Senin, 16 September 2019
Ilustrasi (Foto: Twitter @Huawei_ME)
20 Mei 2019 13:24 WIB

Huawei yang Kehilangan Aksesnya di Amerika

Apalagi Google kabarnya bakal melarang Huawei pakai Android
Bagikan :


Jakarta, era.di - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China berbuntut panjang. Huawei dikabarkan bakal kehilangan lisensi sistem operasi Andorid dari Google. 

Itu artinya, smartphone Huawei ke depannya tidak akan lagi mendapatkan update untuk OS Android-nya, termasuk akses ke aplikasi Google. Langkah ini diambil setelah, Presiden AS Donald Trump memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam perusahaan tanpa lisensi yang dilarang bertransaksi dengan Amerika.
 
"Kami mematuhi order yang diberikan (pemerintah AS) dan sedang menganalisis dampaknya", ujar juru bicara Google seperti dikutip dari Androidauthority, Senin (20/5/2019).

Kendati kehilangan lisensinya, Huawei masih diperbolehkan menggunakan sistem operasi Android berbasis open-source. Namun untuk beberapa akses aplikasi teknis Google masih akan membahas layanannya dengan Huawei menyusul keputusan ini.
 

Derita bagi Huawei

Selain Google yang bakal membatasi sejumlah layanannya untuk Huawei. Sejumlah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat lainnya seperti Intel, Qualcomm, dan Broadcom juga ikut membekukan sementara waktu kontrak kerjanya dengan Huawei.


Baca Juga : Harmony Jadi Sistem Operasi Baru Huawei

Dilansir dari The Verge, dihentikannya sejumlah kontrak kerja dari distributor akan menjadi pukulan telak bagi Huawei. Sebab, peran para produsen chip itu sangat krusial bagi vendor asal China tersebut.

Dengan dicabutnya lisensi Android dari Google dan sejumlah kerjasama dari perusahaan teknologi AS, bakal membuat pincang bisnis Huawei. Belum lagi pasar smartphone Huawei di luar China, seperti Indonesia dan Eropa.
 

Huawei tentunya punya rencana cadangan, sekiranya dampak dari perang dagangnya dengan AS makin memburuk. Sebagai antisipasinya, Huawei dikabarkan sedang merancang sistem operasi buatan sendiri untuk ponsel dan komputernya.

"Kami sudah menyiapkan sistem operasi kami sendiri. Jadi jika nanti kami tak bisa menggunakan sistem ini (Android), kami sudah siap. Ini adalah plan B. Namun tentu saja kami lebih suka bekerja dengan ekosistem Google dan Microsoft," ujar CEO Huawei Richard Yu seperti dikutip The Verge.

Rumor yang beredar OS Huawei yang sedang dikembangkan ini bukanlah sistem operasi baru atau berbeda jauh dari Android Google atau iOS Apple. Namun Huawei menyebut sistem OS-nya itu telah dikembangkan bersama ZTE, sejak 2012.

Soal prosesor, melalui anak perusahaannya HiSilicon, Huawei sudah memiliki Kirin, dengan versi terbarunya adalah Kirin 980 seperti yang dipakai oleh P30 Pro. Sedangkan pada modem, mereka telah mempunyai Balong 5000 yang sudah mendukung teknologi 5G.

Jauh sebelumnya, Huawei memang telah berada di bawah tekanan atas tuduhan pemerintah AS terhadap perusahaannya yang dituduh menggunakan peralatan teknologinya untuk memata-matai Amerika.

Pada tahun 2018, agen-agen intelijen AS diperingatkan agar tidak menggunakan perangkat Huawei dan ZTE, dan para politisi AS menggambarkan Huawei sebagai "tangan pemerintah China yang efektif."
Bagikan :

Reporter : Aditya Fajar Indrawan
Editor : Aditya Fajar
KOMENTAR
GRAFIS
BERITA TERBARU
Nasional
15 September 2019 20:31 WIB

Wawancara: Masa Depan Perjuangan Habibie Center

Bagaimana Habibie Center melanjutkan perjuangan selepas kepergian Habibie?
Internasional
15 September 2019 19:44 WIB

Wabah Ebola Seret Menteri Kesehatan Kongo ke Penjara

Kini sang menteri harus bertanggung jawab atas perbuatannya
Nasional
15 September 2019 16:39 WIB

Habibie: Bapak Teknologi Penggila Diskusi

Wawancara kami dengan Wakil Ketua Habibie Center
Lifestyle
15 September 2019 14:49 WIB

VIDEO: Movie Update of the Week

Ada film Gemini Man dan SIN: Saat Kekasihmu adalah Kakakmu Sendiri
Lifestyle
15 September 2019 13:49 WIB

Berprakarya dengan Limbah Daur Ulang Styrofoam

Manfaatkan limbah plastik jadi karya seni~