah-ubah. Misal 01 dapat sekian, ditambahkan. Misal 02 dapat sekian, dikurangin. Jadi kecurangan paling besar ada di back end komputer,” jelasnya.

Rizal menantang KPU untuk mau dilakukan audit forensik. Hal ini, katanya, menentukan keprofesionalan dari lembaga penyelenggara pemilu. Dia menilai, audit ini penting untuk membongkar adanya kecurangan.
 
Bagikan :

Reporter : Diah Ayu Wardani
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
20 November 2019 22:45 WIB

What's On Today, 20 November 2019

Nikmatilah sensasi baru menikmati berita
Nasional
20 November 2019 20:03 WIB

Eks Napi Korupsi Masih Dilarang Ikut Pilkada 2020, KPU?

Larangan eks napi Korupsi ikut Pilkada dianggap kuno oleh Mendagri
megapolitan
20 November 2019 19:35 WIB

Kartu Pedagang, Solusi Tekan Harga Beras ala Pemprov DKI

Naik Transjakarta dan MRT gratis, pedagang jangan naikkin harga lagi ya..
Nasional
20 November 2019 19:07 WIB

Jadi Ketua KPK, Irjen Firli Tetap Pakai 'Seragam' Polisi

Tak harus resign, cuma lepaskan jabatan
Nusantara
20 November 2019 18:53 WIB

Warga Ternate Tinggalkan Tenda Pengungsian Pascagempa M 7,1

39 rumah mengalami rusak ringan